Hadiri Puncak Karya Mapeselang, Wagub Cok Ace Tekankan Persaudaraan dan Gotong Royong yang meregenerasi.

Bagikan:
NangunSatKerthiLokaBali Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di dampingi Ny. Putri Haryani Sukawati mengikuti prosesi mapeselang puncak karya di Pura Gunung Lebah, Ubud-Gianyar, bertepatan dengan rahina Pagerwesi, Rabu (15/5).
Upacara Mapeselang ini adalah lambang bertemunya Hyang Widhi Wasa dengan umat manusia, melimpahkan karunia-Nya berupa cinta kasih. Cinta kasih Hyang Widhi Wasa kepada umat-Nya telah terbukti dalam bentuk pencipta dunia beserta isinya, dengan kekuatan-kekuatan sucinya mengatur dunia ini. Beliau menciptakan gunung, laut, danau, hutan, sawah, ladang, matahari, segala materi yang berharga serta semuanya merupakan kekuatan kehidupan manusia. Inilah bentuk cinta kasih Tuhan untuk umat manusia.
Dalam upacara “Mapeselang” Ida Sang Hyang Widhi diwujudkan dalam wujud Purusa Predana sebagai Dewa Semara Ratih, lambang dewa Cinta kasih.
Sarana upakara yang digunakan yakni nyatur rebah dengan lantaran kerbau. Karya padudusan Agung, Ngenteg Linggih lan Mupuk Padagingan di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kedonganan menggunakan seekor kerbau yos brana. Kerbau jenis ini dalam bahasa Latin diberi nama Bubalus bubalis. Kerbau yos brana adalah kerbau piaraan yang dihasilkan dari perkawinan kerbau jantan (kulit dan bulunya berwarna hitam) dengan kerbau betina (kulit dan bulunya berwarna putih). Ciri khas kerbau yos brana adalah kulit berwarna hitam, bulu berwarna putih.
Pada kesempatan tersebut Wagub Cok Ace menekankan agar keeratan persaudaraan dan gotong royong menjadi hal utama dalam hidup yang harus dijaga dan dipertahankan dalam kelanjutan yang meregenerasi.
#KramaBali
#NangunSatKerthiLokaBali
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *