DENPASAR, 20 April 2026 – Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi tinggi atas capaian nyata pengembangan kawasan padi organik di Banjar Bantas, Desa Sudaji, Kabupaten Buleleng. Kawasan ini merupakan hasil binaan Koperasi Multi Pihak Bali Bangkit Sejahtera (KMP BBS) yang dinilai berhasil mengimplementasikan sistem pertanian ramah lingkungan secara berkelanjutan.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dr. I Wayan Sunada, SP., M.Agb, saat menerima audiensi Kelompok Tani (Poktan) Sri Amertha Sariaji (SAS) bersama Tim Ahli Pertanian KMP BBS dari Universitas Warmadewa, Ir. I Gede Sutapa, MP, bertempat di Ruang Rapat Kadis, Kantor Distan Bali, Senin (20/4).

Dalam audiensi tersebut, Kadis Wayan Sunada menegaskan bahwa keberhasilan ini telah dilaporkan kepada Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster. Sebagai bentuk dukungan, Bapak Gubernur direncanakan akan melakukan kunjungan lapangan langsung ke Sudaji untuk memberikan motivasi kepada para petani.
“Langkah ini sangat luar biasa dan sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Keberhasilan sertifikasi organik di Banjar Bantas ini tentu akan menguatkan daya tarik wisata agro di Desa Sudaji, menjadikannya destinasi unggulan yang memadukan kelestarian alam dan kearifan lokal,” ujar Wayan Sunada.
Kawasan ini telah resmi mengantongi Sertifikat Organik nomor 005-LSOKBS-136-IDN-10-25 yang dikeluarkan oleh LSO Kerta Bali Sejahtera. Ketua KMP BBS, Ir. I Ketut Sugihantara, MSA, menjelaskan bahwa sertifikasi ini merupakan implementasi nyata dari Perda Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik yang digagas oleh Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster.

“Ini adalah buah dari sinergi doa dan kerja keras semua pihak. Dengan sistem organik, kita menciptakan ekosistem yang sehat yang tentu akan menguatkan daya tarik wisata agro di Desa Sudaji. Wisatawan dapat menikmati keasrian alam sekaligus mengonsumsi hasil bumi yang sehat dan bebas residu kimia,” kata Sugihantara.
Ketua Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Dekopinwil Provinsi Bali, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa), menambahkan bahwa penguatan kelembagaan melalui koperasi menjadi kunci keberlanjutan ekonomi petani.
“Melalui wadah strategis koperasi, kita akan terus dorong kolaborasi pemasaran ke pasar yang lebih luas, didorong dengan digital Dekopinwil Bali. Langkah ini terus memperkuat potensi wisata berbasis pertanian yang bersih dan lestari di Buleleng, yang tentu akan berujung pada peningkatan kesejahteraan sameton petani,” pungkas Agung Gempa.

Keberhasilan di Desa Sudaji ini diharapkan menjadi pemantik bagi wilayah lain di Bali untuk beralih ke sistem pertanian organik, demi mewujudkan Bali sebagai Pulau Organik serta memperkuat ketahanan pangan yang mandiri. (NSKLB)
Implementasi lapangan kawasan padi organik:


