Hadiri Persembahyangan di Padangtegal, Gubernur Koster Tegaskan Sad Kertih Sebagai Sumber Kebahagiaan

Bagikan:

NangunSatKerthiLokaBali – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri dan mengikuti prosesi nedunang Ida Bhatara Karya Agung Sad Kertih di Mandala Suci Wanara Wana (Monkey Forest Ubud), Desa Adat Padangtegal, Gianyar, Selasa (16/7).

Pada kesempatan ini, Gubernur Koster menyatakan bahwa Sad Kertih yang terdiri dari Atma Kertih, Wana Kertih, Danu Kertih, Segara Kertih, Jana Kertih dan Jagat Kertih merupakan enam sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan krama Bali.

Menurut Gubernur Koster, selama ini di Bali ada faktor niskala yang harus dijalankan secara terencana dan terprogram, serta menjadi bagian dari program pemerintah. “Jadi pemerintah jangan hanya membangun dimensi sekala, tetapi niskala pun mesti diperhatikan. Selama ini yang niskala sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat, utamanya desa adat. Desa adat ini yang luar biasa komitmennya melaksanakan kegiatan niskala,” kata Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Ia menambahkan, Sad Kertih seyogyanya dilaksanakan secara sekala dan niskala. Dalam bentuk sekala, ia memberi contoh, bagaimana hutan di Monkey Forest yang awalnya 7,5 hektare telah berkembang menjadi 25 hektare. Dengan demikian, upakara Wana Kertih juga penting dilaksanakan karena hutan beserta segala isinya, termasuk monyet, sudah memberikan rezeki bagi masyarakat sekitar.

“Jadi program sekalanya itu penanaman hutan kembali atau reboisasi,” kata Koster seraya menegaskan  Pemerintah Provinsi Bali akan melakukan upaya penghutanan di Bali.

Secara khusus, Gubernur memberi apresiasi upakara Sad Kertih yang dilaksanakan Desa Adat Padangtegal. Menurutnya, ini merupakan pelaksanaan dari visi Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Ini sesuatu yang sangat baik, saya mengapresiasi atas inisiatif dilaksanakannya upacara Sad Kertih dan seharusnya umat se-Bali melaksanakannya. Baru alam itu sehat sekala niskala,” kata Koster.

Bendesa Adat Padangtegal I Made Gandra mengatakan, upakara ini sudah rutin dilakukan oleh desa. Untuk kali ini, rangkaian upakara sudah dilaksanakan sejak bulan Juli lalu dan mencapai puncaknya pada hari Selasa ini.

Tampak hadir dalam upacara Bupati Gianyar Made Mahayastra, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Mayun, Penglingsir Puri Ubud, Tjokorda Gde Putra, Penglingsir Puri Agung Peliatan, Tjokorda Gde Putra Nindia dan Penglingsir Puri Ageng Mengwi AA Gde Agung.
#NangunSatKerthiLokaBali
#KramaBali

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *