Putri Koster: “Cegah Stunting Itu Penting”

Dalam Acara Ngobras di Gema Merdeka

(nangunsatkerthilokabali.com) – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom menjadi narasumber dalam acara Ngobras di Radio Gema Merdeka dengan tema “Cegah Stunting itu Penting”, pada Senin (Soma Paing Merakih), 25 Juli 2022.

Terdapat beberapa poin penting yang disampaikan oleh Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri, dimana sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali sangat peduli terhadap pencegahan stunting di Bali, dimana stunting berkaitan dengan generasi penerus bangsa. Jika generasi penerus bangsa tidak dijaga dengan baik maka bagaimana masa depan bangsa jika tidak ada regenerasi pemimpin bangsa. Untuk itu, pencegahan stunting harus dilakukan secara masif tidak hanya dari Pemerintah, namun juga dari masyarakat dan yang terpenting dari remaja putri yang akan menjadi seorang Ibu.

Lebih lanjut, Putri Koster mengatakan bahwa stunting merupakan program nasional yang harus kita jalani, jika tidak maka kita akan ketinggalan. Untuk itu dalam pencegahan stunting, Putri Koster meminta masyarakat tidak lalai dalam menjaga 1000 hari pertama masa pertumbuhan anak dari dalam kandungan sampai pada umur dua tahun.

Ny. Putri Koster juga menyampaikan bahwa banyak yang salah pengertian bahwa stunting hanya menyasar masyarakat yang kurang mampu, namun sebaliknya stunting tidak menyasar pada kondisi ekonomi, namun stunting disebabkan karena kelalaian pada pemberian makanan yang sehat dan bergizi. Makanan sehat tidak harus mahal, yang penting makanan tersebut harus bergizi yang mengandung vitamin-vitamin alami dari alam. Bukan makanan yang siap saji dan mengandung banyak pengawet atau MSG, makanan tersebut justru tidak sehat dan tidak bergizi. Jadi para wanita hamil dan para orang tua harus memperhatikan asupan gizi makanan, sehingga makanan yang diberikan akan membuat pertumbuhan yang sehat. “Jadi para calon ibu harus memperhatikan kondisi kesehatannya, baik dari pola istirahat, pola makan, asupan vitamin, pemeriksaaan kandungan sehingga tidak terjadi anemia pada ibu hamil atau KEK. Dan ketika anak lahir juga jangan lalai dalam memberikan asupan makanan, harus diperhatikan benar makananya, tidak perlu mahal yang terpenting memiliki nilai gizi,” tutur Putri Koster.

Berdasarkan hal tersebut, maka Putri Koster menyampaikan bahwa dalam kegiatan PKK, terdapat Program unggulan HATINYA PKK yang didalamnya selain PKK memiliki tugas untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan stunting juga melakukan aksi sosial dengan terjun langsung ke masyarakat dalam menyalurkan bantuan Pemerintah dengan menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan dan beberapa Dinas terkait baik dalam memberikan bantuan kepada Ibu Hamil, Balita dan para lansia. “Turun ke lapangan juga kita lakukan dalam rangka mengajak Ibu-Ibu PKK untuk menggeliatkan sosialisasi pencegahan stunting di masing-masing wilayah, khususnya pada lingkungan terkecil di dalam keluarga, jika ini dilakukan secara masif maka niscaya angka stunting dapat kita tekan sampai tidak ada lagi stunting di Bali,” ungkap Bunda Putri yang gemar berpuisi ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom menyatakan bahwa stunting tersebut bukan penyakit, tapi orang yang stunting sangat mudah terkena penyakit. Angka stunting di Bali sendiri pada tahun 2021 sebesar 10,9% merupakan angka terendah dari rata-rata Nasional. Namun, Bali tetap berkomitmen untuk memberantas stunting, sehingga generasi penerus Bali kedepan adalah anak-anak yang tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas dan sehat.

Dalam upaya pencegahan stunting dilakukan dua intervensi yaitu Intervensi Spesifik yaitu intervensi yang murni dari sisi kesehatan seperti pemberian obat penambah darah kepada ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara berkala, posyandu dan lainnya. Selanjutnya intervensi sensitif, yaitu di luar kesehatan dimana memberikan pengaruh 70% dari keberhasilan pencegahan stunting yaitu pemberian edukasi terhadap para remaja putri yang akan memasuki jenjang pernikahan, baik edukasi terkait kesehatan kehamilan, sanitasi dan lainnya. Untuk itu, Pemerintah menggandeng TP PKK Provinsi Bali dalam melakukan sosialisasi serta bekerjasama dengan organisasi lainnya, sehingga sosialisasi secara masif dapat terus dilakukan.

(AGP/GK)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.