1

Ny. Putri Koster Ajak Keluarga Bergerak Amalkan HATINYA PKK

Ny. Putri Koster Ajak Keluarga Bergerak Amalkan HATINYA PKK

Singaraja, (NSKLB)  – Untuk mewujudkan halaman rumah yang Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA PKK) melibatkan peran serta seluruh anggota keluarga. Anggota keluarga secara gotong-rotong bergerak bersama-sama menata halaman rumahnya masing masing sehingga nantinya rumah akan menjadi asri dan memberi kenyamanan bagi seluruh anggota keluarga.

Demikian disampaikan oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di RRI Singaraja , Kamis (16/9).

Lebih jauh wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menyampaikan bahwasannya dalam menata halaman rumah diperlukan kreativitas serta pergerakan seluruh anggota keluarga termasuk di dalamnya anak-anak sehingga akan tumbuh rasa saling membantu serta rasa cinta akan lingkungan sejak usia dini.

Dengan demikian menata halaman rumah tidak saja akan menjadikan halaman asri, indah dan nyaman, tetapi juga menjadi momen kebersamaan anggota keluarga sehingga keharmonisan keluarga akan terjaga.

Ny. Putri Koster Ajak Keluarga Bergerak Amalkan HATINYA PKK
“Menata halaman rumah tidak hanya secara fisik, kasat mata halaman menjadi asri tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan keluarga akan bumbu dapur, sayur serta obat-obatan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga akan menjadi momen kebersamaan bersama keluarga. Mungkin kita bisa buat Minggu Berkebun, sehingga kita akan bersama-sama bergotong-royong menata halaman rumah ,” imbuhnya.

Pendamping Orang Nomor Satu di Bali ini juga mengajak seluruh keluarga untuk berani bergerak memulai untuk menata halaman . Penataan halaman rumah juga memerlukan kreativitas dari masing-masing anggota keluarga yang tentu saja disesuaikan dengan kondisi pekarangan serta kebutuhan dari masing masing keluarga .

” Ayo seluruh keluarga kita mulai bergerak, kita kukuhkan dan amalkan penataan halaman rumah kita masing-masing, sehingga setiap halaman rumah akan tertata, keluarga menjadi sehat, nyaman dan ketahanan pangan keluarga dapat terwujud,” tuturnya.

Dalam dialog yang mengangkat tema “Gerakan AKU HATINYA PKK Mendukung Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19” juga menghadirkan narasumber Prof Dr. I Wayan Supartha, M.Si selaku Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali Bidang Pangan, Sandang dan Papan. Dalam paparannya, Prof. Supartha menyampaikan secara konseptual halaman asri, teratur indah dan nyaman sangat luar biasa . Pekarangan ditata agar sedap dipandang sehingga terlihat indah dan asri . Tidak hanya hasil panen yang dapat dinikmati anggota keluarga tetapi juga halaman yang asri menyediakan suplai oksigen yang memberi kesejukan, kenyamanan serta ketenangan bagi anggota keluarga. Namun hal tersebut jangan hanya dikonsepkan semata, tetapi harus dikukuhkan dan diamalkan.

“Jangan hanya diwacanakan menata halaman rumah, tetapi semua harus berani bergerak, mengamalkan dan mengukuhkannya. Perlu kecerdasan dan kreativitas dari anggota keluarga untuk menata halaman rumahnya masing-masing, kita bangun keharmonisan keluarga dari menata halaman rumah,” ungkapnya. (GP)




Menteri Kelautan dan Perikanan RI Siap Dukung Gubernur Koster Kembangkan Potensi Laut Bali

Dari Budidaya, Industri, Hingga Ekspor

Buleleng, (NSKLB) – Gubernur Bali, Wayan Koster mendapatkan dukungan dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM untuk menjadikan Pulau Bali sebagai salah satu wilayah Pengembangan Budidaya, Industri dan Pasar Ekspor Hasil Laut dan Perikanan.

“Saya mendukung Pak Gubernur, karena selain Bali sebagai destinasi wisata dunia, namun Bali juga memiliki potensi yang harus terbangun budidaya dan industrinya dibidang kelautan dan perikanan, apalagi Bali sangat selaras dan berkesinambungan di dalam menjaga lautnya dengan pendekatan ‘culture’ kebudayaan, karena Bali tidak pernah menghancurkan, untuk itu saya mendukung Pak Gubernur,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM saat menangapi pesan mantan Anggota DPR-RI 3 Periode Fraksi PDI Perjuangan ini dalam kegiatan kunjungan kerja ke Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBL-PP) Gondol-Bali, Gerokgak, Buleleng, Rabu (20/1).

