BANGLI — Pemerintah Kabupaten Klungkung melaksanakan upacara Bakti Penganyar di empat Pura Kahyangan Jagat dan Sad Kahyangan yang berada di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (2/10/2026).
Rombongan Bakti Penganyar dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Rangkaian persembahyangan dilaksanakan di empat pura utama di Kecamatan Kintamani, yakni Pura Sad Kahyangan Jagat Puncak Penulisan di Desa Sukawana, Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Songan di Desa Songan, Pura Dang Kahyangan Bukit Mentik di Desa Adat Batur, serta Pura Kahyangan Jagat Tuluk Biu di Jalan Raya Kintamani, Desa Batur.
Pelaksanaan Bakti Penganyar merupakan wujud sraddha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Persembahyangan tersebut sekaligus menjadi sarana memohon kerahayuan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi masyarakat serta Kabupaten Klungkung, baik secara sekala maupun niskala.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati I Made Satria menyampaikan bahwa pelaksanaan Bakti Penganyar menjadi momentum untuk memperkuat hubungan spiritual sekaligus menjaga keharmonisan antardaerah, khususnya hubungan antara Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Bangli.
Menurutnya, persembahyangan bersama juga menjadi bagian dari upaya memperkuat rasa kebersamaan dan keseimbangan dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat serta pemerintahan.
“Melalui pelaksanaan Bakti Penganyar ini, kami memohon kerahayuan jagat agar Kabupaten Klungkung senantiasa diberikan keselamatan dan kedamaian. Kami juga memohon agar seluruh program pembangunan yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar sehingga memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Satria.
Bupati Satria berharap doa dan persembahyangan yang dilaksanakan dapat menjadi penguat spiritual bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain sebagai bentuk sraddha bhakti, kegiatan tersebut juga mencerminkan hubungan spiritual dan sosial yang erat antarmasyarakat Bali, termasuk melalui keberadaan pura-pura yang memiliki nilai penting dalam kehidupan keagamaan dan kebudayaan masyarakat.(gpl-NSKLB)
Salam Mahottama.
