Media Center PORDA Bali VII Jembrana Tahun 2005 Menjadi Bagian dari Perjalanan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Layanan Data, Dokumentasi, dan Publikasi
Oleh: Tim Redaksi Media Bali Online
Denpasar– Perkembangan teknologi informasi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Aktivitas yang dahulu membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari, kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit melalui internet, komputasi awan (cloud computing), dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Namun, sekitar dua dekade lalu, kondisi tersebut masih jauh dari kenyataan.
Pada tahun 2005, ketika Kabupaten Jembrana menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Bali VII, pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan kegiatan berskala provinsi masih berada pada tahap awal. Akses internet belum merata, media sosial belum berkembang, dan proses pengelolaan data maupun distribusi informasi masih mengandalkan komputer desktop dengan jaringan internet yang terbatas.
Dalam situasi itulah lahir sebuah Media Center PORDA Bali VII, yang berfungsi sebagai pusat layanan data, informasi, dokumentasi, dan publikasi bagi wartawan, panitia, serta kontingen peserta. Kehadiran Media Center menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kecepatan penyampaian informasi sekaligus menata dokumentasi penyelenggaraan kegiatan secara lebih sistematis.
Media Center tersebut merupakan hasil rancangan dan inisiasi I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana, atau yang lebih dikenal sebagai Agung Gempa, praktisi teknologi informasi asal Bali yang sejak tahun 1996 aktif mengembangkan berbagai solusi digital di bidang pemerintahan, media, pendidikan, pelayanan publik, dan organisasi.
Menurut Agung Gempa, gagasan membangun Media Center lahir dari kebutuhan yang sangat praktis. Tujuannya bukan menciptakan teknologi baru, melainkan memanfaatkan teknologi yang tersedia pada saat itu agar pelayanan kepada media, panitia, dan masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, lebih tertata, dan lebih efektif.
“Saat itu kami tidak berbicara mengenai Artificial Intelligence ataupun cloud computing. Fokus kami sederhana, yaitu bagaimana data pertandingan, dokumentasi, dan informasi dapat dikelola dengan lebih baik sehingga dapat disampaikan kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan mudah diakses,” kenangnya.
Media Center mengintegrasikan pelayanan informasi pertandingan, dokumentasi foto, pengelolaan hasil pertandingan, serta dukungan teknis bagi wartawan dalam memperoleh informasi secara lebih terstruktur. Jika dibandingkan dengan teknologi saat ini, fasilitas tersebut tentu terlihat sederhana. Namun pada masa itu, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung tata kelola informasi dalam sebuah kegiatan olahraga tingkat provinsi.
Mengikuti Setiap Perubahan Teknologi
Pengalaman membangun Media Center PORDA Bali VII menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang Agung Gempa di dunia teknologi informasi. Sejak mulai menekuni bidang tersebut pada tahun 1996, ia mengikuti berbagai fase perkembangan teknologi, mulai dari komputer personal, internet, website, media digital, media sosial, komputasi awan, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence yang kini berkembang sangat cepat.
Menurutnya, setiap fase perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Karena itu, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi faktor penting agar seseorang tetap relevan di tengah perubahan yang berlangsung semakin cepat.
Prinsip tersebut hingga kini terus diterapkannya melalui berbagai aktivitas di bidang perusahaan, media digital, lembaga pendidikan dan pelatihan, jasa konsultansi, koperasi, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi. Bagi Agung Gempa, teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Teknologi akan terus berubah. Yang terpenting bukan sekadar mengikuti perkembangannya, tetapi bagaimana kita mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas, memperbaiki pelayanan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Momentum bagi Generasi Muda
Memasuki era Artificial Intelligence, Agung Gempa menilai generasi muda saat ini memiliki kesempatan yang jauh lebih besar dibandingkan generasi dua puluh tahun lalu. Akses terhadap ilmu pengetahuan semakin terbuka, perangkat teknologi semakin terjangkau, dan berbagai platform digital dapat dimanfaatkan untuk belajar, bekerja, maupun membangun usaha.
Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak berhenti pada posisi sebagai pengguna teknologi, tetapi berani menjadi pelaku inovasi.
“Generasi hari ini adalah generasi yang paling beruntung. Hampir semua sumber belajar tersedia, teknologi semakin mudah diakses, dan peluang untuk berkarya terbuka sangat luas. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi jadilah pencipta solusi. Jangan menjadi penonton perubahan, tetapi jadilah bagian dari perubahan itu sendiri. Teruslah belajar, berani berinovasi, dan manfaatkan teknologi untuk memberikan manfaat bagi profesi yang kita jalani serta bagi masyarakat luas,” pesannya.
Belajar dari Sejarah, Menyongsong Masa Depan
Dokumentasi Media Center PORDA Bali VII yang masih tersimpan hingga kini bukan sekadar arsip kegiatan olahraga. Dokumentasi tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi digital dibangun melalui proses panjang, keberanian mencoba pendekatan baru, serta kemauan untuk terus belajar mengikuti perkembangan teknologi.
Perjalanan dari komputer monitor tabung menuju era Artificial Intelligence menunjukkan bahwa teknologi akan selalu berkembang. Namun satu hal yang tidak berubah adalah pentingnya manusia untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menciptakan solusi.
Bagi Agung Gempa, keberhasilan di era digital tidak ditentukan oleh siapa yang memiliki perangkat paling canggih, melainkan oleh siapa yang mampu terus belajar, beradaptasi, dan menggunakan teknologi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi profesinya, organisasinya, dan masyarakat luas.
