Lima Kelompok Tani Jembrana Terima Bantuan Traktor, Modernisasi Pertanian Terus Diperkuat

Bupati Kembang Hartawan Dorong Pemanfaatan Alsintan Secara Optimal, Penyerahan di Melaya Dirangkaikan dengan Panen 35 Ton Labu

JEMBRANA – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Jembrana diperkuat melalui dukungan mekanisasi dan penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Sebanyak lima kelompok tani menerima bantuan traktor dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam kegiatan di Agro Techno Park (ATP), Banjar Pangkung Tanah, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jumat (23/10/2026).

Bantuan berupa lima unit traktor singkal roda dua bermerek Yanmar dengan daya 8,5 HP tersebut diserahkan untuk membantu petani mempercepat pengolahan lahan sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual. Penyerahan bantuan dirangkaikan dengan panen labu bersama kelompok tani setempat dengan hasil yang dilaporkan mencapai 35 ton.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat bagi sektor pertanian di Jembrana. Ia berharap sarana pertanian yang diterima dapat digunakan bersama oleh para anggota kelompok tani untuk meningkatkan efisiensi usaha tani.

Penyerahan lima unit traktor tersebut melengkapi bantuan sepuluh unit traktor yang telah disalurkan beberapa bulan sebelumnya. Dukungan peralatan diharapkan membantu proses pengolahan lahan menjadi lebih efektif, terutama di tengah keterbatasan tenaga kerja dan kebutuhan peningkatan produktivitas pangan.

Lima kelompok penerima bantuan meliputi Kelompok Tani Mekarsari dari Desa Warnasari, Kelompok Tani Sri Dharma Kerti dan Kelompok Tani Bhuana Sari dari Desa Tukadaya, Kelompok Tani Kerta Buana dari Desa Manistutu, serta Kelompok Tani UPJA Warna Kerti dari Desa Tukadaya.

Anggota DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya aspirasi masyarakat dalam memperjuangkan bantuan pertanian dari pemerintah pusat. Ia juga menyampaikan rencana mengevaluasi pemanfaatan peralatan tersebut dalam enam bulan untuk memastikan alat benar-benar dipergunakan.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana I Putu Eka Arta menjelaskan bahwa bantuan alsintan merupakan bagian dari upaya memperkuat sarana produksi pertanian. Pengelolaan bantuan secara terbuka dan mengutamakan kepentingan bersama diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi seluruh anggota kelompok tani.

Modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Selain penyaluran peralatan, keberhasilannya memerlukan pemeliharaan alat, pendampingan petani, dan pengelolaan usaha tani yang tertib agar peningkatan produktivitas dapat terus berlangsung secara berkelanjutan. (NSKLB)

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai