DENPASAR, Bali — Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, dan ekonomi berbasis teknologi, kebutuhan akan sumber daya manusia yang mampu menjembatani inovasi dengan kebutuhan masyarakat semakin besar. Di Bali, salah satu nama yang telah lama berkecimpung dalam bidang tersebut adalah I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana, yang lebih dikenal sebagai Agung Gempa.
Lebih dari sekadar praktisi teknologi informasi, Agung Gempa membangun perjalanan kariernya sebagai pengembang ekosistem digital yang menghubungkan pemerintah, dunia usaha, koperasi, UMKM, pendidikan, media, hingga desa adat. Selama lebih dari tiga dekade berkarya, ia meyakini bahwa transformasi digital hanya akan memberikan manfaat apabila mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi kekuatan Bali.
Lahir di Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kabupaten Jembrana, pada tahun 1976, Agung Gempa tumbuh dalam lingkungan masyarakat adat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi fondasi dalam setiap gagasan yang dikembangkannya di dunia teknologi.
Merintis Digitalisasi Sejak Era Internet Masih Langka
Perjalanan Agung Gempa di dunia teknologi dimulai pada 1994, ketika penggunaan komputer dan internet masih terbatas di Indonesia. Pada masa itu, teknologi informasi belum menjadi kebutuhan utama sebagaimana saat ini. Namun ia melihat bahwa digitalisasi akan menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi dan pelayanan publik di masa depan.
Seiring perkembangan teknologi, ia terlibat dalam berbagai proyek pengembangan sistem informasi, website, media digital, hingga komunikasi publik yang melibatkan sektor pemerintahan maupun swasta.
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan profesionalnya adalah keterlibatan dalam berbagai inisiatif digitalisasi pelayanan publik di Bali, termasuk kolaborasi bersama Polda Bali pada 2015. Pengalaman tersebut memperkuat kiprahnya dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Mengembangkan Ratusan Website untuk Pemerintah dan Dunia Usaha
Selama berkarier di bidang teknologi informasi, Agung Gempa telah berkontribusi dalam pengembangan ratusan website untuk berbagai sektor.
Portofolionya mencakup website instansi pemerintah, organisasi masyarakat, koperasi, sekolah, yayasan, perusahaan, hotel, vila, biro perjalanan wisata (tour & travel), hingga UMKM di Bali maupun berbagai daerah di Indonesia.
Baginya, sebuah website bukan sekadar identitas digital, tetapi merupakan pusat informasi, pelayanan, promosi, sekaligus fondasi transformasi digital sebuah organisasi.
Melalui berbagai proyek tersebut, ia ikut mendorong semakin banyak organisasi dan pelaku usaha memasuki era digital secara lebih terstruktur.
Mengelola Ekosistem Media Digital dengan Jangkauan Puluhan Juta Audiens
Selain membangun platform digital, Agung Gempa juga mengembangkan jaringan media sosial yang berfungsi sebagai sarana edukasi, komunikasi publik, promosi daerah, dan penyebaran informasi positif.
Ia mengelola sekitar 100 Facebook Page beserta berbagai kanal digital lainnya yang secara kumulatif mampu menjangkau puluhan juta audiens. Jaringan media tersebut dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi Bali, memperkenalkan UMKM, mendukung koperasi, mengangkat budaya lokal, hingga menyebarluaskan berbagai program pembangunan.
Baginya, media sosial bukan hanya ruang publikasi, melainkan ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Menghubungkan Teknologi dengan Pemberdayaan UMKM dan Koperasi
Di tengah berkembangnya ekonomi digital, Agung Gempa menaruh perhatian besar pada penguatan UMKM dan koperasi.
Ia aktif mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan website, media sosial, kecerdasan buatan (AI), pemasaran digital, hingga teknologi berbasis data agar mampu meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, digitalisasi UMKM bukan hanya soal pemasaran daring, tetapi bagaimana teknologi mampu meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, serta menciptakan nilai tambah bagi produk lokal Bali.
Membangun SDM Digital untuk Menyongsong Dunia Kerja Masa Depan
Selain membangun teknologi, Agung Gempa juga menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia.
Melalui berbagai pelatihan, seminar, workshop, dan program pendampingan, ia telah berkontribusi dalam peningkatan kompetensi digital aparatur pemerintah, pelaku usaha, mahasiswa, hingga generasi muda.
Ia menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gianyar, Balai Latihan Kerja (BLK) Jembrana, serta berbagai lembaga pendidikan, organisasi profesi, dan komunitas.
Materi yang dibawakannya mencakup transformasi digital, teknologi informasi, Artificial Intelligence (AI), pengelolaan website, digital marketing, media sosial, keamanan digital, produktivitas kerja, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Sebagai pendiri dan pimpinan LPK Garuda College Indonesia, Agung Gempa juga mengembangkan berbagai program pelatihan yang dirancang untuk menyiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan dunia kerja modern. Fokus pelatihannya tidak hanya pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter profesional, kemampuan adaptasi, serta kompetensi digital yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Media Digital sebagai Ruang Edukasi dan Inspirasi
Di luar aktivitas pelatihan, Agung Gempa mengembangkan berbagai platform media digital sebagai sarana edukasi publik.
Melalui Media Bali Online, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Bali Digital Channel, dan Bali Inspire, ia menghadirkan konten mengenai transformasi digital, budaya Bali, UMKM, koperasi, pariwisata, kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, hingga berbagai isu pembangunan daerah.
Baginya, media digital memiliki peran strategis dalam membangun literasi masyarakat sekaligus memperkuat citra positif Bali di tingkat nasional maupun internasional.
Teknologi yang Berakar pada Budaya
Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, Agung Gempa tetap meyakini bahwa kemajuan tidak boleh mengikis identitas budaya.
Karena itu, hampir seluruh gagasan yang dikembangkannya selalu berangkat dari semangat menjadikan teknologi sebagai alat untuk memperkuat budaya, memperluas peluang ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi masa depan.
Filosofi tersebut kemudian dirangkum dalam prinsip yang terus dipegang selama lebih dari tiga puluh tahun berkarya:
“Berkarya di Digital, Berakar pada Budaya Bali.”
Bagi Agung Gempa, masa depan Bali tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi oleh kemampuan masyarakatnya memanfaatkan teknologi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, menjaga warisan budaya, dan menciptakan peluang bagi generasi berikutnya. Di tengah era digital yang terus berubah, ia melihat teknologi bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai jembatan menuju Bali yang lebih maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal.
