BADUNG, 9 Maret 2026 – Ida Cokorda Mengwi XIII menerima kunjungan mesadu ajeng (audiensi resmi) dari jajaran Pengempon Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berambang Agung, Kabupaten Jembrana, bertempat di Puri Ageng Mengwi, Senin (9/3). Pertemuan ini bertujuan untuk memohon kehadiran serta restu Ida Cokorda Mengwi dalam rangkaian Karya Suci Pujawali Purnama Kedasa mendatang.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Karya, I Wayan Mawa, didampingi Ketua Umum Puri Andul, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa), Penglingsir Puri Andul, I Gusti Agung Ngurah Diputra, serta jajaran pengurus dan Desa Adat Berambang.
Momentum Spiritual dan Pelestarian Tradisi
Ketua Panitia Karya, I Wayan Mawa, menyampaikan bahwa puncak Pujawali atau Odalan di Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berambang Agung dijadwalkan jatuh pada Purnama Kedasa, 2 April 2026.
“Karya Suci tahun ini menjadi momentum krusial bagi penguatan spiritual umat sekaligus pemersatu lintas generasi dalam melestarikan tradisi adat, khususnya di wilayah Jembrana dan Bali,” ujar Wayan Mawa di hadapan Ida Cokorda.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Puri Andul, Agung Gempa, menyampaikan bahwa pasca suksesnya karya Ngenteg Linggih pada Maret 2024 lalu yang disokong penuh oleh semua pihak, krama Jembrana dan Bali serta krama pengempon, proses penataan fisik pura tahap demi tahap terus berlanjut.

“Pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh semua pihak. Kedepan, penataan kawasan menjadi atensi bersama demi menjamin kenyamanan dan keasrian bagi para pamedek (umat) saat menghaturkan bakti,” jelas Agung Gempa.
Huluning Jembrana: Titik Sakral Pemersatu Jagat, Secara historis dan geografis, Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berambang Agung memiliki kedudukan istimewa. Dikenal sebagai Huluning Kabupaten Jembrana, pura ini memiliki keterikatan sejarah yang sangat erat dengan Puri Ageng Mengwi, Puri Klungkung, dan sejarah Bali lainnya.
“Titik pura ini sangat strategis. Dari areal pura, pemandangan Kota Negara hingga Banyuwangi tampak sangat jelas. Ini membuktikan kehebatan leluhur kita dalam menentukan titik sakral baik secara sekala maupun niskala,” tambah Agung Gempa. Salah satu keistimewaan inilah yang membuat pamedek yang hadir kian meningkat setiap tahunnya, serta rahina suci lainnya, tidak hanya dari Bali, tetapi juga dari luar pulau Bali.
Agenda Utama: Pembacaan Prasasti Berambang Penglingsir Puri Andul, I Gusti Agung Ngurah Diputra, secara khusus memohon kehadiran Ida Cokorda Mengwi XIII pada acara inti yang akan dilaksanakan pada Anggara Paing, 31 Maret 2026, pukul 13.00 WITA.
Agenda tersebut meliputi persembahyangan bersama (muspa) di Utama Mandala serta prosesi sakral Mewacen (Pembacaan) Prasasti Berambang. Acara ini direncanakan akan dihadiri oleh Bupati Jembrana, jajaran dinas terkait, PHDI, Kementerian Agama, Majelis Desa Adat, serta para tokoh agung seperti Ida Dalem Puri Klungkung, Ida Dalem Puri Panjisakti, Dalem Blambangan, Ida Rsi Bujangga, Ida Peranda, hingga Pinih Sepuh Puri se-Jembrana.
Apresiasi Ida Cokorda Mengwi XIII Menerima aspirasi tersebut, Ida Cokorda Mengwi XIII menyatakan apresiasi yang mendalam atas semangat gotong royong krama dalam menjaga kesucian pura. Beliau berharap seluruh tahapan karya dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan (rahayu).
“Semoga krama masyarakat tetap guyub, pakedek panyem, dan bergotong royong menyangga karya suci ini. Astungkara tidak ada halangan, saya berencana hadir langsung (jagi pacang macecingak) untuk menyaksikan serta memberikan restu pada acara sakral ini,” tutup Ida Cokorda Mengwi XIII. (NSKLB)
