DENPASAR — Dalam upaya memperkuat visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pembangunan masyarakat yang tangguh dan sadar bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan edukasi pencegahan dan mitigasi bencana pada Minggu, 11 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kimmyra Modest House, Kota Denpasar ini menyasar komunitas The Followers yang bekerja sama dengan YUFAPLAYDATE. Melalui Crisis Management Team (CMT), BPBD Provinsi Bali memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyampaikan bahwa edukasi ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana yang inklusif, melibatkan seluruh lapisan masyarakat mulai dari dewasa hingga anak-anak. Menurutnya, pemahaman mitigasi bukan hanya soal teori, melainkan investasi keselamatan untuk masa depan Bali yang lebih aman.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif komunitas seperti The Followers dan YUFAPLAYDATE. Membangun daerah yang tangguh tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian. Persahabatan dan kolaborasi antar-elemen masyarakat inilah yang akan mempercepat terwujudnya Bali yang tanggap dan tangguh bencana,” ungkap I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.
Acara ini diikuti oleh 80 peserta, yang terdiri dari 50 orang dewasa dan 30 anak-anak. Materi yang disampaikan dikemas secara menarik, mencakup pengetahuan dasar penanggulangan bencana serta pengenalan jenis-jenis bencana. Khusus untuk peserta anak-anak, tim CMT menyisipkan sesi interaktif agar pesan-pesan keselamatan dapat diserap dengan cara yang menyenangkan.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan kondusif. Di akhir acara, pihak panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPBD Provinsi Bali atas dukungan edukasi yang diberikan. Sinergi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Bali untuk terus membangun kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana demi kemajuan daerah dan Indonesia.
