KARANGASEM – Memasuki puncak rangkaian Karya Usabha Pitra di Pura Dalem Puri, Besakih, ribuan umat Hindu (pemedek) terpantau memadati kawasan suci tersebut sejak Senin (19/1/2026) dini hari hingga siang hari. Kehadiran umat bertujuan untuk melaksanakan prosesi Pangusaban di area Utama dan Madya Mandala Pura.
Panitia pelaksana mengonfirmasi bahwa arus kedatangan umat terus mengalir deras. Mengantisipasi lonjakan yang diprediksi akan mencapai puncaknya hingga malam nanti, pihak panitia mengeluarkan imbauan khusus.
“Kami memohon kerjasamanya kepada seluruh umat agar tetap tertib dan mengikuti arahan petugas serta pengayah di lapangan. Hal ini demi kelancaran prosesi Ngaturin/Pangusaban agar tetap khidmat meski dalam kondisi ramai,” ujar perwakilan Panitia Karya.
Rangkaian suci Usabha Pitra ini dijadwalkan akan berlangsung hingga prosesi Panyineban yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2026 mendatang.
Apresiasi Gubernur Bali, Ditemui di Jaya Sabha usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (19/1), Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan apresiasinya atas kelancaran tahapan karya suci ini. Ia menyoroti efektivitas pembangunan Kawasan Suci Pura Agung Besakih yang kini manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu poin krusial yang ditekankan Gubernur Koster adalah keberadaan jembatan (titi) Sudamala. Menurutnya, infrastruktur ini menjadi kunci utama terurainya kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi kendala di Pura Dalem Puri.
“Astungkara, dengan penataan kawasan saat ini, kondisi krodit parkir dan desak-desakan sudah bisa kita minimalisir. Umat kini jauh lebih nyaman. Pemedek bisa parkir di area parkir utama yang luas, lalu berjalan kaki dengan nyaman menuju Pura Dalem Puri melalui jembatan yang sudah terbangun kokoh,” ungkap Koster.
Lebih lanjut, Gubernur Koster berharap fasilitas yang sudah terbangun dapat dijaga bersama demi kelestarian dan kesucian Pura Agung Besakih. “Tujuan utama kita adalah memberikan pelayanan terbaik bagi umat agar prosesi persembahyangan berjalan khusyuk. Astungkara sami ahayu,” tutupnya.
