Sejalan dengan Program Pemprov, Cok Ace Apresiasi Kendaraan Listrik

Sejalan dengan Program Pemprov, Cok Ace Apresiasi Kendaraan Listrik
Bagikan:

NangunSatKerthiLokaBali – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengapresiasi  kendaraan listrik hasil rancangan Universitas Udayana yang bekerjasama dengan ITB, ITS, UGM,UI, UNS dan Toyota Indonesia. Apresiasi tersebut diutarakan Cok Ace menanggapi hasil laporan akhir fase 2 Riset Komprehensif Electrified Vehicle di Kampus UNUD Bukit Jimbaran, Kabupaten Badung, Selasa (23/4).

Menurut Cok Ace, hasil penelitian mobil listrik yang dikerjakan para akademisi sangat penting artinya dalam membantu pemerintah mewujudkan industri otomotif nasional sebagai salah satu sektor andalan dalam peta jalan making Indonesia 4.0. Lebih jauh Cok Ace mengurai, saat ini Pemprov Bali bersama akademisi sedang menyusun Peraturan Daerah tentang penggunaan mobil dan motor listrik. Regulasi tersebut nantinya diharapkan dapat mendorong penggunaan kendaraan listrik di jalan raya guna mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil sehingga polusi udara dapat dikurangi.

Wagub Cok Ace menambahkan, penggunaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan adalah hal mendesak untuk dilaksanakan mengingat alam merupakan aset terpenting bagi Bali sebagai daerah tujuan wisata. Mencermati hal tersebut, Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali diarahkan pada upaya untuk mewujudkan 3 dimensi utama pembangunan Bali yakni alam, krama dan budaya Bali. “Pengoperasian kendaraan berbahan bakar listrik menjadi salah satu prioritas guna melindungi alam dan warisan budaya Bali, termasuk tempat-tempat suci dan bersejarah,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah perlu menyusun peta jalan pengembangan kendaraan elektrifikasi dan membentuk gugus tugas untuk menetapkan target sekaligus rencana aksi guna menyelesaikan beragam tantangan terutama dari insentif fiskal dan non fiskal. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi penyusunan isi Ranperda, terutama dapat memberikan gagasan operasional untuk dapat menerapkan teknologi secara berdaya guna.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan bahwa pada 2030 mendatang pemerintah menargetkan Indonesia dapat menjadi pusat produksi mobil bertenaga Internal Combustion Engine (ICE) maupun listrik untuk pasar domestik sampai ekspor. Lima tahun sebelum mencapai target besar tersebut, Kementerian Perindustrian menginginkan 20% dari total produksi kendaraan baru di Indonesia sudah berteknologi electrified. Sehingga komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dapat segera terwujud.
#KramaBali
#NangunSatKerthiLokaBali

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *