BULELENG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Buleleng, Ibu Wardhany Sutjidra, meluncurkan Tenun Endek Motif Tunjung Ungu di panggung utama Buleleng Festival 2026, kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Rabu (19/8/2026) malam. Peluncuran ini memperkenalkan inovasi wastra khas Bumi Panji Sakti yang menggabungkan nilai tradisi dengan pendekatan fesyen masa kini.
Kegiatan dikemas dalam peragaan busana bertajuk Askara – Wastra Tunjung Ungu. Sebanyak 48 model lokal menampilkan beragam rancangan, dari busana siap pakai hingga koleksi dengan pendekatan artistik. Enam elemen perancang dan akademisi, termasuk mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha, terlibat dalam pengembangan koleksi yang menonjolkan motif Tunjung Ungu.
Ibu Wardhany menyampaikan bahwa pengembangan motif baru diharapkan memperkuat identitas tenun endek Buleleng sekaligus memperluas kesempatan bagi perajin, desainer, serta pelaku industri kreatif daerah. Karya tradisional perlu memiliki ruang untuk berkembang, sehingga dapat tetap digunakan dan dihargai oleh masyarakat lintas generasi.
Pemerintah daerah melalui Dekranasda mendorong kolaborasi antara pengrajin dan pelaku fesyen untuk menjadikan wastra lokal semakin dikenal tanpa mengabaikan nilai budayanya. Peluncuran Tunjung Ungu diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif yang berpijak pada keterampilan, karakter, dan kebanggaan masyarakat Buleleng. (NSKLB)
