DENPASAR, NangunSatkerthi – Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam, rakyat, serta kebudayaan Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali terus diakselerasi di sektor pendidikan. Pada Rabu (7/1/2026), Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, S.T., M.Si., memimpin rapat strategis di Ruang Jnana Kerthi, Denpasar.
Agenda utama rapat ini adalah Pembentukan Dewan Pendidikan Provinsi Bali serta Pembahasan Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) tentang Penyelenggaraan Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Bali dan Kearifan Lokal Bali pada Pendidikan Formal dan Non-Formal.
Percepatan Program Prioritas 2025-2029 Pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Periode 2025-2029. Fokus utamanya adalah pengintegrasian Kurikulum SDM Bali Unggul dengan Kurikulum Muatan Lokal. Melalui kebijakan ini, pendidikan di Bali tidak hanya mengejar keunggulan intelektual, tetapi juga memastikan setiap anak didik memiliki akar budaya yang kuat.
“Pendidikan adalah pilar utama dalam mewujudkan manusia Bali yang unggul dan berbudaya. Rapergub ini akan menjadi payung hukum agar Bahasa Bali dan kearifan lokal kita tetap lestari dan diajarkan secara sistematis, baik di sekolah formal maupun lembaga non-formal,” tegas Ida Bagus Gde Wesnawa Punia.
Sinergi Para Tokoh dan Pakar Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh figur-figur penting, di antaranya Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali, Kabid GTK Disdikpora, serta para pakar seperti Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, M.S., Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., Drs. I Ketut Sumerta, dan I Putu Agus Mahadiputra, S.Pd.B.
Kehadiran para tokoh pendidikan dan seni ini bertujuan untuk memastikan bahwa kurikulum yang disusun benar-benar mencerminkan nilai-nilai luhur kearifan lokal Bali yang selaras dengan perkembangan zaman. Pembentukan Dewan Pendidikan pun diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan dan pengawasan demi kemajuan kualitas pendidikan di Pulau Dewata.
