Wujudkan Pelayanan Mata Berstandar Dunia, RS Mata Bali Mandara Perkuat Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Paviliun ABMEC

DENPASAR – Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi Medical Tourism, Rumah Sakit Mata Bali Mandara (RSMBM) menggelar kegiatan penyuluhan Smart Friday, Jumat (09/01/2026). Kegiatan ini mengangkat topik strategis: “Pelayanan Mata Berstandar Dunia dari Bali: Paviliun Australia Bali Memorial Eye Centre (ABMEC) RSMBM”.

Hadir sebagai narasumber, dr. A.A Sagung Kumala Ningrat, yang memberikan pemaparan langsung di hadapan para pasien dan keluarga di Ruang Tunggu Poliklinik RS Mata Bali Mandara. Dalam penyuluhannya, beliau menekankan bahwa keberadaan Paviliun ABMEC adalah bukti nyata bahwa Krama Bali kini dapat mengakses layanan kesehatan mata dengan standar internasional tanpa harus ke luar negeri.

Selaras dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Kegiatan edukasi ini merupakan implementasi nyata dari visi Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, khususnya dalam Bidang Kesehatan. Sesuai dengan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan (100 Tahun Bali Era Baru), penguatan sarana dan prasarana kesehatan merupakan prioritas utama untuk mencetak SDM Bali yang unggul, sehat, dan berdaya saing.

Capaian ini terintegrasi dalam misi ke-21 hingga ke-25 pembangunan Bali yang fokus pada peningkatan kualitas hidup rakyat. Dengan fasilitas berstandar dunia di ABMEC, RSMBM tidak hanya melayani Krama Bali secara inklusif, tetapi juga mendukung kemandirian Bali dalam sektor kesehatan.

Transformasi Kesehatan Bali Era Baru Dalam narasi besar pembangunan Bali, kesehatan adalah fondasi utama. Gubernur Koster secara konsisten mengawal peningkatan mutu layanan publik. Paviliun ABMEC menjadi simbol sinergi internasional yang diletakkan di atas tanah Bali untuk kemanusiaan.

“Penyuluhan Smart Friday ini bertujuan agar masyarakat memahami bahwa Bali telah memiliki fasilitas medis kelas dunia. Ini adalah bagian dari bakti tulus untuk Krama Bali, agar setiap warga mendapatkan hak kesehatan mata yang optimal demi masa depan yang lebih cerah,” ujar dr. A.A Sagung Kumala Ningrat.

Melalui sosialisasi yang masif di media mainstream dan media sosial, diharapkan Krama Bali semakin bijaksana dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan daerah yang telah tertata dengan standar global, menuju Bali yang Ajeg, Lestari, dan Sejahtera.

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai