Profile I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa): Penggerak Digital Bali dari Mendoyo Dangin Tukad hingga Membawa Inspirasi UMKM, Koperasi, dan Desa Adat ke Kancah Global

Denpasar, Bali – Dalam lanskap transformasi digital Bali yang terus berkembang, muncul satu profil yang menjadi titik temu antara teknologi, budaya, dan ekonomi kerakyatan. Nama I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa) kini dikenal luas sebagai praktisi Teknologi Informasi dan Media Digital yang telah berkiprah di Bali sejak tahun 1994, penuh dengan deretan perjalanan karir yang melibatkan digitalisasi layanan publik, pemberdayaan UMKM, koperasi, dan desa adat, hingga pengelolaan media mainstream dan kanal YouTube yang membawa inspirasi Bali untuk dunia.

Agung Gempa lahir di Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kabupaten Jembrana, pada tahun 1976. Latar belakang desa adat yang kuat dalam nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal menjadi benang merah dalam setiap langkahnya di dunia digital. Ia tidak hanya mengedepkan efisiensi teknologi, tetapi selalu menempatkan budaya, seni, agama, dan identitas lokal sebagai inti yang tidak boleh hilang di tengah arus modernisasi.

“Saya lahir dan tumbuh di Mendoyo Dangin Tukad, di Jembrana. Nilai-nilai desa adat, persaudaraan, dan kearifan lokal menjadi bagian dari cara saya berpikir dan berkarya di dunia digital,” demikian kilas balik Agung Gempa dalam berbagai kesempatan diskusi publik.

Dari Era Awal Digitalisasi hingga Kolaborasi dengan Polda Bali

Perjalanan karir Agung Gempa di ranah teknologi dan komunikasi dimulai sejak era digitalisasi awal di Indonesia, ketika akses internet dan teknologi informasi masih sangat terbatas. Sejak tahun 1994, ia aktif dalam berbagai proyek digitalisasi di berbagai instansi, mulai dari pelayanan berbasis digital di pemerintah dan kepolisian, hingga pengembangan sistem informasi dan media digital untuk UMKM serta komunitas lokal.

Salah satu gebrakan penting yang tercatat dalam sejarah digitalisasi Bali adalah kolaborasi dengan Polda Bali pada tahun 2015. Pada saat itu, digitalisasi belum se-masif seperti sekarang, namun Polda Bali sudah menjadi pelopor pelayanan berbasis digital di Indonesia melalui gebrakan bersama Agung Gempa. Peristiwa ini menegaskan posisinya sebagai salah satu penggerak utama transformasi digital lembaga publik di Bali.

PT Simas Bali dan Grup Media Digital: Membangun Narasi Positif bagi Bali

Kini, Agung Gempa memimpin berbagai inisiatif transformasi digital melalui PT Simas Bali dan grup media digital yang mencakup:

Nangunsatkerthilokabali.com – media mainstream yang mengedepkan narasi positif terkait pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, budaya, ekonomi kreatif, UMKM, koperasi, dan kebijakan publik.

Mediabalionline.com – portal media online yang memuat video, artikel, dan diskusi tentang ekonomi kreatif berbasis budaya, teknologi, AI untuk UMKM, serta pemberdayaan usaha kecil menengah.

YouTube @balidigitalchannel – wadah edukasi dan inspirasi terkait transformasi digital UMKM, koperasi, dan desa adat Bali.

YouTube @BaliInspire – kanal yang membawa inspirasi Bali untuk dunia, menampilkan keindahan budaya, tradisi, ekonomi kreatif, dan transformasi digital yang selaras dengan identitas Bali.

Agunggempa.Nangunsatkerthilokabali.com – halaman profil publik yang menjadi pusat informasi mengenai perjalanan karir, kegiatan, dan visi-misi Agung Gempa.

Melalui grup media digitalnya, Agung Gempa berupaya membangun narasi positif yang menginspirasi kemajuan daerah, memperkuat identitas budaya Bali, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Pereka Ekosistem Digital UMKM, Koperasi, dan Desa Adat

Agung Gempa memposisikan diri sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya Bali, dengan fokus pada digitalisasi koperasi dan penguasaan SDM IT desa. Tujuannya jelas: agar potensi lokal dapat diangkat ke kancah global, sehingga UMKM dan koperasi semakin kompetitif, terhubung dengan pasar digital, dan mampu bersaing secara global.

“Kami dorong digitalisasi koperasi dan penguasaan SDM IT desa, agar potensi lokal tidak hanya menjadi cerita di dalam desa, tetapi dapat diakses dan dikonsumsi oleh pasar global,” tegasnya dalam berbagai forum.

Dalam konteks ini, ia juga aktif mendorong DPRD Bali untuk mulai membangun regulasi dan kebijakan kongkrit yang mendukung program seperti KB Bali Plus! dan berbagai kebijakan publik lainnya, agar pembangunan Bali dapat berjalan lebih terarah dan berdampak luas bagi masyarakat.

Desa Adat: Lestarikan Budaya, Seni, Agama, dan Kearifan Lokal

Terkait peran di desa adat, Agung Gempa menekankan bahwa Desa Adat harus fokus pada lestarikan budaya, seni, agama, dan kearifan lokal, serta menjaga alam dan lingkungan. Ia aktif memberikan pandangan dan dorongan untuk memperkuat peran desa adat sebagai kesatuan masyarakat hukum adat yang memiliki hak asal usul, sekaligus menjadi garda depan pelestarian identitas Bali di era digital.

“Desa Adat adalah kesatuan masyarakat hukum adat yang memiliki hak asal usul. Tugasnya bukan hanya mengurus administrasi, tetapi memajukan adat, agama, tradisi, dan kearifan lokal, serta menjaga alam,” tegasnya dalam berbagai diskusi tentang desa adat dan pembangunan Bali.

Bagi Agung Gempa, desa adat adalah rumah budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan, terutama di tengah gempuran teknologi dan arus globalisasi yang semakin deras.

Aktivitas Sosial dan Kemasyarakatan: Berkarya untuk Collective Good

Di ranah sosial dan kemasyarakatan, Agung Gempa aktif dalam berbagai kegiatan yang berorientasi pada kebaikan bersama (collective good), seperti:

Bakti sosial dan persembahyangan bersama, Aksi lingkungan dan pelestarian alam, Workshop dan pelatihan digital untuk UMKM, Bazar UMKM dan jalan sehat, Apel Puncak Hari Koperasi Indonesia

Ia dikenal sebagai tokoh yang menyeimbangkan dunia digital, pendidikan, wirausaha, pertanian, dan kebudayaan, dengan visi mendukung kemajuan ekonomi di Bali dan kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

Praktisi TI Senior, Penggerak Digitalisasi, dan Pengelola Media Mainstream

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang IT dan media digital, serta komitmen terhadap pembangunan Bali yang berkelanjutan, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa) memposisikan diri sebagai:

Praktisi TI senior dan tokoh digital Bali, berasal dari Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kabupaten Jembrana, Penggerak transformasi digital UMKM, koperasi, dan desa adat, Penerbit dan pengelola media mainstream serta media digital yang mengedepkan narasi positif, budaya, dan pembangunan Bali, Brandnya selalu mengutamakan prinsip:  “Berkarya di Digital, Berakar pada Budaya Bali”.

dengan misi: Mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya Bali, Memperkuat fondasi industri kreatif lewat digitalisasi dan media sosial produktif, Membangun narasi positif dan menginspirasi kemajuan daerah serta Indonesia di mata dunia, Menjaga persaudaraan, etika digital, dan jejak digital yang bertanggung jawab di era serba terhubung.

Integrasi dengan Dua Kanal YouTube: @balidigitalchannel dan @BaliInspire

Sebagai bagian dari strategi digital yang semakin matang, Agung Gempa menyempurnakan jejak digital Bali melalui dua kanal YouTube utama:

@balidigitalchannel : Fokus: edukasi, transformasi digital, UMKM, koperasi, kebijakan publik. Konten: tutorial, kisah sukses, diskusi kebijakan, dan dokumentasi kegiatan kemasyarakatan.

@BaliInspire : Fokus: inspirasi budaya, keindahan, storytelling, dan narasi Bali untuk dunia.

Bahasa: bilingual/Inggris. Konten: ritual, tradisi, ekonomi kreatif, dan transformasi digital yang selaras dengan identitas Bali.

Kedua channel ini saling mendukung melalui cross-promo, embed di website, dan playlist bersama, untuk memperkuat narasi “Berkarya di Digital, Berakar pada Budaya Bali”.

Jejak Digital yang Membangun, Budaya yang Tidak Pudar

Melalui trio media utama nangunsatkerthilokabali.com, mediabalionline.com, dan agunggempa.nangunsatkerthilokabali.com, serta kanal YouTube @balidigitalchannel dan @BaliInspire, Agung Gempa berharap dapat terus menjadi salah satu penggerak utama dalam:

Membangun narasi positif, edukatif, dan inspiratif, Mendorong transformasi digital UMKM, koperasi, dan desa adat, Menjaga jati diri budaya Bali di era digital

Semoga jejak digital yang dibangun ini dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Bali: bahwa berkarya di digital tidak pernah berarti harus meninggalkan akar budaya, dan bahwa teknologi justru dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas, ekonomi, serta persaudaraan di Pulau Dewata.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai profil publik, kegiatan, dan kolaborasi bersama Agung Gempa, dapat menghubungi melalui kanal media sosial resmi atau situs web grup media digital yang dikelola.

 

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai