Ny Putri Koster: Orang Tua Bertanggung Jawab Berikan Pendidikan Nilai Pancasila pada Anak

Bagikan:

NangunSatKerhiLokaBali – Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa Indonesia yang tumbuh dan berkembang dari nilai-nilai luhur nenek moyang bangsa Indonesia sejak dari dulu.

Nilai-nilai luhur ini terangkum dalam kelima sila dari Pancasila, sebagai pondasi dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Oleh karena itu, Pancasila sangat sesuai dengan karakteristik dan jati diri bangsa dalam menyelesaikan setiap masalah kehidupan Bangsa Indonesia. Sehingga karena itu, dalam lingkungan keluarga para orang tua bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan mengenai nilai-nilai Pancasila kepada anak sejak usia dini,” demikian dikatakan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber dalam acara Penguatan Pembinaan Karakter Nilai-Nilai Pancasila bagi Keluarga melalui Pengelolaan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bertempat di Swiss-Bellhotek Rainforest, Badung, pada hari Sabtu (26/10).

Ny Putri Koster melanjutkan bahwa
Pendidikan tentang nilai-nilai Pancasila kepada anak merupakan upaya untuk membentuk jati diri dan karakter anak sebagai bagian dari warga negara Indonesia.

Lebih lanjut, Ny Putri Koster mengatakan bahwa dalam 10 Program Pokok PKK Poin pertama adalah pengamalan Pancasila. Untuk itu, secara langsung ibu-ibu yang ada dalam rumah tangga memiliki peran dan tanggung jawab strategis untuk membentuk anak-anak Indonesia yang berkarakter Pancasila.

Di samping itu, Ny Putri Koster juga menjelaskan bahwa kemampuan psikososial anak adalah konsep diri anak mengenai dirinya dan orang lain. Anak harus mampu mengidentifikasi dirinya sebagai satu bagian dari bangsa Indonesia dengan falsafah hidup Pancasila demikian sebagai bagian dalam lingkungan pergaulan  bangsa yang menghendaki pemikiran dan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Dalam pendidikan anak usia dini dalam lingkungan keluarga memiliki perbedaan dengan pendidikan secara formal yang mengarahkan secara teoritik tentang nilai-nilai penghayatan dan pengamalan Pancasila. Maka pendidikan karakter Pancasila dalam keluarga  bertujuan untuk mempersiapkan anak guna mendapatkan pengalaman secara langsung sebelum mendapatkan pengatahuan teoritik dalam bangku sekolah. Seyogyanya Pancasila tidak hanya dihafalkan, akan tetapi dihayati dan diamalkan oleh setiap individu dalam perikehidupan sehari-hari.

“Melalui pengalaman langsung dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan keluarga maka pola pikir dan perilaku anak akan terus berkembang dan menyesuaikan dengan tingkatan usianya,”  ujarnya.

Sebelumnya, dalam sambutan Gubernur Bali yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra disampaikan bahwa dalam era globalisasi yang menawarkan kebebasan, ketersambungan serta keterbukaan yang membawa berbagai peluang baru. Namun di antara peluang tersebut, tersembunyi berbagai ancaman masuknya ideologi selain Pancasila dan paham radikaliasme serta terorisme yang tidak sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa Indonesia.

Untuk mencegah hal ini, dibutuhkan upaya dari berbagai pihak tidak hanya pemerintah namun juga masyarakat luas, khususnya pada lingkungan keluarga sebagai lingkungan terkecil yang sangat memiliki pengaruh besar dalam penanamam nilai-nilai Pancasila.

Acara yang dihadiri oleh kader-kader KKBK di Kab/Kota se-Bali juga disuguhkan penyajian materi oleh beberapa narasumber lain di antaranya adalah anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Ketua Serikat Buruh Migran, Kepala BKKBN RI serta narasumber lainnya. Acara juga dihadiri oleh Wakil Bupati Badung, Direktur Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan undangan lainnya.
#NangunSatKerthiLokaBali
#KramaBali

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *