Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Gubernur Koster Apresiasi Komitmen PT Cleo Hentikan Produksi Kemasan Plastik di Bawah 1 Liter

DENPASAR – Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga kesucian alam serta meningkatkan kualitas pariwisata mendapat dukungan nyata dari sektor industri. Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan apresiasi tinggi kepada PT Sariguna Primatirta Tbk (Cleo) atas langkah berani mereka menghentikan total produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di bawah ukuran 1 liter.

Langkah ini dinilai sebagai implementasi nyata dari kebijakan pengurangan timbulan sampah plastik sekali pakai di Pulau Dewata. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Koster dengan Manajer PT Sariguna Primatirta Tbk, Yastaka, di Kantor Gubernur Bali, Selasa (6/1/2026).

Transformasi Industri Demi Alam Bali Dalam laporannya, Yastaka menyampaikan bahwa per Januari 2026, PT Cleo telah melakukan transformasi besar pada lini produksinya. Seluruh mesin pengemasan untuk ukuran gelas (cup) dan botol kecil di bawah 1 liter telah dicopot.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur Bali, kami ingin menjadi warga yang baik dengan mematuhi peraturan pemerintah. Saat ini mesin-mesin sudah kami copot semua. Kami mengikuti format yang tepat untuk Bali, karena kami yakin latar belakang kebijakan Bapak Gubernur adalah demi pariwisata Bali yang lebih berkualitas dan lingkungan yang lebih bersih,” ujar Yastaka.

Ia menambahkan bahwa perusahaan telah mengubah strategi pemasaran secara total dengan fokus pada kemasan besar di atas 1 liter (galon dan botol besar) yang lebih ramah lingkungan dan mudah dikelola sampahnya.

Dukungan untuk Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menyambut baik konsistensi pelaku usaha dalam mendukung visi pembangunan daerah. Menurutnya, keberanian industri untuk mengubah model bisnis demi kelestarian alam adalah kunci utama mewujudkan Bali sebagai destinasi wisata dunia yang berkelas dan berkelanjutan.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap alam Bali. Saya sangat mengapresiasi PT Cleo yang tidak hanya sekadar berbisnis, tetapi juga ikut menjaga warisan alam kita. Jika semua produsen memiliki kesadaran yang sama, masalah sampah plastik di Bali akan tuntas lebih cepat,” tegas Gubernur.

Kebijakan ini diharapkan menjadi pemantik bagi perusahaan lain untuk segera beradaptasi dengan regulasi lingkungan di Bali, guna memastikan ekosistem pariwisata tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai