1

Wagub Cok Ace Apresiasi Penyelenggaraan Indonesia Marketeers Festival 2021

Wagub Cok Ace Apresiasi Penyelenggaraan Indonesia Marketeers Festival 2021

(NSKLB) – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati secara resmi membuka acara Event Roadshow Marketing pertama dan terkini yaiti “Indonesia Marketeers Festival 2021” secara daring pada Kamis (16/9).

Wagub Cok Ace Apresiasi Penyelenggaraan Indonesia Marketeers Festival 2021

Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace mmeberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan event positif ditengah situasi pandemi saat ini. Menurutnya, gelaran pemasaran yang digelar sejak tahun 2013 tersebut mampu menjadi ajang bagi pelaku pemasaran untuk mendapatkan ilmu dan insight menarik serta paling update untuk diaplikasikan di dunia pemasaran Indonesia. Terlebih tahun 2021, Indonesia Marketeers Festival hadir dengan konsep baru dan dilaksanakan secara serentak di lima kota besar di Indonesia, yaitu Semarang, Denpasar, Solo, Bandung, dan Surabaya dalam bentuk online event. Melalui event ini, diharapkan masyarakat tetap dapat kreatif dan produktif di masa pandemi dengan memaksimalkan berbagai peluang.

Selain itu, Indonesia Marketeers Festival 2021 dengan tema “Winning In The Recovery Era: 5 Jurus Memenangkan Persaingan Pasar”. Di sini, MarkPlus, Inc. akan mengupas tuntas mengenai bagaimana mengoptimalkan lima jurus memenangkan persaingan pasar melalui 5 Magic Words yaitu Digital, Human, Local, Global, Balance.

Untuk itu, dengan tema yang sangat menarik Wagub Cok Ace berharap para peserta dapat mengikuti dengan baik dan kemudian dapat mengaplikasikan ilmu tersebut kedunia pekerjaan sehingga dapat berimbas positif dalam pengembangan usaha ekonominya.

Untuk diketahui, Pada IMF 2021 terdapat tiga sesi pembahasan yang tak kalah menarik, yaitu Marketing compass session, Year of Opportunity & Investment Session, dan Entrepreneurial Marketing Session dengan menghadirkan banyak pembicara dari berbagai industri, dan tentunya akan lebih banyak melibatkan partisipasi peserta.

Pada Indonesia Marketeers Ferstival 2021, selain menghadirkan Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya, hadir pula Shandy Purnamasari, Founder and Owner MS Glow yang akan berbagi tips dan jurus jitu marketing dalam membesarkan brand paling fenomal selama pandemi Ms Glow. Hadir pula Local Marketing Champion dari berbagai kota yang akan berbagi taktik mereka memenangkan persaingan di masing-masing daerah. (GP)




Tinjau Kesiapan Mall, Wagub Cok Ace : Kami Terus Berupaya Agar Indikator Pendukung Dapat Mempercepat Beroperasi Kembali Mall di Bali

Mal di Bali

BADUNG (NSKLB) Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan bahwa pemerintah Provinsi Bali terus berupaya agar penularan Covid-19 ditengah pandemi segara dapat dihentikan. Oleh sebab itu pihaknya meminta agar semua pihak turut mendukung untuk selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin kapanpun dan dimanapun berada. “Bagi kita semua tentu sudah lelah dengan kondisi seperti saat ini. Ruang gerak yang terbatas menyebabkan roda perekonomian ikut terkena dampak, namun apabila kita memaksakan diri untuk berbaur tanpa menerapkan protokol kesehatan, maka diri kita sendirilah dan keluarga terdekat yang akan merasakan dampak dari virus tersebut. Oleh sebab itu mari bersama kita jaga dan lindungi diri dari paparan Covid-19, agar semua aktivitas seperti sedia kala dapat dilaksanakan,” ujar Cok Ace dalam jumpa pers di sela peninjauan kesiapan mall sebelum kembali di buka, di Beachwalk-Kuta, Badung, Sabtu (4/9).

Ditambahkannya, pihaknya belum berani berjanji secara langsung terkait kapan akan di bukanya kembali empat belas (14) mall besar di Bali ini, namun dirinya sudah terus berupaya agar indikator pendukung menurunnya level 4 di Bali dapat tercapai.

Dari pengamatannya saat peninjauan kesiapan mall, Wagub Cok Ace mengatakan khusus untuk Beachwalk Mall sudah terlihat jelas penyediaan protokol kesehatan sebelum masuk mall, yakni mulai dari pengecekan suhu tubuh, wastafel untuk mencuci tangan, barcode peduli lindungi sebagai alat validasi pengunjung sudah melakukan vaksinasi yang merupakan salah satu syarat diperbolehkannya masuk ke mall.

Secara nasional untuk melindungi pengunjung dan juga penyedia layanan dari penularan Covid-19, wajib diberlakukan transaksi pembayaran menggunakan non-tunai atau QRIS.

Aplikasi pembayaran QRIS ini sudah di dukung oleh perbankan yang ada di Bali, yakni melalui M-Banking yang bisa di download di telepon seluler, tersedia juga pada pembayaran di aplikasi Gopay, OVO dan DANA.

“Aplikasi nirsentuh (QRIS) ini bisa digunakan untuk mengurangi penularan Covid-19, ke depan kita hanya akan fokus menggunakan handphone pribadi yang ada di genggaman tangan kita saja. Sehingga sentuhan dengan orang lain dan barang dapat dihindari seoptimal mungkin,” imbuh Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali Trisno Nugroho yang juga hadir mendampingi Wakil Gubernur Cok Ace.

Dari target 360 ribu, khusus untuk wilayah Bali terdaftar sebanyak 280 ribu merchandise yang menggunakan QRIS, sehingga Bali menduduki posisi ke tujuh (7) dari 34 Provinsi se-Indonesia pengguna QRIS, dalam upaya mewujudkan transaksi nirsentuh.

Selain menghindari Penularan Covid-19 melalui sentuhan, penggunaan QRIS juga dimaksudkan untuk menghindari kembalian rupiah yang diganti dengan permen dan juga menghindari beredarnya uang palsu ditengah masyarakat.
Selain mall besar QRIS juga dapat disiapkan oleh pedagang yang ada di pasar tradisional.

Penerapan aplikasi “Peduli Lindungi” sebagai syarat masuk mall untuk memastikan pengunjung tersebut sudah melakukan vaksinasi, selain untuk mempercepat pengecekan, aplikasi ini juga menunjukkan data yang valid, disamping adanya kejadian pemalsuan surat PCR. “Apabila semua sudah ada di genggaman kita, maka semua akan lebih mudah, lebih cepat dan lebih terjamin, sedangkan apabila ada hal yang kurang tentu kita semua stakeholder terkait akan segera melakukan pembenahan agar perputaran ekonomi bagi masyarakat Bali dapat kembali pulih dan normal,” imbuh Wagub Cok Ace. (GP)




Wagub Cok Ace Sambut Kedatangan Atlet Peraih Medali Paralimpiade Tokyo

Wagub Cok Ace

Badung (NSKLB) Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa menyambut kedatangan Ni Nengah Widiasih, atlet angkat besi putri peraih medali perak pada ajang Paralimpiade Tokyo 2020 yang tiba di terminal kedatangan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (4/9/2021) siang. Turun di kelas 41 kg, atlet kelahiran Karangasem 12 Desember 1992 itu mengharumkan nama Indonesia berkat angkatan terbaik 98 kg pada babak final yang berlangsung pada Kamis (26/8/2021). Medali perak yang dipersembahkan Widiasih menjadi yang medali pertama bagi kontingen Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

Wagub Cok Ace

Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali, Wagub Cok Ace menyampaikan selamat dan apresiasi atas prestasi membanggakan yang diraih oleh Nengah Widiasih di ajang olahraga dunia tersebut. “Hari ini merupakan hari yang membahagiakan bagi kita karena salah satu putri terbaik kita kembali setelah mengikuti ParalimpiadeTokyo dengan membawa prestasi luar biasa,” ucapnya. Disebutkan oleh Wagub Cok Ace, apa yang diraih oleh Widiasih tak hanya mengangkat nama Bali, namun juga mengharumkan nama Indonesia. Terkait dengan prestasi yang diraih, secara khusus ia menyampaikan terima kasih atas dukungan orang tua dan pelatih karena memberi kesempatan Widiasih untuk mengasah bakat serta kemampuan yang ia miliki. Guru Besar ISI Denpasar ini menyemangati Widiasih agar terus berlatih untuk meningkatkan prestasi pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Ditambahkannya, apa yang diraih Widiasih bisa menjadi motivasi bagi yang lain. “Dari Widiasih kita belajar tentang semangat. Jika bakat yang ada dalam diri sungguh-sungguh diasah, saya yakin kita semua bisa mengukir prestasi di bidang masing-masing,” urainya.

Wagub Cok Ace, Atlet Bali

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, Pemprov Bali memberi bonus sebesar Rp. 50 juta kepada atlet angkat besi berusia 28 tahun itu. Wagub menyampaikan, apa yang diberikan pemerintah memang belum sebanding dengan perjuangan Widiasih dalam mengharumkan nama bangsa. Namun ia berharap hal ini bisa dimaklumi karena situasi prihatin yang saat ini dihadapi pemerintah dan masyarakat. “Dibandingkan dengan prestasi yang dicapai, jumlah yang bisa kami berikan memang tak seberapa. Tapi kita berharap ini bisa menjadi penambah kebahagian,” imbuhnya.

Widiasih menyampaikan terima kasih atas besarnya perhatian yang ditunjukkan pemerintah dan seluruh komponen masyarakat. Secara khusus, ia menghaturkan apresiasi kepada insan pers Indonesia yang mengikuti perjuangannya bersama atlet lainya di ajang Paralimpiade Tokyo. “Mulai dari pelatnas hingga pertandingan di Tokyo, rekan-rekan media Indonesia terus mengabarkan perjuangan kami. Sehingga atlet paralimpiade menjadi dikenal luas oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya. Setelah ini, ia mengaku tak punya banyak waktu untuk beristirahat dan berkumpul lama-lama dengan keluarga karena harus mempersiapkan diri mengikuti di World Championship di Georgia, November 2021 mendatang. Widiasih menyebut, kejuaraan ini merupakan kualifikasi pertama untuk Paralimpiade Paris 2024. Dengan memohon dukungan dan doa dari masyarakat Indonasia khususnya Bali, ia menargetkan bisa meningkatkan prestasi di Paralimpiade Paris.
Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bali I Komang Dharma Wijaya menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih salah satu atletnya. Senada dengan Widiasih, ia berharap prestasi itu ke depannya bisa terus ditingkatkan. (GP)