PASAR RAKYAT DI KARANGASEM, PUTRI KOSTER DORONG PRODUK LOKAL DAN BUNGA KASNA TEMUKUS MAKIN BERDAYA

124 IKM Terlibat, Pasar Rakyat Perpendek Rantai Pemasaran Petani dan Pelaku Usaha Lokal

KARANGASEM – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mendorong pelaksanaan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi menjadi ruang yang mempertemukan secara langsung pelaku IKM/UMKM dan petani dengan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai pemasaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal Bali.

Hal tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat menghadiri Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi yang berlangsung di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candra Buana, Kabupaten Karangasem, Jumat (4/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Putri Koster didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, bersama para Ketua TP PKK Kabupaten se-Bali dan kepala perangkat daerah terkait.

Pasar Rakyat Digelar Bergilir di Kabupaten/Kota se-Bali

Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi merupakan program TP PKK yang dilaksanakan setiap bulan secara bergilir di sembilan kabupaten/kota se-Bali. Selain mendukung pelaku IKM/UMKM dan petani, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan dan kolaborasi TP PKK se-Bali agar semakin aktif hadir di tengah masyarakat.

Menurut Ibu Putri Koster, keberadaan Pasar Rakyat harus memberikan manfaat nyata bagi produsen lokal. Karena itu, petani didorong untuk hadir dan menjual hasil pertaniannya secara langsung kepada masyarakat. Dengan pola tersebut, rantai distribusi dapat diperpendek sehingga petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik, sementara masyarakat dapat memperoleh produk dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kesempatan ini saya harapkan dapat digunakan langsung oleh para petani kita untuk menjual produknya. Petani, ya, bukan pedagang di pasar,” tegas Ibu Putri Koster.

Ia berharap konsep tersebut terus diperkuat dalam setiap pelaksanaan Pasar Rakyat sehingga kegiatan tidak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya petani serta pelaku IKM/UMKM lokal.

Dorong Bunga Kasna Temukus Masuk Pasar yang Lebih Luas

Pada kesempatan tersebut, Ibu Putri Koster juga memberikan perhatian terhadap potensi bunga kasna atau edelweis yang tumbuh di wilayah Temukus, Kabupaten Karangasem. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Karangasem memberikan perhatian terhadap pengembangan bunga kasna agar memiliki pasar yang lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Salah satu potensi yang didorong adalah pemanfaatan bunga kasna sebagai salah satu jenis bunga untuk mempercantik canang sebagai sarana persembahyangan umat Hindu di Bali.

Menurut Ibu Putri Koster, tingginya kebutuhan canang di Bali membuka peluang pasar yang cukup besar bagi bunga kasna. Pemanfaatannya diharapkan tidak terbatas pada momentum tertentu, seperti rahina Galungan, tetapi dapat diperluas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Mari kita lakukan MoU atau kerja sama untuk masyarakat Temukus agar bunga kasna dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bunga pada canang. Apalagi kebutuhan canang cukup tinggi karena digunakan hampir setiap hari. Saya berharap penggunaan bunga kasna tidak hanya saat rahina Galungan,” ujarnya.

Ibu Putri Koster juga mendorong agar pengembangan bunga kasna dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, hingga perluasan akses pemasaran.

Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, bunga kasna diharapkan tidak hanya menjadi salah satu kekayaan dan identitas khas Karangasem, tetapi juga berkembang menjadi komoditas yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Temukus.

124 IKM Terlibat, Bantuan Diserahkan kepada 100 Warga

Dalam laporannya, Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, menyampaikan bahwa sebanyak 124 IKM berpartisipasi dalam Pasar Rakyat kali ini.

Jumlah tersebut terdiri atas 19 IKM kain tenun tradisional endek, termasuk tenun geringsing; 66 IKM kuliner; serta 39 IKM hasil pertanian dan produk olahan.

Ny. Mas Parwata menyampaikan apresiasi dan rasa bahagia atas kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Bali beserta rombongan yang datang membawa perhatian sekaligus berbagi dengan masyarakat Karangasem.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi kader TP PKK Kabupaten Karangasem untuk terus peduli terhadap warga yang membutuhkan. Kami tentu akan berupaya melaksanakan kegiatan serupa secara berkesinambungan,” ungkapnya.

Kegiatan Pasar Rakyat juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada 100 orang penerima. Bantuan yang diserahkan Ketua TP PKK Provinsi Bali berupa 2.000 kilogram beras, 200 krat telur atau 6.000 butir, serta 100 liter minyak tanusan.

Selain itu, TP PKK kabupaten se-Bali masing-masing menyerahkan 10 paket bingkisan yang merupakan hasil berbelanja di Pasar Rakyat.

Konsep berbelanja sekaligus berbagi tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat ganda. Di satu sisi, kegiatan membantu membuka pasar bagi produk IKM/UMKM, petani, dan produsen lokal. Di sisi lain, produk yang dibeli kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui pelaksanaan secara bergilir di kabupaten/kota se-Bali, Pasar Rakyat diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong, pemberdayaan ekonomi lokal, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Karangasem didampingi Wakil Bupati Karangasem serta jajaran terkait. (gpl-NSKLB)

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai