1

Astungkara Memargi Antar, Lokasabha III Pasemetonan Pratisentana Shri Nararya Khresna Kepakisan (PSNKK) Kabupaten Jembrana.

Negara, Nangunsatkerthilokabali.com – Lokasabha III Pasemetonan Pratisentan Shri Nararya Khresna Kepakisan (PSNKK) Kabupaten Jembrana di gelar Minggu, 28 Februari 2021, mengambil tempat di Pasraman Shanti Yadnya, Desa Batuagung, Jembrana.

Acara Lokasabha yang sudah mengantongi ijin dari Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Batuagung No 01/Satgas.DA/II/2021 tertanggal 22 Februari 2021, berlangsung dengan jumlah terbatas dan sesuai dengan Prokes yg ditetapkan.

Hadir dalam acara Lokasabha ini penglingsir Puri, Jero dan Dadia/Saren semeton PSNKK Kabupaten Jembrana. Pula hadir Bendesa Batuagung, Ketua Satgas Gotong Royong Batuagung serta Bhabinkamtibmas setempat.

Kepengurusan PSNKK Kabupaten Jembrana dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pasemetonan PSNKK, I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, SH, MH.  Agung Ngurah Sudarsana, dalam sambutannya menyampaikan “kedepan banyak tugas ngayah yang diemban para pengurus, serta selamat pepada pengurus yang sudah terpilih untuk bersama sama ngayah untuk pasemetonan” ujarnya.

Ketua Pasemetonan PSNKK Jembrana terpilih, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, menyampaikan terimakasih acara dapat berlangsung dengan baik, dan kedepan pengurus akan fokus menyiapkan program kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang. “Bawalah nama besar SNKK guna senantiasa dapat memelihara kebersamaan pasemetonan yang didasarkan atas Panca Semaya, Tunggil Kawitan, Tunggil Pura Kawitan, Tunggil Pedarman, Tunggil Lelintihan, Tunggil Purana dan Babad”. ujarnya.

I Gusti Agung Bagus Suryadana, Puri Berabana, perwakilan Pasraman Santi Yandnya, pula selaku Anggota DPRD Provinsi Bali Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan terimakasih dan mengucapkan selamat kepada pengurus yang terlipih untuk bersama sama kedepan ngayah untuk pasemetonan, di kabupaten Jembrana pula untuk Bali.

Ketua Panitia Lokasabha, juga Ketua Yowana SNKK Kabupaten Jembrana, A.A. Bagus Hendra Sugihantara Putra menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan dalam persiapan dan pelaksanaan acara ini. Berikutnya setalah Lokasabha, pengurus baru bisa melaksanakan paruman pengurus, paruman penglingsir, paruman antar Dadia/Saren dan paruman Yowana. ujarnya.

Di hubungi via online, Ketua Umum Puri Andul, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa) yang sedang berada di Denpasar menyampaikan Astungkara Acara Lokasabha berlangsung dengan lancar walau dalam situasi pandemi, matur suksma atas kesigapan panitia dengan yowana gotong royong mempersiapkan semuanya. Pula “dahat suksma ring para penglingsir makasami, Ngiring jadikan momentum ini sebagai bagian untuk terus berupaya penguatan pasemetonan dalam arti luas, baik bidang adat, tradisi, budaya dan sektor lainnya dalam mengisi pembangunan di Jembrana kusunya dan Bali pada umumnya selaras dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali, Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok Ace, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, imbuhnya.

Acara Lokasabha III Pasemetonan Pratisentan Shri Nararya Khresna Kepakisan (PSNKK) Kabupaten Jembrana di ahkiri dengan ramah tamah, dan foto bersama. (AGS/KMB)




Resmikan Gedung MDA Jembrana, Gubernur Koster: Penguatan Desa Adat Harus Dilakukan Serius dan Niat Baik

Jembrana (NSKLB) – Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan dan menghadiri pemlaspasan Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana di Kota Negara, Jembrana pada Jumat (26/2) sore yang bertepatan dengan Purnama Sasih Kesanga, Sukra Pon, Wuku Kulantir.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini menegaskan bahwa usaha penguatan desa adat, sebagai pengawal utama adat dan budaya Bali harus dilakukan dengan serius dan niat baik.

“Kalau tidak serius, seken dan saje, jangan harap. Kalau tidak ada restu alam, keberanian, pengalaman dan akses jangan harap juga bakal terwujud,” ungkapnya.

Untuk penguatan tersebut, pihaknya sebagai Gubernur Bali memperjuangkan dan mewujudkan regulasi hukum untuk memayungi desa adat yang dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019. Perjuangan untuk merealisasikan hal itu tidaklah mudah.

“Perda tersebut satu-satunya di Indonesia. Tidak mudah diwujudkan jika tanpa pengalaman dan akses di pusat. Ini langkah konkret saya untuk memperkuat desa adat di Bali, bukan hanya wacana. Saya pertaruhkan nama dan jabatan saya untuk muliakan dan hormati desa adat,” tegasnya

Tak hanya itu, pihaknya juga berupaya mendapatkan dukungan berupa dana CSR untuk pembangunan gedung MDA seperti yang diresmikan saat ini.

Kembali terkait Perda Nomor 4 Tahun 2019, menurut Gubernur regulasi ini merupakan landasan untuk membangun adat istiadat di Bali dengan lembaga desa adatnya. “Kita urus lewat lembaga pemerintahan yakni dinas PMA, yang juga satu-satunya di Indonesia.
Orang dulu pesimis Perda ini tembus, dinas ini juga tidak bisa diwujudkan, tidak gampang tapi astungkara lolos semua,” terangnya.

Gubernur Koster yang juga didampingi Ny Putri Suastini Koster selaku Manggala Utama Paiketan Krama Istri (Pakis) Bali menuturian jauh sebelum menjadi Gubernur Bali, dirinya sem0at berkunjung ke Kantor Desa Adat di Provinsi Bali yang ‘menumpang’ di Dinas Kebudayaan. “Saya lihat kantornya nyelekak di pojok, tidak memiliki ruang yang layak, diurus oleh pejabat setingkat kasi. Saya sedih dan prihatin, masa’ namanya majelis agung tapi kantornya tidak mencerminkan keagungan,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Mulai dari itulah Gubernur Koster ingin mewujudkan kewibawaan desa adat dengan mendirikan kantor MDA yang representatif dan memiliki regulasi yang kokoh.

Desa adat dijelaskannya kini harus jalankan perda, maka harus ada majelis yang kuat untuk lakukan fungsi pembinaan dan pengayoman. “Harus ada kantor. Jadi saya bangunkan, tingkat provinsi tiga lantai, lanjut kabupaten/kota se-Bali. Semuanya sudah berjalan, tujuh sudah selesai, dan saya carikan semuanya dari CSR,” ujarnya. “Dan Kantor MDA Jembrana ini istimewa, pertama kali kantor MDA kabupaten yang saya resmikan,” sebutnya.

Sementara itu, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet sangat mengapresiasi pembangunan gedung kantor yang baru selesai dibangun itu. “Suksema Bapak Gubernur, semoga seluruh anggota MDA dan seluruh tingkatan bisa merasakan dan mengikuti semangat Bapak Gubernur Bali beserta jajarannya dalam menjaga Bali agar tetap ajeg, baik adat, budaya dan agamanya,” harapnya.

Gedung yang diberi nama Nangun Cipta tersebut dilaporkan menelan dana Rp 3,2 miliar dan dibangun di atas tanah provinsi seluas 7,7 are. Seluruh dana yang digunakan bersumber dari CSR PT Pertamina, Bank Mandiri dan PT Nindya Karya. (AGP/KMB)




Pemprov Bali Terus Tegakkan Implementasi SE Gub Bali No 2021 di Pintu Masuk Bali

Gilimanuk, (NSKLB) – Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Gubernur Bali No. 2021 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya menegakkan implementasi SE tersebut. Untuk itu pengawasan terus diintesifkan di pintu-pintu masuk Bali. Demikian dijelaskan oleh Kasat Pol PP Pemprov Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi saat ditemui di ruang kerjanya, Denpasar, Selasa (29/12).

Menurutnya, Satpol PP yang bertugas mengecek di pintu-pintu masuk Bali juga melibatkan unsur TNI/Polri dan petugas di pintu masuk Bali. “Seperti halnya yang dilaksanakan pada Senin (28/12) kemaren. Petugas kami bersama dengan TNI/Polri dan KKP turun langsung mengecek penerapan SE Gub no 2021 tersebut di Pos Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Lab Klinik Kimia Farma Pelabuhan Gilimanuk – Jembrana,” jelasnya.

Hasilnya, ia melanjutkan penumpang yang tidak membawa persyaratan untuk masuk ke Bali berupa rapid antigen diarahkan untuk melakukan pemeriksaan di Lab Klinik Kimia Farma. “Dari 476 penumpang yang melaksanakan pemeriksaan rapid antigen, 474 di antaranya negatif dan 2 lainnya positif,” imbuhnya seraya menyampaikan jika penumpang yang positif diserahkan ke KKP agar segera dipulangkan ke tempat asalnya.

Lebih lanjut ia pun menegaskan, selama SE Gubernur berlaku dari tanggal 18 Desember 2020 hingga hingga 4 Januari 2021, maka untuk perjalanan darat, surat rapid antibody sudah tidak berlaku. Seperti di temukan di lapangan, terdapat satu bus dengan 180 penumpang yang hanya mengantongi surat rapid antibody. “Sesuai aturan kami arahkan untuk melaksanakan rapid antigen di Lab Klinik Kimia Farma. Namun, karena mereka menolak maka dengan terpaksa mereka harus dipulangkan,” bebernya.

Rai Darmadi mengatakan jika penegakan SE Gub Bali No 2021 ini semata-mata dilakukan untuk melindungi masyarakat Bali dari ancaman penyebaran Covid-19. “Seperti yang kita ketahui trend penyebaran Covid-19 akhir-akhir ini memang cenderung naik, tidak hanya di Bali tapi di seluruh Indonesia. Maka sesuai dengan arahan pusat, pengetatan ini perlu dilaksanakan menyusul libur panjang.

Selain implementasi SE Gubernur tersebut, petugas gabungan juga memonitoring pelaksanaan protocol kesehatan sesuai dengan Pergub Bali no 46 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019. “Petugas kami di pelabuhan tidak menemukan pelanggaran prokes. Semua memakai masker, hanya ada sekitar 6 orang yang tidak memakai masker dengan benar dan sudah ditegur secara lisan,” jelasnya.

Kasat Pol PP Dewa Rai Darmadi berharap, dengan berbagai upaya dan kerjasama semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah penyebaran virus berbahaya ini bisa ditekan. “Sembari kita menunggu vaksin, hal yang harus kita lakukan saat ini adalah taat terhadap prokes, serta dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Jika semua sudah menjalankan, kami yakin bisa menekan penyebara Covid-19 terutama di Bali,” tandasnya. (AGP)




Gubernur Koster Bersama Pangdam IX/Udayana dan Kapolda Bali Cek Kesiapan Pemeriksaan Rapid Test di Pelabuhan Gilimanuk

JEMBRANA, (NSKLB) – Jelang Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021, Gubernur Bali Wayan Koster secara langsung melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Rabu (23/12) untuk mengetahui jalannya kegiatan Rapid Test di pelabuhan ujung barat Pulau Bali tersebut.

Didampingi Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, dan Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf, Gubernur Koster mendengarkan beberapa penjelasan tentang Alur Pemeriksaan Surat Keterangan (Suket) Rapid Test untuk PPDN KTP Non Bali di Pelabuhan Gilimanuk.

“Untuk penumpang umum atau pribadi yang tiba di Pelabuhan Gilimanuk akan diarahkan ke Pos 1 untuk di Cek Suket Rapid Test-nya, apabila dalam Suket itu sudah memenuhi syarat, maka petugas akan mengarahkan penumpang umum atau pribadi ke Pos 3 untuk mengikuti Cek Adminduk dan selanjutnya bisa melakukan perjalanan. Sedangkan, bilamana ada penumpang umum atau pribadi tidak memenuhi syarat saat Cek Suket Rapid Test, maka petugas akan mengarahkan penumpang tersebut melakukan Rapid Test Mandiri. Apabila hasilnya negatif maka penumpang ini diperbolehkan melanjutkan perjalanan,” demikian penjelasan yang disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta dihadapan Gubernur Koster yang didampingi Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Sementara untuk Kendaraan Logistik yang tiba di Pelabuhan Gilimanuk akan diarahkan oleh petugas ke Pos 2 untuk mengikuti Cek Suket Rapid Test. Apabila segala syarat Cek Suket Rapid Test terpenuhi, maka petugas akan memberikan Kendaraan Logistik tersebut stempel validasi hingga kemudian bisa melanjutkan perjalanan. “Sedangkan kendaraan logistik yang tidak memenuhi syarat saat mengikuti Cek Suket Rapid Test, maka petugas akan mengarahkan mereka ke Pos 4 untuk mendapatkan Rapid Test Gratis, apabila hasilnya negatif maka kendaraan logistik ini diperbolehkan melanjutkan perjalanan,” tambahnya seraya mengatakan berdasarkan data di lapangan, bahwa kami sudah memulangkan sebanyak 14 penumpang umum dan pribadi di Pelabuhan Gilimanuk dari tanggal 19 Desember sampai 22 Desember 2020, karena terbukti mengalami Positif Covid-19.

Tidak hanya penumpang umum dan pribadi yang kami pulangkan karena mengalami Covid-19, namun Angkutan Logistik juga dipulangkan sebanyak 9 orang dari tanggal 19 Desember sampai 22 Desember 2020. “Sehingga yang dipulangkan tersebut, secara otomatis tidak bisa melanjutkan perjalanan ke wilayah Bali,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta.

Disisi lain, Kadishub Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta juga melaporkan bahwa guna meningkatkan pelayanan kepada penumpang maupun angkutan logistik yang tiba di Pelabuhan Gilimanuk, maka kami bersama TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan setiap hari menempatkan personil yang jumlahnya 94 orang perharinya, dengan rincian tugas 6 orang di Pos G1, 20 orang di Pos G2A, 24 orang di Pos G2B, 14 orang di Pos G3, dan 30 orang di Pos G4.

“Mengenai ketersediaan Rapid Test di Bali dapat kami laporkan juga jumlahnya masih mencukupi berkat bantuan BNPB melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali sebanyak 70.000 unit Rapid Test, bantuan BNPB melalui KKP sebanyak 100.000 unit Rapid Test, dan bantuan Kesdam ke Gilimanuk sebanyak 3.000 dan Padangbai sebanyak 200 unit Rapid Test,” jelasnya kembali.

Mendengar hal itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan kepada petugas di Pelabuhan Gilimanuk agar bertindak tegas, apabila ada oknum yang membawa atau melakukan pemalsuan surat rapid test. “Saya juga minta jangan sampai ada petugas yang mudah disogok untuk meloloskan para penumpang atau angkutan logistik tanpa rapid test menuju Bali,” tegas Gubernur Bali yang merupakan mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini saat melakukan rapat terbatas.

Disisi lain, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang didampingi Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra juga mengajak seluruh petugas di Pelabuhan Gilimanuk untuk disiplin dan meningkatkan keamanan selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam situasi pandemi Covid-19.

Usai melakukan rapat terbatas, Gubernur Koster bersama Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf, dan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra melanjutkan kegiatannya dengan memantau kondisi di Pos Pemeriksaan Rapid Test Antigen dari KKP, kemudian dilanjutkan mengecek Laboratorium Klinik, memantau Posko Pelayanan Gratis Rapid Test Antigen Khusus untuk Logistik, dan mengecek Ruang Pelaksanaan Tapid Test, serta Ruang Isolasi Reaktif. (AGP/KMB)




Dinas Kominfo Kabupaten Jembrana Gelar Pembinaan KIM

Jembrana, (NSKLB) – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara pada Selasa (22/12/2020). Acara yang berlangsung di tempat budi daya ikan lele dengan sistem Bioflak ini, dibuka Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi, I Wayan Agus Ariawan, S.Kom mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) adalah suatu lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat yang secara khusus berorientasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya, hadir dalam acara tersebut sejumlah perwakilan KIM yang ada di Jembrana serta Sekretaris Lurah Baler Bale Agung, I Wayan Suarna, S.Pd.
Pembinaan KIM kali ini dilaksanakan di tempat budi daya ikan lele dengan sistem Bioflak yang berlokasi di Jalan Jempiring No. 30 Baler Bale Agung, Kecamatan Negara dengan tujuan melihat secara langsung bagaimana sistem budi daya ini dan menjadikan kelompok ini sebagai Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang baru.

Menurut Ketua Kelompok, Gusti Ketut Reka awal mula terbentuknya kelompok yang beranggotakan 10 orang ini adalah ingin memberdayakan anggota dan masyarakat disekitarnya melalui budi daya ikan lele yang merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan berharap kedepannya dapat memberikan nilai tambah bagi anggota dan masyarakat sekitarnya.

Sekretaris Lurah Baler Bale Agung, I Wayan Suarna, S.Pd mengharapkan dengan adanya kelompok ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat utamanya para anggota kelompok, sehingga dapat memotivasi tumbuhnya kelompok-kelompok masyarakat di wilayahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfo, I Wayan Agus Ariawan, S.Kom menyampaikan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sangatlah dibutuhkan dalam menyampaikan informasi yang positif bagi masyarakat, utamanya tentang program-program kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten. KIM yang dibentuk oleh masyarakat harus dapat berguna juga bagi masyarakat, untuk itu diperlukan pemberdayaan KIM untuk menyampaikan program-program pemerintah, begitu juga sebaliknya.

Dengan Pemberdayaan KIM di daerah sebagai wahana informasi dan juga sebagai mitra dialog dengan pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik, serta menghubungkan satu kelompok informasi masyarakat dengan kelompok lain.
Dalam acara tersebut juga, para anggota KIM dikenalkan dengan teknik budi daya kangkung dengan sistem aquaphonik yang menghadirkan narasumber Agung Wahyu. (HJ/AGP)




Bupati Jembrana, I Putu Artha Pimpin Apel Gelar Pasukan “Operasi Lilin Agung 2020”

Jembrana, (NSKLB) – Bupati Jembrana I Putu Artha memimpin apel gelar pasukan di Gor Kresna Jvara Lingk. Sawe Kel. Dauhwaru Kec. Jembrana Kab. Jembrana, Senin (21/12). Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Agung 2020 dengan tema “Kita Tingkatkan Sinergi Polri Dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Pada Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Tengah Pandemi Covid-19” digelar Polres Jembrana ini melibatkan jajaran TNI/Polri, Pemda serta mitra kabtimas lainnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf Hasrifudin Haruna, Danyon Mekanis 741/GN Letkol Inf Hendra Saputra beserta kepala OPD dilingkungan Pemkab Jembrana.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jendral Polisi Idam Azis dalam amanatnya yang dibacakan Bupati Artha menyampaikan apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi “Lilin 2020” dalam rangka pengamanan Natal tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra kambitmas lainnya. “Untuk itu, Polri menggelar Operasi Lilin 2020, yang dilaksanakan selama 15 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021. Operasi ini dilaksanakan dengan mengedepankan preemtif, preventif secara humanis serta penegakan hukum secara tegas dan profesional dan tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman,” ucapnya.

Lebih lanjut, secara keseluruhan Polri mempersiapkan 83.917 personel, dibantu 15.842 personel dari TNI, serta 55.086 personel dari instansi terkait lainnya. Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas, dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan dipusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan dan lokasi lainnya. ”Pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan kita cenderung under estimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat, apalagi dimasa pandemic covid-19 saat ini, kita harus lebih peduli. Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Jembrana,” ujarnya.

Disamping itu, berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, terdapat beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus kita antisipasi, antara lain ancaman terorisme, dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas, maupun ancaman bencana alam. “Untuk itu, Saya harapkan seluruh Kasatwil maupun menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah,” kata Bupati Artha.

Mengakhiri sambutannya Bupati Artha mengucapkan selamat Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 serta mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personel dan pemangku kepeningan yang terlibat dalam Operasi Lilin Tahun 2020, semoga pengabdian dan tugas yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan ini, akan menjadi catatan amal ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. “Sekecil apapun peran yang diberikan kepadamu, itu akan member catatan sejarah bagi perjalanan hidupmu, yang suatu saat bisa kamu torehkan dan ceritakan kepada anak cucumu kelak,” imbuhnya. (HJ/AGP)




Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kukuhkan pengurus BPC PHRI Jembrana

Jembrana, Nangunsatkerthilokabali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang sekaligus sebagai Ketua BPD PHRI Bali mengukuhkan pengurus BPC PHRI Kabupaten Jembrana masa bakti 2020-2025 , di Kelapa Retreat and Spa, Kecamatan Pekutatan , Jembrana ,Rabu (2/12).

Mengawali arahannya, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwasannya pengukuhan pengurus BPC PHRI Jembarana yang dilakukan pada pagi hari ini dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid 19 memilki makna penting disamping untuk mengukuhkan pengurus baru juga menyusun program kerja untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Jembrana.

Cok Ace menambahkan Covid 19 telah memberi dampak yang sangat signifikan khususnya kepada Bali dimana Bali mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi yang cukup dalam hingga 12% dan sektor pariwisata Bali mengalami keterpurukan.

Meskipun demikian, Ketua BPD PHRI Bali ini tetap mengajak para pengusaha hotel dan restaurant untuk tetap semangat dan optimis bahwa pariwisata Bali akan segera bangkit kembali. Baik pemerintah, pelaku usaha serta masyarakat terus berupaya memperoleh kepercayaan publik bahwasannya Bali siap untuk dikunjungi kembali oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Penambahan layanan kesehatan seperti penambahan laboratorium , tempat isolasi terus dilakukan pemerintah. Demikian pula halnya para pelaku usaha pariwisata yang terus meningkatkan penerapan CHSE di akomodasi serta objek pariwisata. Tidak hanya itu masyarakat pun terus menerapkan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan. Semua upaya ini dilakukan agar pariwisata Bali bisa segera bangkit kembali.

Khususnya untuk Kabupaten Jembrana, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa pemerintah Provinsi Bali bekerja sama dengan pemerintah pusat tengah mencanangkan sejumlah pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jembrana seperti pembangunan jalan tol Mengwi- Gilimanuk serta pembangunan Bandara yang lokasinya tidak jauh dari Kabupaten Jembrana. Dengan adanya rencana pembangunan infrastruktur tersebut, masyarakat Jembrana diminta untuk mempersiapkan diri dengan skill yang baik dan mumpuni sehingga nantinya siap bersaing dengan SDM lainnya. Dengan demikian pembangunan infrastruktur akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Pengurus BPC PHRI Kabupaten Jembrana masa bakti 2020-2025 dikukuhkan langsung oleh Ketua BPD PHRI Bali. Acara pengukuhan turut dihadiri oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, pengurus BPD PHRI Provinsi Bali serta pengurus BPC PHRI kabupaten / kota se Bali. (Agp)




Sekda Dewa Indra Hadiri Peresmian PAW Anggota DPRD Provinsi Bali masa bakti 2019-2024.

Denpasar, Nangunsatkerthilokabali.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali sebagai mitra dari Pemerintah Daerah sebagai satu kesatuan dari Pemerintah Provinsi Bali memiliki tugas dan fungsi yang berbeda namun berkewajiban sama dalam mewujudkan tujuan mencapai masyarakat yang sejahtera. Dalam pencapaian tujuan mewujudkan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bali dan Pemerintah Daerah memiliki fungsi dalam melaksanakan cek and balancing untuk mewujudkan good government.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat membacakan sambutan Gubernur Bali serangkaian Rapat Paripurna ke 26 DPRD Provinsi Bali masa Persidangan III Tahun Pengangkatan Pengganti Antarwaktu Anggota DPRD Provinsi Bali atas nama Drs. I Gusti Agung Bagus Suryadana, M.Si, di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (30/11).

Dengan sinergitas kerjasama yang baik diharapkan mampu mewujudkan pemerintahan yang baik, partisipatif, akuntabel, transparan dan responsif. Sehingga seluruh komponen yang terlibat dalam pembangunan Bali harus mampu menjaga suasana yang kondusif dan transparan dalam penanganan Covid-19 atau Kesehatan dapat berjalan dengan baik, dan disisi lain upaya penggerakan pemulihan perekonomian Bali tetap berjalan seimbang, sehingga masyarakat Bali dapat selamat dari ancaman Covid-19 dan selamat dari ancaman kontraksi ekonomi.

Dengan dilantiknya I Gusti Agung Bagus Suryadana menggantikan I Ketut Sugiasa yang sama sama berasal dari partai PDI Perjuangan diharapkan mampu mengemban amanah dan apresiasi masyarakat yang diwakili di daerahnya dan masyarakat Bali dengan penuh tanggung jawab. (AGP)




Antisipasi Bencana, Bupati Artha Inspeksi Kesiapan Penggelaran Sanpras

Sebagai wujud kesiapsiagaan serta antisipasi terjadinya bencana alam, Polres Jembrana menggelar apel kesiapan penggelaran sarana prasarana antisipasi bencana alam, bertempat di Halaman Belakang GOR Krsna Jvara , selasa ( 10/11/2020). Apel juga dimaksudkan untuk mengetahui kesiapan sarpras beserta personil dalam rangka antisipasi bila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Bertindak selaku pimpinan apel , BupatiJembrana I Putu Artha yang juga langsung memimpin pengecekan bersama Kapolres Jembrana, AKBP. I Ketut Gede Adi Wibawa danKasdim 1617 Jembrana, Mayor Inf. I. Gst. Made Seputra melakukan inspeksiterhadap kesiapan penggelaran sarana prasarana serta personil .

Selain mengecek kesiapan sanpras kebencanaan juga tidak luput pengecekan bagi para personil yangditugaskan pada setiap unit masing-masing. Pengecekan dilakukan secaramenyeluruh diawali sanpras dan personil Basarnas, Pol Airud, Tagana, Damkar,Pol PP, Perhubungan termasuk sanpras dan personil TNI/Polri.Disela-selain insspeksi sanpras kebencanaan, Bupati I Putu Artha mengaku, apresiasi dengan upaya Polres Jembrana dalam mempersiapkan penggelaran Sarana dan prasaranabencana alam ini,”tentu kami sangat apresiasi dan berterima kasih kepada PolresJembrana dalam kesipannya untuk melakukan langkah dini terhadap pencegahanbencana alam,”ujarnya.

BupatiArtha juga menegaskan, selain kesiapan penggelaran sarana dan prasarana, pihaknya juga minta kepada personil di setiap stakeholder juga harus senantiasa optimal,”apa artinya jika sarana dan prasarananya yang masksimal tanpa didukung dengan personil yangprima. Untuk itu saya minta personil di setiap unitnya harus setiap saat dalam kondisi prima,” tandasnya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Bupati Jembrana, Pengurangan risiko bencana dan penanggulangan bencana yang terjadi bukan semata-mata menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Daerah, namun antisipasi dari semua pihak.

Pencegahan dan penanggulangan bencana melalui peningkatan gotong royong yang telah menjadi sumber kekuatan keamanan di antara warga masyarakat melibatkan aparat terkait dengan menerapkan Protokol kesehatan, mengingatkan pada suasana pandemi Covid 19. (Humas Jembrana)




DATA DESA ADAT, KABUPATEN JEMBRANA

(NangunSatKerthiLokaBali.com) Berikut Daftar Desa Adat di Kabupaten Jembrana Bali. Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. #Nangunsatkerthilokabali

Perda Desa Adat di Bali: https://bit.ly/3aADs2T
 





Puri Andul Jembrana, Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda Ke-92

JEMBRANA – Ketua Umum Puri Andul Jembrana, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa),  mewakili keluarga besar: Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-92 “NGIRING BERSAMA GELORAKAN SEMANGAT UNTUK BERSATU DAN BANGKIT DALAM TATANAN KEHIDUPAN BALI ERA BARU” sesuai dengan Visi Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.




Tingkatkan Kompetensi Masyarakat Ditengah Pandemi, Pemkab Jembrana Selenggarakan Pelatihan Kerja.

Jembrana, NangunSatKerthiLokaBali.com – Ditengah pandemi Covid-19 , Pemkab Jembrana menyelenggarakan pelatihan kerja . Pelatihan kerja diberbagi bidang itu merupakan salah satu langkah strategis dalam rangka membangkitkan sektor ekonomi melalui peningkatan kompetensi khususnya dibidang ketenagakerjaan.

Pembukaan pendidikan dan Pelatihan kerja digelar di Lantai II Jimbarwana oleh Asisten III Administrasi Umum I Ketut Kariadi Erawan yang mewakili Bupati Jembrana I Putu Artha. , senin ( 12/10/2020). Turut mendamping dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) I Komang Suparta, Kadis Dikpora Jembrana Ni Nengah Wartini, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Jembrana Sonny Suprapto, serta seluruh peserta pelatihan kerja.

Kadis PMPTSPTK Jembrana I Komang Suparta dalam laporannya menyampaikan, tujuan dilaksanakan pendidikan dan pelatihan ini guna meningkatkan daya saing bagi tenaga kerja sehingga dapat bersaing di dunia kerja baik regional maupun Nasional, disamping itu juga untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur masyarakat untuk membuka usaha baru secara mandiri. “Terkait pelaksana dalam pelaksanaan diklat ini adalah UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) dinas PMPTSPTK Jembrana dan bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ada di Jembrana khususnya LPK OTC Kabupaten Jembrana, ” jelasnya.

Komang Suparta juga menambahkan peserta pendidikan dan pelatihan tahap pertama ini adalah masyarakat Jembrana yang terkena dampak covid-19 sebanyak 240 orang dengan jumlah pelatihan 10 jenis yang terbagi dalam 16 paket dan masing-masing paket berjumlah 16 orang. Dapat dirinci pelatihan Barista 32 orang, Bartender 32 orang, Mengemudi 32 orang, Hydroponik 32 orang, Barbershop 32 orang, Desain Grafis 16 orang, Tata Kecantikan 16 orang, Garmen 32 orang, Desainer 16 orang, dan yang terakhir Teknik Las sebanyak 16 orang. “Semoga dapat mengikuti pelatihan dengan maksimal sehingga nantinya menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai dan siap bersaing didunia kerja secara nasional maupun global,” tambahnya.

Sementara dalam sambutan Bupati Jembrana yang dibacakan oleh Asisten III Administrasi Umum I Ketut Kariadi Erawan, mengapresiasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat khususnya bagi tenaga kerja yang di PHK untuk kembali bangkit guna meningkatkan kemampuan, kompetensi kerja dan produktivitas kerja sehingga nantinya menjadi pengusaha-pengusaha muda tangguh, memiliki jiwa interprenur, serta secara langsung dapat memenuhi kebutuhan keluarga yang muara pada kembali menggeliatnya perekonomian di Jembrana.

“Bagi seluruh peserta diklat, agar mengikuti pelatihan ini dengan baik, maksimal dan tetap mengutamakan sisi kesehatan. Mengingat diklat dilaksanakan ditengan pandemi covid-19, agar selalu mengedepankan protocol kesehatan dengan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencucui tangan serta menjaga kesehatan dan berkonsentrasi penuh untuk menyerap seluruh materi yang diberikan sehingga semuanya dapat melaksanakan diklat dengan baik,” ucapnya.

Lebih lanjut I Ketut Kariadi Erawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kabupaten Jembrana yang menjadi mitra kerja dan para Instruktur Pelatihan. “Semoga dengan adanya kerja sama, bimbingan dan fasilitasnya dapat mendorong peningkatan kompetensi bagi para pencari kerja khususnya di Kabupaten Jembrana,”ujarnya.

Disisi lain, salah satu peseta pelatihan kerja, Dewa Ayu Putu Trisna Yeni Antari yang mengikuti pelatihan Barista menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Jembrana khususnya Bupati Jembrana yang sudah menggelar pendidikan dan pelatihan ini. “Dengan adanya diklat ini, kami dapat meningkatkan kemampuan diri, sehingga nantinya dapat bersaing di dunia kerja serta dapat menjadi pengusaha-pengusaha muda tangguh di kabupaten Jembrana,”imbuhnya.

Sumber: https://jembranakab.go.id/




Pulihkan Ekonomi Bali, Gubernur Koster Lepas Ekspor Kakao Fermentasi 10 Ton ke Osaka Jepang

Jembrana (NangunSatKerthiLokaBali.com) – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati tidak bisa menutupi kebahagiaannya atas kesuksesan petani Kakao di Subak Abian Dwi Mekar, Desa Poh Santen, Jembrana yang kembali mengekspor Kakao Fermentasi sebanyak 10 ton ke Osaka Jepang, meskipun Bali dan Dunia masih dilanda pandemi Covid-19.

“Pelepasan Ekspor Biji Kakao Fermentasi Bali khas Jembrana ini ke Jepang adalah salah satu implementasi dari lima bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” yang saat ini sedang diprioritaskan dalam pemulihan perekonomian di masa pandemi Covid-19 yang salah satunya di bidang pangan, sandang dan papan, selain bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta bidang pariwisata,” ujarnya, Kamis (20/8) dihadapan Bupati Jembrana, I Putu Artha, Wakil Bupati, I Made Kembang Hartawan, Anggota DPR-RI Komisi IV, Made Urip, Sekda Bali, Dewa Made Indra, Ketua UPH Amerta Urip, I Made Sugandi, dan Kelian Subak Abian, Ketut Sutama.

Atas keberhasilan ekspor Biji Kakao Fermentasi Bali khas Jembrana itu, membuat Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menilai Pertanian Bali masih menjadi primadona dan komoditi ekspor yang didambakan dunia ditengah pandemi Covid-19.

Untuk menjaga potensi Kakao ini tetap lestari dan memberikan manfaat secara ekonomi kepada petani, Wayan Koster melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, bahwa pada tahun 2020 telah mengalokasikan bantuan kakao sebanyak 100.000 pohon dengan luas 100 Ha, dan sebanyak 10.000 pohon diantaranya dialokasikan di Subak Abian Dwi Mekar, Desa Poh Santen. Kemudian ada juga bantuan bibit kelapa gajah 12.000 pohon dengan luas 100 Ha yang tersebar di beberapa Subak Abian, selanjutnya ada bantuan alat pasca panen kakao yang berlokasi di Unit Pengolahan Hasil Amerta Urip, Subak Abian Dwi Mekar, Desa Poh Santen berupa bangunan pengolah hasil, unit pengering solar drayer, dan kotak fermentasi serta timbangan duduk.

“Dulu waktu saya menjadi Calon Gubernur Bali, sempat berkunjung ke perkebunan kakao ini, saya lihat kualitasnya bagus, dan sudah saya prediksi waktu itu potensi Kakau Bali khas Jembrana ini luar biasa, sehingga dulu saya berfikir perlu didukung perkebunan ini dari hulu dan hilir, ternyata hilirnya sudah bergerak sendiri sampai ke Eropa. Sehingga sekarang yang perlu kita tingkatkan ialah produksinya, dan lahannya diperluas,” cerita Mantan Anggota DPR-RI Dapil Bali 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Untuk di hulunya, Gubernur Bali jebolan ITB ini mengharapkan aspek budidaya Kakao perlu terus di intensifkan, selanjutnya Subak Abian ini saya harap membentuk koperasi-koperasi pengolahan dan pemasaran hasil seperti Koperasi Kertha Semaya Semaniya di Desa Nusasari, Kecamatan Melaya yang mampu memproduksi kakao olahan dan telah berhasil menembus pasar dunia, seperti Prancis, Finlandia, dan Jepang. Dengan membentuk wadah koperasi, Koster meyakini akan memudahkan para petani untuk koordinasi dan untuk pembinaan, serta dapat menggerakan anggota dalam kerjasama dalam pengelolaan dan pemasaran hasil.

Tidak hanya Kakao Fermentasi Bali khas Jembrana yang menjadi perhatian Gubernur Koster, namun ia berulang kali memperjuangkan dunia pertanian di Bali yang hasilnya bisa diekspor, seperti Manggis dan sekarang sedang dipetakan program unggulan pertanian lainnya untuk bisa diekspor.

“Setelah Kakao, dan Manggis, kita perlu memikirkan Salak Bali, Buah Naga untuk bisa difasilitasi di Direktorat Bea Cukai dengan bekerjasama dengan sejumlah negara untuk membuka ekspor produk-produk Bali,” tambah pencetus Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali ini.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana melaporkan bahwa di Kabupaten Jembrana memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan komoditas perkebunan, yang diantaranya seperti komoditas kelapa, kakao, cengkeh, dan panili.

Khusus tentang komoditas kakao di Jembrana, kata Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali bahwa di Jembrana merupakan kabupaten dengan luasan kebun kakao terbesar di Bali yang mencapai 43,25 persen, sekaligus merupakan kabupaten yang memiliki konsen untuk mewujudkan Kakao Fermentasi di Bali.

Secara harga, Kakao Jembrana harganya sangat spesifik berkisar antara Rp 58.000 sampai 60.000 per Kg, dan mungkin ini merupakan harga kakao fermentasi termahal di Indonesia.

Lebih lanjut Ida Bagus Wisnuardhana melaporkan dari total produksi kakao Bali yang mencapai sekitar 4.849 ton, maka target biji kakao yang diolah menjadi kakao fermentasi pada tahun ini sekitar 1.000 ton, dan akan dipenuhi sekurangnya 600 ton dari Kabupaten Jembrana untuk kebutuhan pasar ekspor, seperti yang diagendakan hari ini melaunching sebanyak 10 ton Kakao Fermentasi ke Osaka Jepang.

“Gambaran ekspor Kakao Fermentasi pada hari ini membuka mata kita bahwa sektor pertanian, khususnya sub sektor perkebunan masih tetap eksis pada situasi pandemi Covid-19,” jelasnya.

Diakhir acara Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Bupati Jembrana, I Putu Artha, Wakil Bupati, I Made Kembang Hartawan, Anggota DPR-RI Komisi IV, Made Urip, Sekda Bali, Dewa Made Indra menyerahkan bantuan permodalan Bank BPD Bali kepada UPH Amerta Urip Rp. 200 juta, dan dilanjutkan dengan Peresmian Bangunan Pasca Panen Kakao di UPH Amerta Urip.

Dalam kesempatan itu, para petani di Subak Abian Dwi Mekar, Desa Poh Santen, Jembrana juga mempamerkan Minuman Bubuk Cokelat yang di produksi oleh KWT Kusuma Sari, Desa Candikusuma, Jembrana, dan Minuman Arak Pasatan yang diproduksi oleh UPH Amerta Urip. (AGP/GS)




Jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju Kompak Dukung Pemulihan Bali Lewat Video Bali Bangkit

Jembrana (Nangunsatkerthilokabali.com) Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada perhatian khusus yang diberikan pemerintah pusat melalui kementerian terhadap pariwisata Bali yang terdampak pandemi clCovid-19.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster dalam Webinar & Launching Video Bali Bangkit “Pesan & Harapan Para Menteri Kabinet Indonesia Maju” dari Ruang VIP Kantor Bupati Jembrana, Negara, Minggu (26/7).

“Astungkara, penanganan yang kami lakukan di Bali semakin baik, dan tingkat kesembuhan semakin tinggi,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster mengakui Bali paling besar menerima dampak dari pandemi Covid -19 karena statusnya sebagai destinasi wisata kelas dunia. “Sudah sepantasnya ada perhatian khusus untuk mempercepat pemulihan Bali,” ucapnya.

Gubernur Koster juga mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam arahannya pada 15 Juni 2020 lalu di Istana Bogor, secara tegas meminta para gubernur untuk mengambil langkah percepatan pemulihan perekonomian pasca Covid-19, selain meningkatkan penanganan serta penyembuhan pasien.

“Kami di Bali sudah membentuk tim percepatan pemulihan ekonomi yang dipimpin Bapak Wagub, dan telah melakukan berbagai langkah pemulihan,” sebutnya.

Menurut Gubernur Koster, Bali mengambil sejumlah langkah pemulihan yang diawali secara niskala dengan upacara Pemahayu Jagad di Pura Besakih pada 5 Juli lalu. Kemudian tahapan selanjutnya adalah tahapan pertama guna pemuliham ekonomo yang dimulai dengan pembukaan aktivitas masyarakat lokal kecuali sektor pendidikan pada 9 Juli 2020 lalu.

Dilanjutkan dengan tahapan kedua pada 31 Juli nanti dengan pembukaan pintu pariwisata domestik. Dan akan disusul dwngan tahapan ketiga dengan pembukaan pariwisata internasional pada 11 September mendatang.

“Semuanya dilakukan secara bertahap, selektif dan terbatas. Kami juga ingin memastikan pencegahan dan penanganan Covid 19 tetap terjaga. Salah satunya lewat pararem yang dijalankan di seluruh desa adat,” kata Gubernur Koster.

Tahapan yang dilakukan dinyatakan Gubernur guna memberikan rasa aman dam nyaman bagi masyarakat untuk bisa beraktivitas dan tetap produktif di masa pandemi, sekaligus menyiapkan diri menghadapi dibukanya kembali pariwisata.

“Saya juga mengundang pihak Kementerian untuk melaksanakan kegiatannya di Bali. Ini penting sebagai upaya pemulihan Bali sebagai destinasi wisata dan menyumbang devisa besar bagi Indonesia,” pintanya.

Mengamini pernyataan Gubernur, Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengharapkan dukungan pemerintah pusat seperti pemberian soft loan bagi para pelaku pariwisata Bali. “Ini akan sangat membantu kami dalam menghadapi dan memulai lagi pariwisata di Bali,” kata Wagub Cok Ace.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap kondisi pariwisata Bali yang terpukulan cukup berat akibat pandemi Covid-19. “Kontraksi penurunan wisatawan ke Bali mencapai 82,8 persen. Karena itu menjadi penting untuk memulihkan kembali Bali,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan hadir langsung di Pulau Dewata guna mengambil langkah cepat dalam pemulihan kondisi perekonomian Bali. “Kami akan hadir di berbagai sektor, berbagai major project dan berdiskusi langsung dengan bapak Gubernur untuk langkah selanjutnya,” kataSuharso, meyakinkan.

“Bali adalah jantungnya pariwisata Indonesia, dan jika Bali tidak dipulihkan maka pariwisata Indonesia akan lu.puh,” tegasnya.

Sejumlah menteri dalam kesempatan itu memberikan pesan dan harapan agar perekonomian Bali kembali bangkit dari keterpurukan setelah terdampak Covid-19 lewat rekaman video bertajuk Bali Bangkit.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah dapat membangkitkan kembali pariwisata Bali dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang mengatakan pemerintah menyediakan tiga program mendukung UMKM di antaranya program restrukturisasi kredit, subsidi dan penjaminan modal kerja.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan BUMN dengan sumber daya akan melakukan yang terbaik bagi Indonesia misalnya melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sudah disiapkan restrukturisasi kredit UMKM.

Jajaran Menteri lain yang turut memberi pesan yakni Menteri PUPR, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Perhubungan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perindustrian, Menteri Desa, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Sosial dan Menteri Pariwisata. Juga Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, Dan Ketua Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid-19. (agp-ags)




Serahkan Bantuan di Jembrana, Gubernur Koster Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes

Jembrana, (NangunSatKerthiLokaBali.com) – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan bantuan untuk masyarakat Jembrana, pada Minggu (26/7) di Kelurahan Baler Agung, Negara, Kabupaten Jembrana. Penyerahan bantuan berupa 578 paket sembako, 100 alat pelindung diri (APD), 30 kotak rapid, blood lancet, 15 kotak alkohol untuk SWAB ditambah 100 masker N95 itu dihadiri pula Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Koster mengajak masyarakat jangan sampai kendor terapkan kedisiplinan protokol kesehatan (Prokes) Tatanan Kehidupan Era Baru. “Selalu ingat pakai masker, jaga jarak dan terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam menjalankan aktivitas,” ajak Gubernur Koster.
Gubernur Koster mengatakan bahwa Pemprov Bali terus bekerja bekerja keras untuk menangani pandemi covid-19, di sisi lain juga berupaya memulai memulihkan perekonomian dan sektor-sektor kemasyarakatan lain. Hal ini menurutnya sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo.

“Bapak Presiden yang mengundang saya langsung di Istana Bogor, menyampaikan dua hal ini harus dijalankan. Penanganan Covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi. Dua-duanya harus dijalankan dengan baik. Protokol kesehatan tetap dijaga namun ekonomi masyarakat harus sudah mulai berjalan. Warung-warung mulai dibuka sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan mereka,” tutur Gubernur kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.

Dalam upaya pemulihan ekonomi, Bali sendiri kata Gubernur Koster telah menyiapakan berbagai rencana melalui Tiga Tahapan Penerapan Tata Kehidupan Era Baru Provinsi Bali. Untuk tahapan pertama telah mulai diberlakukan pada Kamis, 9 Juli 2020 lalu yang ditandai dengan mulainya aktivitas pariwisata untuk masyarakat lokal.

Selanjutnya tahapan kedua akan dimulai pada 31 Juli 2020, dalam dekat ini yang ditandai dengan pembukaan pariwisata domestik. “Sebelum nantinya kita menuju tahapan ketiga, 11 September mendatang, untuk pembukaan pariwisata internasional,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga mengapresiasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Jembrana yang menjadi daerah dengan kasus terendah di Pulau Dewata. “Untuk itu saya sebagai gubernur mendukung langkah yang dilaksanakan bapak Bupati beserta jajaran. Kabupaten Jembrana paling sedikit kasus positifnya serta angka kesembuhannya tinggi,” ujarnya.

Pihaknya pula memastikan bahwa berbagai pembangunan infrastruktur di kabupaten paling ujung barat Bali ini akan tetap terlaksana. Di antaranya pembangunan jalan tol Gilimanuk-Denpasar akan dilaksanakan sesuai jadwal sesuai komitmen Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono . “Bapak Menteri (Basuki Hadimuljono, red) akan meninjau langsung, dan tak hanya itu, Jembrana akan dibangun sentra kendaraan listrik berbasis baterai serta panel surya. Ditambah pembangunan SMA Negeri,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga mengapresiasi kerja keras masyarakat khususnya Satgas Gotong Royong Desa Adat yang bekerja tanpa kenal lelah dalam meminimalisir penularan Covid-19 di Bali. “Penanganan Covid-19 di Bali mendapatkan pujiam dari pemerintah pusat. Angka kesembuhan pun peringkat kedua secara nasional setelah Sumbar (Sumatera Barat, red). Saya juga mengajak masyarakat untuk mengikuti pararem pencegahan Covid-19 yang telah diterapkan desa adat, juga jangan henti-hentinya berdoa agar pandemi ini cepat berakhir dan semuanya bisa bergairah lagi seperti dulu,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana Putu Artha mengucapkan terima kasiht terhadap perhatian Gubernur Bali yang telah turun langsung ke Gumi Makepung untuk menyalurkan bantuan kepada warganya. “Semoga protokol kesehatan dan Tata Kehidupan Era Baru yang dicanangkan bapak Gubernur bisa berjalan baik, dan Jembrana yang menjadi daerah terendah dalam penyebaran Covid-19, dan Bali secara keseluruhan bisa terbebas sepenuhnya,” ujarnya. (agp-ags)




Gilimanuk, Petugas Gabungan Terus Perketat Pintu Masuk Bali 24 Jam Non Stop, Pastikan Orang Masuk Bali Sesuai Ketentuan

NangunSatKerthiLokaBali.com – Penjagaan ketat terus digelar di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana. Aparat Satpol PP bersinergi dengan Dinas Perhubungan, Diskominfos, TNI / Polri, Pecalang dan relawan memastikan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) melalui darat yang masuk ke Bali sudah sesuai ketentuan / peraturan yang berlaku.

“Kami terjunkan tim sebanyak 8 orang, gantian setiap 3 hari, bergabung dengan teman-teman dari Dinas Perhubungan, Dinas Kominfos, TNI / Polri, Pecalang serta relawan lainnya. 24 jam non stop kami jaga pintu masuk Bali guna memastikan tidak ada yang lolos,” ungkap Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi ditemui di Denpasar, Sabtu sore (27/6).

Lebih lanjut Dewa Dharmadi memastikan orang masuk Bali sudah sesuai ketentuan seperti melengkapi diri dengan surat keterangan rapid test, mengisi form cek diri, adanya penjaminan serta mempunyai tujuan yang pasti ke Bali.

Tidak sedikit muncul protes dari PPDN, khususnya dari sopir atau awak kendaraan logistik terkait penerapan aturan PPDN / awak kendaraan harus rapid test masuk ke Bali. Namun, Dewa Dharmadi mengakui, bisa mengatasinya dan memberikan penjelasan serta alasan-alasannya dengan cara manusiawi sehingga bisa diterima dengan baik.

“Regulasinya mengharuskan PPDN yang masuk melalui pelabuhan harus mengantongi hasil rapid tes negatif jika masuk ke Bali. Bukan untuk siapa-siapa, tapi demi kebaikan masyarakat Bali yang kita cintai,” ujar Pejabat asal Nusa Penida ini penuh semangat.

Diakuinya jumlah sopir dan penumpang yang harus dicek sangat banyak sementara petugas yang bertugas di sana jumlahnya terbatas. Bahkan, tambah Darmadi, di jam-jam tertentu yaitu sekitar pukul 02.00 – 06.00 waktu setempat, puncak kekroditan terjadi saking banyaknya penumpang / kendaraan masuk ke Bali.

