Huluning Jembrana: Sejarah Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung Sebagai Episentrum Spiritualitas Lintas Kabupaten dan Pulau

Jembrana, 31 Maret 2026 — Di titik strategis perbukitan yang menatap lurus ke arah Selat Bali, sebuah momentum sakral baru saja terukir. Fokus utama hari ini adalah Prosesi Mewacen (Pembacaan) Prasasti Berangbang, sebuah upaya krusial untuk menyingkap tabir sejarah dan memperkuat jati diri krama Bali secara autentik.

Prosesi pembacaan Prasasti Berangbang ini disampaikan langsung oleh Dr. I Ketut Sudarsana. Beliau merupakan Bendesa Adat Kapal, Mengwi, Badung, yang sangat aktif dalam pelestarian sejarah dan budaya, serta dikenal luas sebagai penulis purana pura.

Pembacaan Prasasti Berangbang bukan sekadar ritual formalitas, melainkan jembatan informasi dari leluhur untuk generasi masa kini. Pura Pucak Luhur Berangbang Agung berdiri sebagai “Huluning Jembrana” — hulu yang menjadi pusat orientasi spiritual. Melalui pembedahan prasasti ini, krama diajak kembali menyelami nilai-nilai luhur dan tanggung jawab suci yang telah diwariskan turun-temurun di titik strategis yang menghubungkan getaran spiritual Bali dan Jawa (Blambangan).

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Ketua Umum Puri Andul I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa), Ida Cokorda Mengwi, Penglingsir Puri Andul, Gusti Agung Ngurah Diputra,

Kehadiran para tokoh agung yang dipimpin langsung oleh Ida Cokorda Mengwi XIII, bersama Bupati Jembrana (I Made Kembang Hartawan), Ketua DPRD Jembrana, Ibu Kapolres Jembrana dan Waka, serta jajaran penglingsir dari Puri Agung Klungkung, Puri Panjisakti, Puri Andul, hingga Dalem Blambangan, memberikan legitimasi spiritual yang sangat kuat terhadap keabsahan sejarah ini. Sinergi ini semakin kokoh dengan hadirnya para Penglingsir Lintas Puri se-Jembrana, serta dukungan penuh dari Perbekel, MDA Kabupaten Jembrana, Prajuru Adat lan Dinas, serta para Penglingsir dan Tokoh Desa.

Ketua Pengempon Pura, I Wayan Mawa, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas suksesnya prosesi ini. “Sami sampun memargi rahayu (semua sudah berjalan dengan selamat dan lancar). Dumogi krama Jembrana sami kenak rahayu. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk menguatkan keberadaan Pura sebagai pusat spiritualitas kita bersama,” ujarnya.

Ketua Umum Puri Andul, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa), didampingi Penglingsir Puri Andul, Gusti Agung Ngurah Diputra, menekankan bahwa pemahaman sejarah adalah modal utama untuk menjaga solidaritas krama lintas generasi yang berlandaskan semangat Pakedek Panyem:

“Tantangan kita adalah memastikan estafet nilai-nilai dalam prasasti ini sampai ke generasi muda. Kita harus senantiasa memegang teguh semangat Sagilik Saguluk, Salunglung Sabayantaka — bersatu padu, seiya sekata, serta saling menghargai dalam suka maupun duka. Melalui semangat kolektif ini, kita membuktikan bahwa krama Jembrana tetap solid dan semakin kokoh dalam ngajegan adat, tradisi, serta agama di jagat Bali.”

Setelah prosesi pembacaan prasasti Berangbang yang sarat nilai historis ini, seluruh rangkaian acara kini bersiap menuju puncak Karya Suci PUJEWALI Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung. Puncak bakti piodalan akan dilaksanakan pada Purnama Kadasa, Wraspati 2 April 2026.

Suksmaning Bakti. Mari kita sungsung puncak karya dengan hati yang suci. Semoga vibrasi spiritual dari Pucak Berangbang Agung senantiasa memayungi jagat Nusantara.

#PrasastiBerangbang #SejarahBali #HuluningJembrana #Jembrana #PuriAndul #MediaBaliOnline #NgajegangBudaya #SagilikSaguluk 

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai