DENPASAR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali melakukan gebrakan di awal tahun 2026 dengan meluncurkan Gerakan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme (GERWASKAN). Kegiatan perdana ini dipusatkan di Halaman Kantor Badan Kesbangpol Provinsi Bali pada Jumat (9/1), dengan melibatkan ratusan peserta dari kalangan pelajar, Purna Paskibraka Provinsi Bali, serta perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
GERWASKAN dirancang sebagai upaya terencana dan berkelanjutan untuk menumbuhkan serta mengamalkan rasa cinta tanah air dan komitmen kebangsaan. Inisiatif ini merupakan wujud nyata implementasi Badan Kesbangpol Bali sebagai Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK), sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 71 Tahun 2012.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa, Komang Kusumaedi, dalam sambutannya menekankan bahwa wawasan kebangsaan dan nasionalisme adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan NKRI.
“Wawasan kebangsaan menanamkan kesadaran untuk menjaga keberagaman sebagai kekuatan, sementara nasionalisme mendorong setiap individu untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Kedua konsep ini sangat penting sebagai landasan membangun karakter bangsa yang kuat, dengan menjunjung tinggi persatuan, toleransi, dan keadilan sosial,” ujar Kusumaedi.
Ia juga menambahkan bahwa melalui gerakan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam menjaga ideologi negara. Keterlibatan generasi muda dan Ormas dalam GERWASKAN menjadi kunci untuk memastikan nilai-nilai nasionalisme tetap relevan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga persahabatan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Bali.
Dengan dilaksanakannya GERWASKAN secara rutin, Kesbangpol Bali berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang memiliki loyalitas tinggi terhadap negara serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah Bali dan Indonesia di masa depan.
