Pemkab Jembrana Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Kelompok Perhutanan Sosial Dilibatkan

Bimbingan teknis bersama BPDAS Unda Anyar dan KPH Bali Barat menghubungkan pemulihan ekologi dengan ekonomi masyarakat.

JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama BPDAS Unda Anyar, UPTD KPH Bali Barat, dan Balai Perhutanan Sosial Wilayah Bali menggelar sosialisasi serta bimbingan teknis rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) secara vegetatif di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan diikuti unsur pemerintah dan pengelola kawasan, termasuk Lembaga Pengelola Hutan Desa, Kelompok Tani Hutan, serta 37 kelompok pemegang persetujuan perhutanan sosial. Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana I Made Budiasa hadir mewakili Bupati Jembrana.

Pemerintah daerah menekankan bahwa rehabilitasi hutan harus menghubungkan pemulihan fungsi ekologis dengan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat sekitar. Peserta didorong memahami tahapan perencanaan, pemilihan jenis tanaman yang sesuai, perawatan, dan pemantauan hasil di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut diserahkan secara simbolis bibit tanaman produktif, di antaranya manggis, alpukat, durian, pala, dan petai. Bantuan bibit menjadi langkah awal yang perlu diikuti pendampingan agar tanaman memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang.

Keberhasilan rehabilitasi tidak cukup dinilai dari jumlah bibit yang dibagikan. Daya hidup tanaman, kondisi kawasan, dan keterlibatan masyarakat menjadi tolok ukur penting agar program memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi secara berkelanjutan. (NSKLB)

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai