Agung Gempa: Peta Sebaran 178 Titik SPPG di Bali, Jembrana Jadi Role Model Nasional

DENPASAR, 24 Maret 2026 – Praktisi IT & Digital Senior sekaligus Ketua Bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi Dekopinwil Bali, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (akrab disapa Agung Gempa), merilis update terbaru mengenai peta sebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Pulau Dewata.

Data ini dipublikasikan sebagai langkah nyata untuk memastikan keterbukaan informasi bagi publik, khususnya bagi keluarga anak-anak penerima MBG (Makan Bergizi Gratis). Berdasarkan hasil monitoring digital hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 178 unit SPPG telah terdata di Bali, di mana 147 unit di antaranya sudah beroperasi penuh melayani kebutuhan nutrisi harian anak-anak di sekolah maupun di tingkat desa.

Jembrana: Barometer Kesuksesan Infrastruktur Gizi

Dalam penyampaian update ini, Agung Gempa yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Puri Andul Jembrana, menyoroti performa Kabupaten Jembrana yang menunjukkan progres paling signifikan dalam pemenuhan target fasilitas.

“Update per hari ini menunjukkan Jembrana berada di garis depan. Seluruh 23 unit SPPG yang direncanakan di Jembrana telah beroperasi penuh secara keseluruhan. Ini merupakan role model nasional yang membuktikan bahwa koordinasi wilayah yang kuat mampu menjamin ketersediaan gizi tepat waktu bagi anak-anak penerima MBG,” ujar pria yang telah menjadi praktisi IT Digital sejak tahun 1996 ini.

Data Sebaran & Kebutuhan SPPG per Kabupaten (Update Maret 2026)

Untuk memastikan seluruh anak-anak penerima MBG terlayani dengan optimal, berikut adalah rincian data operasional dibandingkan dengan kebutuhan ideal di setiap wilayah:

Kabupaten Tabanan saat ini memiliki 31 unit aktif dari total kebutuhan 45 unit, Kota Denpasar mengoperasikan 22 unit dari target 62 unit, Buleleng menjalankan 22 unit dari kebutuhan 68 unit, Jembrana telah melengkapi seluruh kebutuhan dengan 23 unit aktif dari target 23 unit, Badung tersedia 18 unit dari kebutuhan 40 unit, Bangli beroperasi 12 unit dari target 25 unit, Karangasem tersedia 8 unit dari kebutuhan 55 unit, Klungkung mengoperasikan 7 unit dari target 21 unit, dan Gianyar saat ini memiliki 4 unit aktif dari total kebutuhan 36 unit.

Catatan Khusus: Agung Gempa menegaskan bahwa data sebaran ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika perkembangan di lapangan, mengingat kesiapan infrastruktur SPPG di berbagai wilayah terus dilengkapi dan ditingkatkan secara bertahap guna memenuhi target pelayanan nasional.

Sinergi Konkret: Mengoptimalkan Potensi Lokal dan Koperasi

Sebagai Penggiat UMKM dan Ketua Bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi Dekopinwil Bali, Agung Gempa memberikan penekanan khusus pada keberlanjutan operasional SPPG di lapangan, kususnya di Bali. Ia berharap setiap SPPG, baik yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam tahap persiapan, dapat memastikan adanya sinergi konkret di lapangan dengan beragam potensi wilayah.

“Kita sangat berharap pengelola SPPG dapat menjalin kerjasama erat dengan Koperasi dan pelaku UMKM lokal. Sinergi ini harus mencakup seluruh aspek, mulai dari pemenuhan bahan baku seperti sayur-mayur, daging, telur dan beras lokal, penyerapan tenaga kerja sekitar, hingga kebutuhan logistik dapur lainnya. Dengan melibatkan potensi lokal, program gizi nasional ini tidak hanya menyehatkan anak-anak penerima MBG, tetapi juga secara nyata menggerakkan ekonomi kerakyatan di setiap pelosok Bali,” tegas Agung Gempa.

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai