DENPASAR – Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Diperluas Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (19/2). Rapat strategis ini digelar untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan instruksi Presiden RI guna memastikan Bali tetap menjadi destinasi dunia yang aman, asri, dan teratur.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat lima poin penekanan utama yang menjadi mandat bagi seluruh kepala daerah di Bali untuk segera diimplementasikan. Pertama, Gerakan Bersih Sampah yang memfokuskan aksi nyata pembersihan sampah di sungai, laut, dan danau. Kedua, Penertiban Estetika Kota melalui pembersihan dan penataan ulang iklan reklame serta baliho yang tidak berizin, rusak, atau dipasang secara semrawut.
Ketiga, Manajemen Kemacetan dengan mendorong pemerintah daerah melakukan rekayasa lalu lintas dan optimalisasi infrastruktur di titik rawan. Keempat, Penguatan Keamanan dan Ketertiban Wilayah melalui sinergi erat bersama TNI/Polri demi menjaga stabilitas Bali sebagai pusat kegiatan internasional. Poin kelima adalah Pengendalian Izin Alih Fungsi Lahan dengan melakukan pengawasan ketat terhadap lahan pertanian produktif (sawah) dan kawasan hijau agar pembangunan tetap sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Menanggapi instruksi tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria menyatakan komitmen penuh untuk menjalankan kelima poin penekanan tersebut di wilayah Kabupaten Klungkung. Beliau menegaskan bahwa langkah-langkah penertiban dan pembersihan akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait di tingkat kabupaten.
“Kami berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti arahan ini. Langkah penertiban, baik itu masalah estetika baliho maupun pengawasan alih fungsi lahan, akan segera kami koordinasikan agar pembangunan di Klungkung tetap selaras dengan upaya pelestarian alam Bali,” tegas Bupati Satria.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Bali, para Kepala Daerah se-Bali, serta pimpinan instansi vertikal terkait lainnya. Sinergitas ini diharapkan menjadi momentum percepatan penataan Bali menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
(admin-NSKLB)
