DENPASAR — BPBD Provinsi Bali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan antarwilayah. Pada Senin (12/1), BPBD Bali secara resmi memfasilitasi penyaluran bantuan dari Yayasan Dwijendra yang ditujukan bagi korban bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Prosesi penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kampus Universitas Dwijendra, Denpasar. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan Dwijendra beserta jajaran kepada pihak BPBD Bali.
Bantuan yang terkumpul akan diteruskan kepada masyarakat terdampak melalui mekanisme koordinasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali. Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik melalui jaringan relawan di daerah terdampak.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, Dr. I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, SSTP., M.Si., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kepedulian keluarga besar Yayasan Dwijendra.
“Kami mengapresiasi semangat gotong royong dari Yayasan Dwijendra. BPBD Bali bersama FPRB berkomitmen untuk segera menyalurkan bantuan ini agar dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Dr. Teja Bhusana Yadnya.
Fasilitasi bantuan ini mencerminkan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama (kolaborasi pentahelix). Keterlibatan lembaga pendidikan seperti Yayasan Dwijendra membuktikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian tetap terjaga kuat di tengah masyarakat Bali.
Diharapkan bantuan ini tidak hanya memberikan dukungan materiil bagi para korban, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi warga di Sumatera yang sedang berjuang di masa pemulihan pascabencana.
