KARANGASEM – Upaya penguatan ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi terus digelorakan di Bali. Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta, menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Sari Sedana Bali yang berlangsung di Desa Perang Sari, Kabupaten Karangasem, Rabu (7/1).
Kehadiran Nyoman Suwirta bersama Dinas Koperasi setempat, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan koperasi di wilayah pedesaan sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Nyoman Suwirta menyampaikan apresiasi dan selamat atas terselenggaranya RAT tersebut. Ia mendorong agar KSP Sari Sedana terus bergerak meningkatkan semua layanan yang baik selama ini kepada anggota agar semakin profesional, terutama di tengah inovasi digital yang terus dilakukan saat ini serta penguatan SDM tata kelola di semua bidang.

“Kami sampaikan selamat kepada KSP Sari Sedana Bali. Kita berharap koperasi terus bergerak maju dan konsisten meningkatkan semua layanan kepada anggota. Koperasi harus memiliki daya saing tinggi melalui penguatan SDM tata kelola di semua bidang untuk kemajuan anggota dan daerah,” ujar Suwirta.
Ia menambahkan bahwa adaptasi terhadap teknologi adalah sebuah keharusan. Dengan inovasi ini, KSP Sari Sedana Bali tidak hanya menjadi pelopor di Karangasem, tetapi juga menjadi contoh bagi koperasi lain di Bali dalam hal penerapan teknologi modern untuk meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
Lebih lanjut, Nyoman Suwirta menekankan pentingnya semangat kolaborasi. Ia mengajak seluruh pengurus koperasi untuk membangun sinergi yang lebih kuat, baik antar-koperasi di seluruh Bali maupun dengan pemerintah.
“Koperasi harus selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dan pusat. Dengan sinergi yang baik antara gerakan koperasi dengan kebijakan pemerintah, kita tidak hanya menyejahterakan anggota secara internal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, Bali, dan Indonesia,” imbuhnya.
Melalui momentum RAT ini, diharapkan KSP Sari Sedana Bali semakin mantap dalam mengintegrasikan teknologi digital dan memperkuat kapasitas SDM guna mewujudkan tata kelola yang transparan, modern, serta berdaya saing tinggi demi kemajuan anggota dan daerah. (NSKLB)
