Menelusuri perjalanan sejarah Kabupaten Jembrana Bali dari kawasan “Jimbar Wana” yang lebat, dalam pengaruh Klungkung dan Mengwi, hingga berkembang menjadi pusat kekuasaan lokal yang ditandai dengan lahirnya Puri Andul sebagai simbol pemerintahan, budaya, dan warisan nilai bagi generasi muda Bali.
Jembrana, 26 April 2026 | Sejarah Jembrana tidak lahir dalam ruang kosong. Ia tumbuh dari bentang hutan luas, nita luhur dan mulia berkembang melalui dinamika kepemimpinan kerajaan Bali, hingga membentuk identitas lokal yang kuat dengan keberadaan Puri Andul sebagai pusat sejarah dan nilai budaya di Kabupaten Jembrana Bali.
Dari “Jimbar Wana” ke Jembrana
Nama Jembrana diyakini berasal dari istilah Jimbar Wana, yang berarti “hutan luas”. Istilah ini mencerminkan kondisi awal wilayah Jembrana yang didominasi oleh hutan lebat sebelum berkembang menjadi kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.
Seiring perjalanan waktu, wilayah ini mulai menunjukkan perkembangan sosial dan politik yang mengarah pada terbentuknya sistem pemerintahan lokal.

Pengaruh Klungkung (Gelgel)
Pada abad ke-16, Bali berada di bawah pengaruh kuat Kerajaan Gelgel di Klungkung. Masa kejayaan terjadi pada pemerintahan Dalem Waturenggong (sekitar 1460–1550), yang memperluas pengaruh hingga ke berbagai wilayah, termasuk Bali Barat.
Meski kemudian mengalami kemunduran, pengaruh Klungkung tetap menjadi dasar legitimasi kekuasaan di berbagai wilayah Bali, termasuk Jembrana.
Ekspansi Mengwi ke Bali Barat
Memasuki abad ke-17 hingga awal abad ke-18, Kerajaan Mengwi muncul sebagai kekuatan baru yang memperluas pengaruhnya ke Bali Barat. Proses ini tidak hanya melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui penataan sistem pemerintahan dan struktur sosial di wilayah-wilayah yang dikuasai.
Brambang: Jejak Awal Pemerintahan
Wilayah Brambang (Berangbang) menjadi titik penting dalam sejarah Jembrana. Berdasarkan prasasti Berangbang, wilayah ini telah memiliki sistem pemerintahan sejak sekitar tahun 1580-an (abad ke-16).
Keberadaan ini menandai awal terbentuknya struktur kekuasaan lokal di Jembrana sebelum berkembang lebih luas pada periode berikutnya.
Abad ke-18: Lahirnya Kekuasaan Lokal
Memasuki periode sekitar 1730–1750, Jembrana mulai berkembang sebagai entitas kekuasaan tersendiri. Para penguasa lokal mulai membangun pusat pemerintahan berbasis puri sebagai simbol kekuasaan sekaligus pusat pengelolaan masyarakat.
Puri Andul: Simbol Sejarah dan Pemerintahan / Kepemimpinan
Salah satu peninggalan penting dari perjalanan sejarah tersebut adalah Puri Andul yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-18. Puri Andul ini memiliki peran strategis sebagai: pusat pemerintahan atau kepemimpinan, pusat kegiatan sosial dan budaya, ruang pengambilan kebijakan adat guna kemajuan dan kemakmuran untuk semua. Keberadaan Puri Andul mencerminkan kesinambungan pengaruh Klungkung, Puri Mengwi, serta perkembangan kepemimpinan lokal Jembrana.

Agung Gempa Ketum Puri Andul: Pesan untuk Generasi Muda
Ketua Umum Puri Andul, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana, yang akrab disapa Agung Gempa, menegaskan pentingnya generasi muda memahami sejarah sebagai fondasi jati diri.
“Jejak panjang sejarah leluhur dan para guru-guru suci patut kita jadikan literasi untuk selalu eling terhadap perjalanan jati diri. Di dalamnya terkandung nilai-nilai semangat perjuangan, membangun persaudaraan dan pasemetonan, kebijaksanaan, hingga manajemen organisasi dalam mewujudkan kesejahteraan wilayah dan kebaikan serta kemajuan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat Bali melalui konsep Tri Hita Karana.
“Di era sekarang yang penuh dinamika dan tantangan, nilai-nilai ini harus menjadi teladan. Jangan sampai kita melupakan sejarah, karena ketika kita abai terhadap sejarah, sama halnya kita melupakan jati diri—seperti melupakan ibu yang melahirkan kita,” tegasnya.
Sejarah Jembrana merupakan cerminan interaksi panjang antara kepemimpinan lokal dan pengaruh kerajaan besar di Bali. Dari kawasan hutan yang luas, wilayah ini berkembang menjadi pusat kepemimpinan yang memiliki identitas dan sistem pemerintahan sendiri.
Keberadaan Puri Andul tidak hanya menjadi simbol sejarah di Kabupaten Jembrana dan Bali, tetapi juga sumber nilai yang relevan bagi generasi masa kini dalam membangun Bali yang berlandaskan budaya, persaudaraan, dan keseimbangan hidup. (Admin NSKLB)
Pembacaan Prasasti Berangbang
