Agung Gempa: Ajak Kreator, Tokoh Publik, hingga Wakil Rakyat Bijak Bermedsos: “Jaga Taksu Bali di Panggung Dunia”

DENPASAR, BALI – Masifnya persebaran informasi di akhir tahun 2025 dan memasuki awal tahun 2026 menjadi perhatian bagi I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana, atau yang akrab disapa Agung Gempa. Praktisi IT sejak tahun 1981, Entrepreneur, sekaligus Penggerak Koperasi Multi Pihak ini mengajak kita semua, khususnya mereka yang memiliki pengaruh di media sosial, untuk lebih bijak dalam mengelola dan mengunggah konten.

Ditemui di kantornya di Denpasar pada Rabu (8/1/2026), Agung Gempa yang telah berpengalaman melatih ribuan SDM dan UMKM bidang digital ini menegaskan bahwa dengan penetrasi internet di Bali yang mencapai 90,59% salah satu yang tertinggi di Indonesia, setiap unggahan memiliki dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat luas.

“Kita mengajak para konten kreator, tokoh publik, terlebih rekan-rekan wakil rakyat di daerah dan pusat, mari kita semua lebih bijak dalam mengolah serta mengunggah narasi di media sosial. Jangan hanya karena mengejar monetisasi, popularitas sesaat, atau sekadar ingin viral, kita mengorbankan kualitas informasi yang berpotensi merugikan publik dan merusak Taksu serta citra Bali di mata dunia,” ujar Agung Gempa.

Beliau menekankan bahwa dalam memberikan masukan, saran, maupun kritik terhadap berbagai isu yang terjadi di Bali, hendaknya disampaikan dengan cara yang bijak dan santun. Hal ini berkaitan erat dengan tanggung jawab moral terhadap generasi penerus.

“Ngiring sampaikan masukan atau kritik dengan bijak dan baik. Kita harus sadar bahwa literasi yang kita tulis di medsos hari ini akan dibaca oleh anak-anak kita. Jejak digital itu sangat sulit untuk dihilangkan, jangan sampai menjadi warisan yang buruk bagi masa depan mereka,” tegasnya.

Menurutnya, di tengah angka pengguna internet dunia yang menembus 6 miliar jiwa, Bali selalu berada dalam sorotan. Narasi yang salah atau spekulatif dapat berdampak langsung pada tingkat kepercayaan publik secara global terhadap keamanan dan kenyamanan Pulau Dewata.

Agung Gempa juga menambahkan bahwa kekuatan digital seharusnya digunakan untuk memperkuat potensi lokal di berbagai sektor, mulai dari UMKM hingga pertanian dan budaya. Sinergi lintas sektor inilah yang menjadi kunci agar Bali tidak hanya sekadar viral, tetapi juga memiliki kedaulatan ekonomi yang nyata bagi krama Bali.

“Mari kita bangun daerah dan Indonesia dengan narasi yang edukatif, bijaksana, dan penuh persahabatan. Fokuslah pada penguatan potensi lokal agar ekonomi rakyat terus tumbuh kuat melalui karya-karya digital yang jujur dan membanggakan,” tutupnya. (NSKLB)

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai