SEMARAPURA — Anggota DPRD Klungkung Putu Tika Winawan mendorong Bupati Klungkung I Made Satria membuka ruang seluas-luasnya bagi putra-putri daerah yang selama ini berkarier di luar Klungkung untuk pulang dan mengabdikan diri di tanah kelahirannya. Menurutnya, pengalaman, kompetensi, dan kapasitas yang diperoleh di luar daerah dapat menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Klungkung.
Dorongan tersebut disampaikan Tika di tengah pembahasan pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Klungkung definitif. Ia mendukung langkah Bupati Satria yang menyiapkan proses seleksi melalui panitia seleksi (pansel), dengan tetap mengedepankan prinsip meritokrasi, kompetensi, dan rekam jejak.
Tika menilai, putra-putri daerah yang telah meniti karier di berbagai instansi dan wilayah memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi kemajuan Klungkung. Pengalaman profesional yang mereka miliki dapat menjadi bekal untuk menghadirkan inovasi, memperbaiki tata kelola pemerintahan, serta menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
“Banyak putra daerah kita yang moncer di luar daerah. Kenapa tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan mengabdi di daerah sendiri?” ujar Tika.
Ia juga menyoroti pentingnya sense of crisis atau kepekaan terhadap persoalan daerah yang dinilai dapat tumbuh dari kedekatan emosional dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat setempat. Menurutnya, potensi tersebut perlu diimbangi dengan kompetensi, integritas, dan kemampuan profesional agar kontribusi yang diberikan benar-benar berdampak.
Tika menyebut sejumlah putra daerah Klungkung yang telah menempati posisi strategis di luar daerah, di antaranya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Badung Komang Budhi Argawa, serta Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laksmi Saraswati.
Salah satu figur yang menurutnya layak dipertimbangkan untuk kembali mengabdi di Klungkung adalah I Made Udayana, yang memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan kesehatan dan manajemen rumah sakit.
Berdasarkan riwayat hidup yang dihimpun, Udayana merupakan ASN RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah sejak 2002. Ia mengawali karier sebagai perawat pelaksana, kemudian menduduki sejumlah posisi manajerial. Sejak Mei 2026, ia tercatat menjabat Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat di rumah sakit tersebut.
Udayana juga memiliki latar belakang pendidikan lintas disiplin, meliputi Doktor Ilmu Manajemen, Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Profesi Ners, dan Sarjana Ilmu Hukum. Pengalamannya mencakup manajemen rumah sakit, hukum kesehatan, manajemen risiko, akreditasi, serta peningkatan mutu pelayanan.
“Klungkung memanggil. Saya berharap Saudara Bupati mempertimbangkan beliau untuk mengabdi di Klungkung,” kata Tika.
Menurutnya, pengalaman tersebut berpotensi mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan daerah, termasuk penguatan fungsi puskesmas agar semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya setiap puskesmas menjadi lebih hidup, lebih berdaya, dan perubahan kualitas pelayanannya benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan sekadar pelengkap administrasi,” tegasnya.
Meski mendorong terbukanya kesempatan bagi putra daerah, Tika menegaskan bahwa pengisian jabatan strategis tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Prinsip meritokrasi harus menjadi landasan agar setiap pejabat terpilih benar-benar memiliki kompetensi dan rekam jejak yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Baginya, membuka ruang bagi putra-putri Klungkung yang berkarier di luar daerah bukan semata-mata persoalan asal daerah, melainkan upaya menghimpun potensi sumber daya manusia untuk memperkuat pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.(gpl-NSKLB)