Namun demikian, pihaknya mengaku akan terus mengawal regulasi yang dikeluarkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster ini. “Persyaratan masuk Bali sudah ditetapkan, yaitu salah satunya hasil rapid test non reaktif bagi pelaku perjalanan darat. Semua usaha itu untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Bali. Kita akan kawal terus.” tegasnya sambil tak henti-hentinya memberikan motivasi kepada aparat yg bertugas.

Dewa Dharmadi berharap kerjasama antar aparat, Pecalang dan Relawan bisa dilanjutkan dan ditingkatkan sehingga penjagaan pintu masuk Bali, khususnya di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk bisa terlaksana dengan baik. (agp/ags)




Matur Suksma, 100 Ribu Bibit Kakao Untuk Petani, Dibantu Made Urip (MU) dan Wagub Jembrana Kembang Hartawan

NangunSatKerthiLokaBali.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mengenjot sektor pertaian khususnya komoditas kakao sinergi dengan sektor lainnya selaras dengan Visi Gubernur Bali Wayan Koster Nangun Sat KerthiLoka Bali.  Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Anggota Komisi IV DPR RI, I Made Urip (MU), memberikan bantuan bibit kakao dan alat-alat pertanian kepada kelompok petani kakao di Kabupaten Jembrana Bali, (26/6) bertempat di Subak Abian Giri Sari, Desa Tukadaya Kecamatan Melaya, Jembrana Bali.

Made Urip menyerahkan sebanyak 100.000 pohon kakao untuk 100 ha dan 17 Subak Abian. Selain itu, juga diserahkan Hand Sprayer sebanyak 38 buah, Alat Potong Rumput Gendong 38 buah, dan NPK 200 ton, dan obat-obatan 260 lt.

Tak hanya itu Pemerintah juga telah melakukan perbaikan infrastruktur pertanian, termasuk pembinaan serta pendampingan penerapan teknologi produksi, termasuk pasca panen di lapangan. “Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani kakao di Jembrana melalui prinsip Tri Sukses (sukses realisasi, sukses pemanfaatan, dan sukses keberlanjutan),” Ujar Kembang.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana, Wabup Kembang menyampaikan terima kasih atas bantuan bibit kakao dan Alsintan dari anggota DPR RI Komisi IV I Made Urip, yang sudah konsisten membantu petani Jembrana dan Bali, khususnya petani kakao. “Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi sektor pertanian, khususnya komoditas kakao jembrana yang sudah dikenal mancanegara,” tandasnya.

Anggota Komisi IV DPR RI, I Made Urip (MU), menyampaikan, pada masa pandemi ini telah mengubah target-target pembangunan di seluruh Indonesia. “MU” mencontohkan di sektor pertanian pada anggaran APBN 2020, dari 22 trilun ada refocusing anggaran dan relokasi hampir senilai Rp 7 T untuk menangani Covid. Sehingga beberapa program pertanian pasti ada yang tidak jalan karena pemotongan anggaran. “Nah khusus pertanian, saya kira masih tetap jalan di Bali untuk penguatan kondisi pangan.

“Kakao Jembrana sudah cukup terkenal. Dari sisi kelembagaan juga tertata rapi dengan hadirnya kelompoknya kelompok taninya. Tinggal mereka diberikan guidance (petunjuk), terutama pada peningkatan produksi, menjaga kulitas hingga pembenihan, bibit berkualitas, dan pasca panen harus diberikan akses pemasaran. Hal ini persoalan serius yang harus digarap bersama,” tutupnya. (agp/ags)

 




Ketua Umum Puri Andul Agung Gempa, Bersama Sinergi Pembangunan Meru Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung Jembrana Yang Tahun Lalu Tersambar Petir

Jembrana, NangunSatKerthiLokaBali.com – Pura Kahyangan Jagat Puncak Luhur Berangbang Agung, terletak di Banjar MundukTumpeng, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Tahun lalu, tepatnya (29/11) terjadi musibah di Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung yaitu terjadi sambaran petir keras yang mengakibatkan kerusakan cukup parah di beberapa bangunan pelinggih utama termasuk meru tumpang 9 serta jaringan kelistrikan turut terbakar.

“Pembangunan Meru tumpang 9 Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung dan perbaikan lainnya sudah sangat urgen dilaksanakan, karena kondisi bangunan meru yang sudah tidak stabil, sementara di topang atau di amankan oleh kawat baja untuk menahan kalau ada angin keras dan getaran lainnya sehingga tidak membahayakan pemedek yang sembahyang” disampaikan Agung Gempa, (20/6).

Pembangunan kembali Meru Tumpang 9 Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung sudah direncanakan dengan baik oleh pengempon Pura dengan perkiraan biaya kurang lebih Rp. 270 juta dengan pembangunan baturan menggunakan batu Karangasem, disampaikan oleh Ketua Pengempon Wayan Mawa.

Kita bersama turut prihatin dan berupaya bersama seluruh pengempon, krama, Desa Adat, Desa, Pemerintah Kabupaten Jembrana, Pemerintah Provinsi, Donatur, dan semua pihak untuk bergandengan tangan bahu membahu untuk bisa mewujudkan pembangunan Meru Tumpang 9 Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung secara bertahap, tandasnya.

I Gusti Agung Ngurah Diputra, SE , M.Si, menyerahkan bantuan ke pantia pembangunan Meru

Walau kita sadari tiga bulan terakhir ini semua pihak masih berkonsentrasi masalah Pandemi Covid-19 yang menimpa hampir seluruh Negara di Dunia, termasuk Bali dan Jembrana pada kususnya. “Ngiring ditengah situasi dan suasana covid-19 niki kita terus berupaya bersama bahu membahu untuk bisa mewujudkan pembangunan niki secara bertahap, Dumogi Ida Hyang Widhi mapaica kerahayuan jagat sedagingnyane, gering ageng Covid 19 mewali tur lebur nuju genah soang-soang” di sampaikan Agung Gempa, yang kesehariannya mengelola perusahan media grup dan industri yang bergerak bidang teknologi informasi kretif digital di Renon Denpasar.

Sebagai bentuk empati Keluarga Besar Puri Andul saat Pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya, berkesempatan menyerahkan sedikit bantuan kepada Pemangku, dan Dana Gotong Royong untuk pembangunan Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung, “Sinampura sampunan cingak akeh nyane, unteng manah subakti sinareng sami” Jangan lihat seberapa besar yang kami haturkan, paling tidak bisa sedikit meringankan beban Pemangku di masa sulit sekarang ini dan bersama gotong royong mewujudkan pembangunan Meru yang kena musibah. Ini akan kami lanjutkan terus tidak berhenti sampai disini, ditegaskan Agung Gempa, didampingi Drs. Anak Agung Putu Radnyana, M.Pd, I Gusti Agung Ngurah Diputra, SE, M.Si, (Pengelingsir, Tokoh Puri Andul) I Gusti Agung Ngurah Mertayasa (perwakilan mangku saren), Gusti Agung Komang Suartama (sekretaris) I Gusti Agung Putu Kiranayasa (baga pawongan). Koordinator Penglingsir Puri Andul I Gusti Agung Ketut Oka Yudhiyasa dihubungi lewat telpon menyampaikan “suksma dahat sinareng sami ngiring terus tincapang subakti ring leluhur Dumogi Ida Hyang Widhi mapaica kerahayuan”.

Drs. Anak Agung Putu Radnyana, M.Pd Menyerahkan Wantuan Sembako Kepada Pemangku

Sebagai upaya sinergi dengan pemerintah dan semua pihak, sesuai dengan arahan Bapak Gubernur Bali Wayan Koster yang sangat konsen dengan jajarannya dalam penanganan dan upaya pemulihan dampak pandemi covid-19 di Bali, Pula Bapak Bupati Jembrana Putu Artha semua pihak sinergi bahu membahu gotong royong dalam mencegah dan menanggulangi dampak Pandemi-Covid 19, Keluarga Besar Puri Andul telah membentuk gugus tugas kecil guna membantu keluarga dalam bentuk masker, sembako dan sedikit uang tunai berfokus kepada semeton yang terdampak Covid-19 seperti semeton lingsir, lansia, pemangku, semeton yg kena PHK dan lainnya yang saat ini sedang berjalan di nahkodai oleh I Gusti Agung Putu Eka Priya Santosa (Agung Cok) dibantu yowana puri.

