BPBD Bali Salurkan Bantuan Logistik bagi Korban Longsor dan Banjir Bandang Tabanan

TABANAN (16 Januari 2026) – Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali bergerak cepat memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tabanan. Langkah ini diambil menyusul terjadinya rangkaian bencana tanah longsor dan banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat pada Kamis, 15 Januari 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bali, bencana tersebut dipicu oleh intensitas hujan tinggi. Meski dilaporkan tidak ada korban jiwa, dampak material yang ditimbulkan cukup signifikan, meliputi kerusakan rumah warga, terputusnya akses jalan, hingga kerusakan jembatan yang mengganggu aktivitas dan keselamatan warga setempat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Bali segera turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi intensif dan assessment bersama BPBD Kabupaten Tabanan. Sebagai upaya pemulihan awal dan pemenuhan kebutuhan mendesak, BPBD Bali telah menyalurkan bantuan logistik kepada para korban.

Bantuan awal yang disalurkan terdiri dari: 20 Paket Sembako untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat terdampak. 20 Lembar Terpal guna membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan struktural atau untuk penanganan darurat di titik longsor.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan mengembalikan aksesibilitas yang terputus.

“Kami terus bersinergi dengan rekan-rekan BPBD Kabupaten Tabanan dan instansi terkait untuk memantau situasi di lapangan. Bantuan logistik ini diharapkan dapat meringankan beban awal masyarakat sembari kami melakukan evaluasi untuk langkah pemulihan selanjutnya,” jelasnya.

Pihak BPBD juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor dan perbukitan, untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Bali dalam beberapa hari kedepan.

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai