Klungkung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung menggelar Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan di Ruang Rapat Kantor Camat Klungkung, Rabu (9/9). Kegiatan ini dilaksanakan setelah Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) melakukan pemantauan terhadap dua desa sampel di Kecamatan Klungkung, yakni Desa Kampung Gelgel dan Desa Tojan.
Pemantauan meliputi empat bidang utama penyelenggaraan pemerintahan desa, yaitu penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat.
Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, mengapresiasi capaian tata kelola pemerintahan di kedua desa sampel. Berdasarkan hasil evaluasi, administrasi pemerintahan di Desa Kampung Gelgel dan Desa Tojan dinilai telah berjalan cukup baik.
“ Kinerja administrasi yang positif dari kedua desa sampel ini hendaknya tidak berhenti di sini, tetapi dapat dijadikan percontohan dan direplikasi oleh seluruh desa lainnya di wilayah Kecamatan Klungkung,” tegas Wabup Tjokorda Gde Surya Putra.
Meski demikian, Wabup memberikan sejumlah catatan yang perlu segera ditindaklanjuti pemerintah desa, terutama terkait percepatan pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pengelolaan sampah berbasis sumber.
Dalam pelayanan administrasi kependudukan, Wabup meminta perangkat desa lebih aktif mengimbau serta mendampingi masyarakat yang telah memenuhi persyaratan untuk melakukan perekaman KTP elektronik dan mendaftarkan IKD. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan capaian IKD di Kabupaten Klungkung, termasuk dalam mendukung pendataan perlindungan sosial (perlinsos) secara mandiri.
“Perangkat desa harus berada di garda terdepan untuk menjemput bola dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya IKD ini,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pengelolaan sampah, Wabup menegaskan komitmen Pemkab Klungkung dalam penanganan sampah melalui penerapan teknologi pyrolysis di TOSS Center. Menurutnya, penerapan teknologi tersebut perlu diiringi keterlibatan masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber.
“Sistem pengelolaan sampah modern seperti di TOSS Center sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya. Oleh karena itu, saya mendorong setiap desa untuk tidak ragu melahirkan terobosan dan inovasi mandiri dalam pengelolaan sampah di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Gusti Ketut Suardika, Kabag Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Komang Widyasa Putra, Camat Klungkung I Putu Arnawa, jajaran staf ahli, kepala OPD terkait, para perbekel beserta perangkat desa se-Kecamatan Klungkung, serta perwakilan instansi terkait lainnya.(gpl-NSKLB)
Salam Mahottama
