KLUNGKUNG – Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama Pemerintah Provinsi Bali menggelar perayaan Rahina Tumpek Uye sebagai wujud nyata memuliakan hewan dan menjaga keseimbangan alam (Segara Kerthi). Ritual suci ini dipusatkan melalui persembahyangan bersama dan pelepasan berbagai jenis satwa di Pesisir Pantai Watu Klotok, Sabtu (7/2) pada Saniscara Kliwon Wuku Uye.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Ketua TP PKK Klungkung, Ny. Eva Satria. Turut serta Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Sekda Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, serta jajaran Kepala OPD baik dari lingkungan Pemprov Bali maupun Pemkab Klungkung.
Peringatan hari Tumpek Uye atau Tumpek Kandang ini dilaksanakan sesuai dengan amanat Instruksi Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perayaan Rahina Tumpek Uye dengan Upacara Segara Kerthi. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tata Titi Kehidupan Masyarakat Bali yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam mewujudkan Bali Era Baru.
Sebagai simbol pelestarian ekosistem, Bupati Satria beserta undangan lainnya melepas liarkan burung, ikan, dan anak penyu (tukik) ke alam bebas. Langkah ini merupakan bentuk syukur manusia terhadap keberadaan hewan yang telah menopang siklus kehidupan di bumi, sekaligus upaya menjaga kelestarian hayati di pesisir Klungkung.
“Semoga melalui penyelenggaraan kegiatan ini dapat mengingatkan umat sedharma untuk selalu bersyukur dan berterimakasih kepada binatang karena telah membantu dalam kehidupan manusia,” harap Bupati Satria di sela-sela prosesi persembahyangan.
(admin-NSKLB)
