Koster Sebut Peran Besar Prananda Prabowo Dibalik Susksesnya PDI P di Lima Daerah di Bali

Bagikan:

Nangunsatkerthilokabali.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster menyatakan kemenangan partainya pada lima dari enam Pilkada di Bali tak lepas dari peran putra sang ketua umum, Megawati Soekarnoputri, yakni Prananda Prabowo.

Menurut Koster, seluruh kader yang diusung di Bali diperjuangkan Prananda agar mendapat persetujuan dari sang ketua umum partai untuk maju Pilkada.

Prananda Prabowo, putra Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan cucu Proklamator Ir. Soekarno.

“Kerja kader serta simpatisan partai kami sangat militan. Calon yang kami usung adalah aspirasi dari bawah, yang kemudian diperjuangkan Mas Prananda untuk mendapat persetujuan dari Ibu Ketua Umum,” kata Koster dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/12).

Koster juga menyebut Prananda selalu memberi arahan untuk mengonsolidasikan partai.  “Itu arahan Mas Prananda yang sejalan dengan ajaran Bung Karno serta Ibu Megawati,” kata Koster.

Lima pasangan calon yang diklaim menang oleh PDIP antaranya I Komang Gede Sanjaya – I Made Edi Wirawan di Tabanan, I Gede Dana – I Wayan Artha Dipa di Karangasem), Sang Nyoman Sedana Artha – I Wayan Diar di Bangli), I Gusti Ngurah Jayanegara- I Kadek Agus Arya Wibawa di Denpasar), dan I Nyoman Giri Prasta-I Ketut Suiasa di Badung.

PDI Perjuangan hanya mengalami kekalahan untuk Pilkada Bali di wilayah Jembrana. Soal kekalahan tersebut, Koster mengaku tak ambil pusing dan menyatakan hanya kurang beruntung pada akhir jelang waktu pencoblosan.

Koster juga menyebut kemenangan tahun ini adalah bukti bahwa Bali tetap menjadi basis pendukung.

“Bali tetap merah. Kami dominan. Dulu Karangasem dan Klungkung yang tak dipimpin PDI Perjuangan. Tapi sekarang keduanya dapat. Apalagi semua kepala daerahnya adalah kader murni PDI Perjuangan,” ucap Koster.

Ia berharap agar para calon kepala daerah yang jadi pemenang siap bekerja keras, terutama memerangi pandemi corona (Covid-19).

“Saya harap semuanya harus siap bekerja keras, bersinergi dengan Pemerintahan Provinsi dan Pemerintahan Pusat melaksanakan kebijakan yang dikeluarkan. Bupati dan wali kota se-Bali harus menjalankan kebijakan, disiplin, dan tertib,” ucap Koster. (AGP)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *