Suksma Pak Nyoman Partha, Hargai Kerja Petani Bali, Partha Borong 3 Ton Ketela

Bagikan:

Denpasar, NangunSatKerthiLokaBali.com – Nyoman Partha, sederhana dan selalu bersahaja dengan siap saja, ide ide kreatifnya berfokus pro rakyat, dia merupakan anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP.

Ditengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat perekonomian lesu kususnya Bali, sektor unggulan pariwisatanya lumpuh total, sehingga membuat multiflayer efek kepada banyak sektor kususnya sektor pertanian dan sektor lainnya di Bali.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Maret 2020 sebesar 102,09 atau turun 1,22 persen. Padahal dalam situasi pandemi Covid-19, petani terus bekerja memproduksi berbagai komoditas pangan, termasuk Ketela. Karena itu petani yang memiliki jasa besar ini perlu mendapat penghormatan tinggi. “Saya membeli Ketela dari petani sebanyak 3 ton dari Wilayah Rendang dan Selat Karangasem. Langkah ini sebagai apresiasi saya terhadap petani,” di sampaikan anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta saat dihubungi vial Online, saat mengunjungi lokasi wilayah pertanian ketela, Jumat (22/5/2020).

Legislator asal Bali ini berharap semoga langkah ini diikuti oleh yang lainnya. Pilihan umbi-umbian khususnya Ketela, karena ingin menyejajarkan antara Ketela dengan beras. “Kemudian mengkolaborasi beras dengan ketela terutama generasi milenial yang relatif tidak kenal ketela,” ujarnya.

Menurut anggota Fraksi PDIP, Ketela atau banyak orang menyebut ubi jalar merupakan salah satu pengganti karbohidrat yang baik untuk tubuh. Selain mengandung karbohidrat yang tinggi, juga mengandung berbagai antioksidan dan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan.

Berikut ini adalah kandungan gizi ubi jalar, antara lain karbohidrat dan serat sebagai energi ketela memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang baik. Serat pada ubi jalar membantu pencernaan agar mudah mengolahnya. Hal ini menjadikan ubi jalar sumber energi yang baik untuk tubuh. Selain itu, ketela dapat dijadikan pengganti nasi. Sehingga yang mengonsumsi dapat kenyang lebih lama. Dalam 100 gram ketela mengandung 27 gram karbohidrat.

Indeks Glikemik Rendah. Indeks glikemik adalah satuan yang digunakan untuk menggambarkan kecepatan suatu zat makanan (terutama karbohidrat) untuk meningkatkan kadar gula darah. Indeks Glikemik ubi jalar dibawah 55 yang sangat baik dikonsumsi terutama penderita diabetes. Memiliki berbagai macam mineral penting.

Ubi ketela mengandung berbagai mineral penting tubuh seperti, kalsium, natrium, fosfor, magnesium, dan kalium. Mineral-mineral ini berperan penting bagi tubuh yaitu untuk memperlancar aliran darah ke jantung.  Mengandung vitamin A yang tinggi yang sangat baik untuk mata dan membantu pertumbuhan tubuh. Kaya akan asam amino. Asam amino dibutuhkan untuk menjaga kekebalan tubuh. Ketela pun baik untuk penderita diabetes karena dapat membentuk hormon seperti hormon insulin dan tiroid.

Jika dilihat dari kandungan gizi pada ketela, disimpulkan bahwa ubi jalar merupakan makanan yang mengandung karbohidrat sebagai sumber energi bagi tubuh. Keunggulan ubi jalar dibandingkan nasi adalah kandungan serat yang tinggi yang sangat baik untu pencernaan. Selain itu, kandungan mineral dan vitamin yang tidak terdapat pada nasi sangat bermanfaat bagi tubuh. Sehingga mengkonsumsi ketela sebagai makanan pengganti nasi atau sebagai campuran nasi adalah hal yang tepat. Jadi makan ketela bukan menjadikan kita miskin dan menderita, ditegasnya Nyoman Partha. *admin*

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *