Tasyakuran Mushola At-Taqwa di Sangkaragung menjadi ruang kebersamaan petani lintas agama dan kepedulian terhadap lingkungan.
JEMBRANA – Petani Hindu dan Muslim pengempon Subak Babakan Bayuh di Sangkaragung, Jembrana, kembali merawat kebersamaan melalui tradisi Tasyakuran Mushola At-Taqwa, Minggu (25/10/2026). Tradisi yang diselenggarakan lima tahun sekali itu menjadi ungkapan syukur serta ruang mempererat gotong royong masyarakat tani lintas agama.
Perwakilan pengempon subak menjelaskan bahwa hubungan warga telah terjaga turun-temurun dalam kegiatan pertanian dan kehidupan sosial. Kerukunan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi lokal di tengah perubahan lingkungan dan kebutuhan ekonomi masyarakat.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang menghadiri kegiatan menyampaikan apresiasi kepada petani dan warga karena terus menjaga hubungan harmonis serta kelestarian alam. Ia mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, termasuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Kawasan subak juga menghadapi tekanan pesisir dan berkurangnya luasan lahan pertanian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian kebersamaan warga perlu berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan sumber penghidupan.
Melalui tradisi di Subak Babakan Bayuh, masyarakat memperlihatkan bahwa kawasan pertanian bukan hanya ruang produksi pangan, melainkan juga ruang kebudayaan dan solidaritas sosial yang perlu dijaga untuk generasi berikutnya. (NSKLB)