Ida Pedanda Kaca Magelung (Pasraman Griya Mambal)

Gugus Tugas Puri Andul

Probekel Desa Berangbang I Gusti Putu Surapradnya pula menegaskan seluruh aparatur Desa, Desa Adat, Satuan Gugus Tugas Gotong Royong di Desa sinergi dengan Pemerintah Daerah, Provinsi sedang fokus dan konsentrasi melakukan langkah langkah strategis dalam penanganan percepatan pencegahan penanggulangan Pandemi Covid-19.

Probekel Desa Berangbang I Gusti Putu Surapradnya

Sosialisasi terus digenjarkan, pula penanganan bantuan sosial baik dari desa, desa adat, provinsi, pemerintah pusat, donator, dan dari semua pihak terus kami optimalkan bertahap untuk dapat meringankan beban warga terdampak Pandemi Covid-19 ini, semoga pandemi ini segera berakhir, tandasnya. (Agus/Dwi)




Tinjau Pelabuhan Gilimanuk, Sekda Dewa Indra Pastikan kebijakan Rapid Test Mandiri Terlaksana Dengan Baik

NangunSatKerthiLokaBali- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra untuk kesekian kalinya meninjau langsung perkembangan terbaru terkait penanganan dan pengamanan arus masuk Bali melalui pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. “ Peninjauan kali ini untuk melihat langsung bagaimana situasi terkini di Pelabuhan Gilimanuk setelah Gugus Tugas (penanganan covid-19,red) melakukan update kebijakan khususnya mengenai pelayanan rapid test,” jelas Sekda Dewa Indra di sela kunjungannya Sabtu (20/6) siang.
Sekda menjelaskan setelah sebelumnya Gugus Tugas mengambil kebijakan untuk menyediakan layanan rapid test khususnya dalam masa arus balik lebaran, kini para pelintas daerah wajib melakukan rapid test secara mandiri. Dan untuk setelahnya diperbolehkan masuk Bali apabila mampu menunjukkan surat keterangan rapid test non-reaktif. “ Sekarang di pelabuhan Ketapang saja ada 2 layanan untuk rapid test. Dulu kan tidak ada. Sekarang juga arus balik lebaran sudah selesai dan sudah sewajarnya kita ambil kebijakan (rapid test mandiri, red) tersebut,” tandas Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan covid-19 Bali ini.
Sedangkan untuk respon berupa antrean Panjang kendaraan khususnya truk menurut Sekda Dewa Indra sudah terselesaikan dengan melihat sendiri keadaan di lapangan dimana arus kendaraan sudah terlihat lancar. “Artinya para supir dan penumpang kendaraan tersebut sudah memahami kebijakan kita dan menjalankannya dengan baik,” ujarnya.
Terkait kesediaan alat untuk rapid test, birokrat asal Pemaron, Kabupaten Buleleng ini menyebut kebutuhan Bali antara 1500-2000 kit rapid test setiap harinya di pintu-pintu masuk Bali sebelum kebijakan untuk melaksanakan rapid test secara mandiri bagi para pelintas daerah. Itupun khusus untuk melayani angkutan logistik.“ setelah kita prakondisikan sejak lama, sosialisasi masif, mendorong pelayanan rapid test dan lainnya maka kita ambil kebijakan yakni semua yang masuk Bali harus melakukan rapid test secara mandiri,” tandasnya lagi.
Dalam peninjauannya, Sekda Dewa Indra yang didampingi pula sejumlah kepala OPD terkait meninjau langsung fasilitas rapid test bagi para pelintas daerah serta juga melihat alur pengecekan kelengkapan administrasi kependudukan yang diperlukan sebelum memasuki Bali. Seperti diberitakan sebelumnya selain memperlihatkan surat keterangan rapid test non reaktif, para pendatang juga diwajibkan membawa data kependudukan, surat keterangan kerja, keterangan penjamin serta wajib mengisi aplikasi cekdiri yang nantinya akan memantau keberadaan orang tersebut selama berada di Bali.

Protokol Kesehatan Hal Wajib di Kantor Pelayanan Publik……(sub judul)

Selain meninjau ke Pelabuhan Gilimanuk, Sekda Dewa Indra juga meninjau Unit Pelayanan Samsat Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana. “ Sebagai Ketua Harian gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bali saya melihat bagaimana pelaksanaan protokol Kesehatan di masing-masing fasilitas pelayanan publik, sedangkan dalam kapasitas sebagai Sekda dan Pembina Samsat, saya memastikan pelayanan samsat di daerah tetap prima,” jelasnya.
Kantor samsat menurut Sekda adalah prioritas dalam pelaksanaan protokol Kesehatan yang tertuang dalam tatanan kehidupan Bali era baru mengingat setiap harinya kantor samsat bersentuhan langsung dengan banyak masyarakat. “ jika terjadi kesalahan, ada yang kurang disiplin dalam pelaksanaan protokol Kesehatan maka masyarakat bisa terkena dampak covid-19. Untuk itu saya ingatkan terus kepada kepala-kepala UPT untuk memastikan protokol Kesehatan harus terlaksana dengan baik,” urainya.
Bukan hanya itu, UPT Samsat juga diwajibkan memiliki satuan tugas yang khusus mengawasi dan memastikan protokol Kesehatan berjalan dengan baik. “ harus ada semacam satgas kecil di tiap UPT yang antara lain bertugas mengecek sabun, hand sanitizer, mengingatkan physical distancing, dan lainnya sehingga protokol kesehatan ini bisa berjalan secara kontinyu, tanpa ada potensi penularan baru,” kata mantan Kepala BPBD Bali ini. “ Ini penting untuk memberikan rasa kepercayaan kepada masyarakat bahwa meskipun kantor pelayanan public buka seperti biasa namun jika kita disiplin dalam menjalankan protokol Kesehatan maka tidak akan ada transmisi lokal,” pungkasnya. (agp)




Tak Henti Menyapa Rakyat Kecil, Ny Putri Koster Gelar “Penggak PKK” Kini Di Bumi Makepung

Jembrana, NangunSatKerthiLokaBali.com – Setelah sebelumnya di Klungkung pada Senin (1/6) lalu, kali ini Tim Penggerak PKK Provinsi Bali kembali menggelar ‘Penggak PKK’ di Balai Banjar Puncak Sari, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Rabu (3/6).

Kegiatan tersebut tampak dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster, Bupati Jembrana I Putu Artha dan Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny Ari Sugianti Artha.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengatakan, ‘Penggak PKK’ ini digelar untuk menyapa masyarakat kecil di tengah wabah Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Bali. ‘Penggak’ ini lahir dari keiklasan dan urunan pribadi pengurus TP PKK Provinsi Bali termasuk yang di tingkat kabupaten/kota.

“Yen care di Badung penggak nike tempat kita menggelar dagangan dalam jumlah yang kecil. Lebih kecil dari warung. Kita PKK buka penggak untuk berbagi bahan-bahan kebutuhan dapur untuk ibu-ibu seluruh Bali,” kata istri Gubernur Bali yang akrab disapa Bunda Putri itu.

Kali ini PKK Provinsi Bali bekerja sama dengan PKK Kabupaten Jembrana telah meminta kepala desa untuk memilih 50 orang keluarga yang berhak menerima bantuan dari PKK. Proses pemberian bantuan lewat ‘Penggak PKK’ ini benar-benar mematuhi imbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing demi kesehatan masyarakat.

“Bertahap 10 orang 10 orang supaya tidak berkerumun [sehingga, red] kita dapat melaksanakan kegiatan sesuai keinginan tetapi kita tetap mematuhi imbauan dari pemerintah dengan cara kita berbagi tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata seniman multitalenta itu.

Selain program ‘Penggak PKK’, Bunda Putri selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali sudah menyisihkan anggaran untuk pengadaan 410,9 ton beras dan 90 ribu masker untuk dibagikan ke seluruh Bali.

“Hari ini beras nike turun di Kabupaten Jembrana. Sementara di Klungkung dan di Denpasar sudah. Memang jumlah tonnya banyak, tapi karena kita berbaginya banyak jadi masing-masing keluarga [dapat, red] sekitar 25 kilogram. Kami lakukan untuk menyapa masyarakat bahwa kita senasib sepenanggungan,” katanya, menyampaikan.

Tampak hadir pada kesempatan itu, Kepada Dinas PMD Provinsi Bali Putu Anom Agustina, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny Arini Kembang dan Kadis PMD Jembrana I Wayan Sujana.