JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mendorong percepatan pembangunan dan penataan infrastruktur pariwisata di kawasan Kepulauan Nusa Penida. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk memastikan pengembangan destinasi wisata berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur dasar dan pengelolaan lingkungan.
Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu (7/10). Dalam kunjungan tersebut, Bupati Satria bersama jajaran Pemkab Klungkung diterima langsung oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Satria memaparkan sejumlah usulan prioritas yang berkaitan dengan kebutuhan dasar penunjang aktivitas pariwisata di Nusa Penida. Usulan tersebut mencakup peningkatan akses jalan, ketersediaan air bersih, jaringan kelistrikan, hingga penguatan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Bupati Satria menegaskan, pengembangan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kesiapan infrastruktur dasar dan kualitas lingkungan. Karena itu, pembangunan destinasi wisata perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kebersihan serta keberlanjutan kawasan.
“Saat ini Pemkab Klungkung telah membangun Tempat Pengolahan Sampah Setempat (TPST) untuk menangani volume sampah di kawasan wisata secara mandiri dan berkelanjutan. Karena itu, kami sangat berharap dukungan pemerintah pusat, khususnya untuk penambahan mesin dan teknologi pengolahan sampah,” ujar Bupati Satria.
Selain infrastruktur dasar, Pemkab Klungkung turut mengusulkan penataan sejumlah kawasan pesisir yang menjadi bagian dari destinasi unggulan Nusa Penida. Di antaranya penataan Pantai Jungutbatu dan kawasan wisata Devil’s Tears agar dapat menjadi bagian dari agenda perencanaan pembangunan pariwisata nasional.
Bupati Satria berharap proses penataan kawasan tersebut dapat mulai direalisasikan pada 2027. Menurutnya, penataan yang lebih terintegrasi diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap penataan kawasan Pantai Jungutbatu dapat mulai berjalan pada 2027. Dengan penataan yang lebih baik, kami berharap wajah pariwisata Nusa Penida semakin tertata, memberikan kenyamanan bagi wisatawan, serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menyambut baik langkah Pemkab Klungkung dalam mengusulkan penguatan infrastruktur pariwisata Nusa Penida.
Ia menyampaikan bahwa Nusa Penida memiliki potensi destinasi wisata yang besar sehingga perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai. Kementerian Pariwisata selanjutnya akan mengkaji sejumlah usulan yang disampaikan Pemkab Klungkung untuk melihat peluang masuk dalam prioritas program kerja 2027.
“Kami menyambut baik kunjungan dan pemaparan dari Bapak Bupati. Nusa Penida memiliki banyak destinasi wisata yang luar biasa. Saya telah menugaskan tim untuk mengkaji dan meninjau usulan tersebut agar dapat dipertimbangkan dalam skala prioritas program kerja 2027 demi kemajuan pariwisata di Kabupaten Klungkung,” ujar Bayu Aji.
Pemkab Klungkung berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat penataan Nusa Penida sebagai kawasan pariwisata yang tidak hanya memiliki daya tarik destinasi, tetapi juga didukung infrastruktur dasar, pengelolaan lingkungan, dan fasilitas publik yang memadai.(gpl-NSKLB)
Salam Mahottama