Sebelumnya, Gubernur Wayan Koster mengatakan bahwa Bali akan menyeimbangkan struktur perekonomian Bali antara Pariwisata, Pertanian/Kelautan, dan Industri, karena potensi Pulau Bali di pertanian/kelautan, dan industri pada khususnya cukup besar.

“Mohon dukungan Pak Menteri Kelautan dan Perikanan RI, karena potensi laut ini akan kami kembangkan pembudidayaan, industri, dan pasar ekspornya,” ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran Buleleng ini saat didampingi langsung oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

Menyikapi semangat Gubernur Koster tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono lebih lanjut menegaskan optimis ini harus terbangun dan diwujudkan, sehingga dengan adanya kemampuan kita membuat benih lobster, kerapu sunu, abalon, hingga tuna di Buleleng ini maka sudah saatnya industri dan volume ekspor, khususnya ekspor ikan tuna sudah bisa kita lakukan.

“Ada sesuatu ekonomi baru di wilayah laut ini yang bisa dikembangkan, dan siap mendukung Pak Gubernur,” tegasnya sambil meninjau produksi garam lokal Pemuteran, Buleleng, dan meninjau laboratorium, hingga proses pembenihan tuna, kerapu sunu, meninjau pembenihan abalon, dan pembenihan lobster di Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan Gondol-Bali.

Kehebatan potensi kelautan Bali yang telah dibicarakan, ternyata benar-benar membuat kagum Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dihadapan Gubernur Koster dan Bupati Putu Agus Suradnyana, ketika Menteri Sakti Wahyu Trenggono melihat produk lokal khas Buleleng yang berupa Garam Pemuteran sudah mampu menjadi daya tarik Negara Jepang.

Sehingga Garam Pemuteran yang memiliki nama ‘Bali Salt’ ini, menurut Kepala BBRBLPP, Gondol, Ir. Bambang Susanto setiap bulannya mampu diekspor ke Jepang sebanyak 2 ton, karena garam ini selain memiliki fungsi untuk makanan, juga dimanfaatkan untuk treatment spa di negara kincir angin tersebut. Mendengar hal itu, Menteri Sakti Wahyu Trenggono kemudian ikut memborong garam lokal khas Pemuteran Buleleng ini untuk dibawa ke Jakarta.

Atas keunggulan produk lokal berupa Garam Pemuteran yang mampu menjadi Pasar Ekspor, Gubernur Bali, Wayan Koster menilai apa yang dihasilkan di wilayah Pemuteran, Buleleng ini perlu kita dukung bersama, sesuai dengan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno, Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan. (AGP/GS/KMB)




Virgin River Panji, Wisata Pemandian Sungai Deras

Buleleng, (NSKLB) – Selain dikelilingi oleh pegunungan dengan hamparan pepohonan, Desa Panji juga memiliki sungai mengalir deras yang memiliki berbagai potensi untuk dikembangkan. Untuk itu, sebagai desa yang berkiblat pada pengembangan wisata berbasis alam, Desa Panji mengembangkan salah satunya adalah objek wisata pemandian sungai deras yang bernama “Virgin River”.

Terpantau oleh Tim Singa Manggala, objek wisata Virgin River ini berupa sungai dengan air deras yang mengaliri bebatuan di sepanjang alirannya. Pengunjung bisa mandi atau hanya sekedar mengambil foto dengan latar belakang air terjun rendah. Area sekitar sungai dikelilingi oleh pepohonan rindang yang menguatkan kesan alam yang asri di Virgin River.

Adalah Gede Ari Kusuma Jati, selaku Ketua Kelompok Jasa Lingkungan Bangsing Beringin yang aktif dalam mengembangkan objek wisata alam di Desa Panji. Ditemui oleh Tim Singa Manggala di Virgin River pada Rabu, (23/12), Gede Ari mengulas secara lengkap terkait upaya-upaya yang Ia bersama kelompoknya lakukan.

Terkait kiprah kelompoknya, Gede Ari menjelaskan berdasarkan SK pembentukan yang diberikan pada tahun 2019, Jasa Lingkungan Bangsing Beringin oleh Pemerintah Desa Panji diberikan tugas untuk melestarikan hutan desa seluas 129 hektar, sekaligus mengembangkannya menjadi objek wisata berbasis alam. Dalam hal ini Ia bersama kelompoknya berinisiatif untuk mengembangkan objek wisata sungai Virgin River. Selain itu, pengembangan Virgin River juga sekaligus sebagai bentuk pelestarian kawasan hutan dan perlindungan sumber air di Desa Panji. Kegiatan itu dilakukan oleh pihaknya bersama masyarakat sekitar.

“Kami mengelola bersama warga masyarakat di sekitar, kami libatkan masyarakat yang tidak punya pekerjaan karena situasi seperti ini (pandemi), minimal jadi ada lah kegiatan yang positif yang bisa dilakukan bersama,” jelasnya.

Dukungan pihak luar untuk melestarikan hutan Desa Panji juga berdatangan. Salah duanya kata Gede dari pihak Kebun Raya Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) dan Kebun Raya Bedugul berupa bantuan 700 bibit pohon buah-buahan seperti durian, nangka, aren, manggis, dan kererek. Bibit-bibit itu ditanam bersama pada 7 November 2020 lalu oleh Jasling Bangsing Beringin bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Kodim 1609/Buleleng, dan masyarakat sekitar. (bulelengkab.go.id)




DAPD Buleleng Kembali Terima Sumbangan Buku dari Ketut Suweca

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng kembali menerima sumbangan buku karya Drs. I Ketut Suweca, M.Si. Sebanyak 8 buah buku dari 2 judul buku yang disumbangkan olehnya. Atas sumbangan buku tersebut, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Buleleng  dr. Ni Made Sukarmini, M.A.P mengucapkan banyak terimakasih. Ucapan tersebut dilontarkan saat menerima langsung sumbangan buku dari Ketut Suweca di ruang kerjanya, Jumat (13/11).

Lebih lanjut ungkap Kadis Sukarmini, pihaknya sangat bersyukur dengan adanya sumbangan buku dari karyanya Ketut Suweca. Diakui olehnya, sudah ada beberapa penulis yang turut menyumbangkan karya tulisnya, sehingga menambah koleksi buku di dinasnya. ” Ini merupakan salah satu indikator untuk dapat meningkatkan nilai akreditasi pada instansinya dengan penambahan koleksi buku, “ungkapnya.

Kedepan, pihaknya berharap agar  lebih banyak lagi penulis-penulis lokal yang mau menyumbangkan karya tulisnya dan tentunya akan menambah kasanah koleksi buku Perpustakaan Daerah Buleleng.

Sementara itu, Ketut Suweca yang juga selaku Kadis Kominfosanti Kabupaten Buleleng mengatakan, hobinya menulis memang sudah sangat lama digeluti, terlebih kesukaan membaca buku, menjadi jendela informasi untuk menuangkan karyanya dalam bentuk tulisan.

Disebut olehnya,  sampai saat ini sudah 3 buku yang disumbangkan ke DAPD Buleleng, dari 6 karya buku yang sudah diterbitkanya. Dirinya berharap, dengan sumbangan bukunya, para generasi muda atau pembaca dapat memperoleh inspirasi dari ide-ide yang dituangkan dalam buku tersebut. ” Dengan pengalaman hidup sepanjang karier saya, yang saya tuangkan dalam buku, mudah-mudahan dapat dipetik manfaatnya bagi para generasi muda,”harapnya.(wdi) Humas Buleleng




DATA DESA ADAT, KABUPATEN BULELENG

(NangunSatKerthiLokaBali.com) Berikut Daftar Desa Adat di Kabupaten Buleleng Bali. Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. #Nangunsatkerthilokabali

Perda Desa Adat di Bali: https://bit.ly/3aADs2T
 





Bagikan Sembako Dari Urunan Kantong Pribadi, Ny. Putri Koster Bersama Iwapi Dan PKK Keliling Kabupaten Di Bali Membantu Masyarakat

Buleleng, NangunSatKerthiLokaBali.com – Ny Putri Suastini Koster selaku pembina Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) bekerja sama dengan Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) Provinsi Bali terus berupaya meringankan beban kebutuhan rumah tangga khususnya bagi warga kurang mampu, lanjut usia, berstatus janda atau duda selama masa pandemi Covid-19. Secara simultan dan berkesinambungan KPRK Provinsi Bali terus melaksanakan ‘Warung Kaget’, di mana bahan pokok kebutuhan pangan ini disiapkan secara sukarela (urunan) oleh anggota IWAPI, mulai dari jenis bahan kebutuhan berupa minyak goreng, tempe-tahu, bumbu masakan, telur, gula, teh, sayur-mayur, buah jeruk dan beras.Pada kegiatan ‘Warung Kaget’ kali ini yang dilaksanakan di Gedung Laksmi Graha, Kota Singaraja-Buleleng, Ny Putri Suastini Koster secara pribadi menyumbangkan beras seberat 250 kilogram. Minggu (7/6).

Layaknya belanja di warung, warga dipersilahkan mengambil bahan kebutuhan pokok yang tersedia di ‘Warung Kaget’. Bedanya, di warung ini warga tidak harus membayar, melainkan serba gratis. Namun demikian, setiap warga yang datang ke warung tetap diharuskan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, dan menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya.

Ny. Putri Koster menerangkan bahwa, “Kebutuhan pokok bahan makanan ini dipersiapkan sebanyak 50 bingkisan yang berisikan beras, sayuran, gula, teh dan minyak goreng. Selain itu disediakan juga bibit cabai dan terong yang nantinya harus ditanam di halaman rumah penduduk masing-masing penerim, dengan tujuan menyiapkan ketahanan pangan dari rumah tangga di saat menjelang Bali Era Baru ke depan,” ungkapnya.

Ny Putri Koster juga menambahkan bahwa, ‘Warung Kaget’ memberikan suasana baru sekaligus membangkitkan kepedulian kepada warga terdampak Covid-19. “Di tengah mewabahnya Virus Corona yang jumlah transmisi lokalnya semakin banyak, saya harapkan semua pihak terutama pengusaha untuk turut mengambil bagian meringankan beban sesama. Semisal ada tetangga kita yang kurang mampu, marilah kita bangkitkan rasa kepedulian ini, agar keeratan bersaudara di tanah Bali ini semakin terjaga,” imbuh Ny Putri Koster, mengingatkan.

Melalui gerakan ‘Warung Kaget’ yang melibatkan anggota IWAPI dan KPRK ini, pendamping orang nomor 1 di Bali itu meminta semua lapisan masyarakat untuk semakin mantapkan jiwa gotong-royong yang penuh semangat. “Jika berkenan, anak-anak muda juga kita libatkan sejak dini,” terangnya.

Selain meringankan warga terdampak yang tidak masuk ke dalam penerima bantuan dari pmerintah, kegiatan ini juga secara langsung berperan untuk saling menyapa sekaligus memberikan semangat bagi masyarakat luas, dengan prinsip lebih baik memberi daripada menerima. Dengan demikian, akan terasa lebih ringan bagi warga terdampak khususnya yang sudah tidak memiliki penghasilan lantaran dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Warga penerima bantuan pada ‘Warung Kaget’ siang itu, antara lain berasal dari Kelurahan Kendran, Beratan, Banjar Bali, Liligundi, Banyuning, Pemaron, Tukad Mungga, serta sebanyak 15 orang penyandang HIV yang sudah tidak kerja karena diambil oleh konselornya.

Ketua DPC IWAPI Buleleng Putu Gunatri menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan sekaligus memberikan edukasi bagi warga penerima untuk terus melakukan yang terbaik di tengah pandemi agar tidak terjangkit virus dari orang lain.

Selain itu, pihaknya juga mengharapkan untuk bibit tanaman yang diserahkan sebagai upaya mempersiapkan Bali Era Baru ke depan itu, dapat dikembangbiakkan dengan baik, sehingga pada gilirannya dapat menjaga ketahanan pangan di lingkungan keluarga. “Bibit tanaman berupa cabai, terong dan lain-lain yang sudah Bapak/Ibu terima, bisa ditanam di halaman rumah yang tidak membutuhkan tempat yang begitu lebar,” ujar Gunatri. *admin*




Ketua Komisi V DPR RI beserta anggota lainnya didampingi Gubernur Bali bapak Wayan Koster meninjau perkembangan proyek Titik 3-4 Shortcut Singaraja-Mengwitani, 22 November 2019.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali-Dalam kesempatan itu Bapak Lasarus sebagai pimpinan komisi menanyakan banyak hal terutama mengenai aspek manfaatnya kepada masyarakat nanti.

Gubernur Bali yang sekaligus merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga mengapresiasi sinergi yang begitu baik antara pemerintah pusat dengan kepemerintahannya di Provinsi Bali sehingga banyak hal yg sudah diharapkan masyarakat Bali selama ini bisa terwujud.

 




Makin Terang, Staf Khusus Presiden Cek Dokumen Penlok Bandara Buleleng


NangunSatKerthiLokaBali.com – Seminggu setelah kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Bali, giliran Staf Khusus Presiden (SKP) Lenis Kogoya, S.Th, M.Hum, dengan sigap menindaklanjuti kunjungan presiden itu, dengan langsung datang ke Bali untuk mengkonfirmasi dokumen-dokumen yang berkaitan dengan makin terangnya penetapan lokasi (Penlok) Bandara baru Bali utara di Buleleng, Kamis (27/6). Pada kesempatan tersebut Kelian Desa adat Kubutambahan, Drs. Jero Pasek Ketut Warkadea, M.Si telah menyerahkan sejumlah dokumen, berupa copy sertifikat hak milik Duwe Pura Desa Kubutambahan seluas 366 Hektar kepada SKP, Lenis Kogoya.

Pada waktu yang bersamaan telah diserahkan juga data-data copy sertifikat tanah penduduk di area bandara seluas kurang lebih 150 hektar berikut surat kesepakatan Jual – beli tanah antara penduduk setempat dengan PT PEMBARI (Pembangnunan Bali Mandiri). Dengan demikian proses ganti rugi atau ganti untung kepada penggarap tanah atau pun kepada para pengontrak dan penyewa tanah sebelumnya akan berjalan lebih lancar. “Setelah ini dalam waktu dekat proses lanjutan dalam persiapan pembangunan bandara bisa terlaksana dengan baik demi untuk menciptakan keadilan dan pemerataan pembangunan di Provinsi Bali,” demikian diungkapkan dengan tegas oleh Lenis Kogoya.

Seperti diketahui, Lenis Kagoya yang selalu diterjunkan oleh Pressiden Jokowi untuk menangani tugas-tugas khusus memperlancar suatu proses kegiatan pemerintahan lintas kementerian. Termasuk wacana pembangunan bandara baru di Bali utara terus bergulir, setelah kunjungan Menteri Perhubungan RI ke lokasi rencana bandara baru di Kubutambahan, Buleleng, 30 Desember 2018 dan disusul dengan pengecekan langsung ke lokasi oleh staf Khusus Presiden RI , Lenis Kogoya STh,M.hum. Kini yang terakhir pernyataan Presiden Jokowi, Jumat (15/6) siang di Nusa Dua, Badung – Bali, terkait rencana pembangunan bandara baru tersebut semakin jelas.

Presiden dengan tegas menyatakan bahwa Pembangunan Bandara baru Bali utara akan segera terealisasi dalam waktu dekat. Dengan demikian masyarakat Bali boleh bernafas lega, karena harapan yang ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun bisa segera terwujud. Sebagaimana diketahui bahwa pembangunan bandara Buleleng ini adalah untuk pemerataan pembangunan dan berdampak pada pengentasan kemiskinan rakyat di sekitarnya yang berjumlah lebih dari 41.000 orang. tim kbs




Farmers Camp 2019 Genjot Potensi Petani Muda se-Bali

NangunSatKerthiLokaBali.com – Lebih dari 200 orang petani muda yang juga pelaku usaha milenial berbagai bidang pertanian bergabung dalam ajang Farmers Camp 2019. Ratusan petani muda milenial se-Bali yang tahun ini mengikuti Farmers Camp sebagai bentuk kerjasama antara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali dengan Udayana Commenity Development Program (UCDP) dan Forum Petani Muda Bali serta Pemda Kabupaten Buleleng. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 31 Mei sampai 2 Juni 2019 bertempat di Camping Ground Soewan Garden, Desa Pancasari, Sukasada, Buleleng.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si menyebutkan, Farmers Camp 2019 dilaksanakan untuk menjalin keakraban antara pemuda tani pelaku usaha bidang pertanian untuk saling mengenal, tukar menukar informasi, koordinasi dalam mengembangkan usaha dan terjalinya kemitraan usaha. “Kita menyambut baik pelaksanaan Farmers Camp 2019, karena dapat sebagai ajang komunikasi para pemuda tani milenial. Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa pertanian ditinggalkan oleh generasi muda,” ujar Birokrat asal Tabanan ini, Sabtu (1/6/2019).

Kegiatan dikemas seperti kemping di alam terbuka dan tidur dalam tenda-tenda yang disiapkan panitia. Beberapa materi yang disampaikan antara lain agribisnis (kopi, pisang, cengkeh, jeruk, setrobery, salak, jamur, lebah madu), pertanian organik dan tentang agro wisata yang dipresentasikan langsung oleh pemuda tani pelaku usaha peserta Farmers Camp 2019 tersebut sebagai sucses strory. Kegiatan seminar diselingi dengan hiburan dan permainan-permainan untuk menjalin keakraban. “Forum pemuda tani milenial ini, agar mempunyai program kerja, sehingga tidak hanya sebatas melaksanakan acara-acara serimonial saja. Tapi terjun langsung memberikan asistensi masyarakat tani,” bebernya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Farmer Camp 2019, Agung Weda membenarkan ajang ini untuk mempertemukan para petani muda guna meningkatkan kualitas produksi pertanian dan peternakan yang ada di Bali. Kegiatan Farmer Camp akan diawali dengan pengukuhan kepengurusan dari Forum Petani Muda Bali (masa bakti 2018-2021) sebagai wadah penyerap aspirasi petani-petani muda Bali dan dilajutkan dengan pengukuhan asosiasi dari setiap komoditas pertanian dan peternakan yang ada di Bali, antara lain Asosiasi Durian, Asosiasi Manggis, Asosiasi Cengkeh, Asosiasi Kopi, Asosiasi Jeruk, Asosiasi Buah Naga, Asosiasi Salak, Asosiasi Pisang, Asosiasi Strawberry, Asosiasi Padi, Asosiasi Sayur-mayur, Asosiasi Peternak Jangkrik dan Asosiasi Peternak Lebah Madu.

Dalam kegiatan ini, para petani muda Bali akan diberikan edukasi dan pelatihan tentang penerapan SOP dan GAP secara berkelanjutan, bertukar informasi tentang perkembangan harga dan sentra-sentra usaha yang dapat menyerap produk pertanian dalam sekala lokal dan ekspor. Selain itu, para petani ini akan diberikan materi-materi training dari trainer-trainer nasional, antara lain be the leader be the champion, basic financial management for farmer dan organik farming. “Kita juga kasi cara pembuatan sarang lebah di kebun, pengembangan agrowisata, penanaman pohon untuk penghijauan dan pembersihan sampah plastik,” tutupnya. tim kbs




Tingkatkan Mutu SDM, Ny. Putri Koster Ajak Masyarakat Tiru Rumah Contoh HATINYA PKK

NangunSatKerthiLokaBali – Menyadari program Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman (HATINYA PKK) akan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bali, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak agar Rumah Contoh HATINYA PKK ditiru oleh tiap rumah tangga lainnya.

Ajakan tersebut disampaikan Ny. Putri Koster saat turun langsung ke lapangan guna melaksanakan harmonisasi dan sinkronisasi program PKK tahun 2019 di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Senin (27/5).

Selama ini ia melihat, belum semua desa di Bali memiliki Rumah Contoh HATINYA PKK. Hal ini yang kemudian menjadi alasan istri Gubernur Bali Wayan Koster ini selalu menyepatkan diri hampir tiap hari turun langsung ke sejumlah desa-desa di Bali. Bahkan ia menargetkan secara rutin bersama TP PKK Provinsi Bali akan terjun disebanyak 57 desa seluruh Bali.

Dengan begitu, ia berharap pemberdayaan program HATINYA PKK dapat ditularkan kepada seluruh rumah tangga, sehingga nantinya pada satu desa tidak lagi hanya terdapat satu Rumah Contoh HATINYA PKK saja.

“Warga yang punya halaman luas, mari kita mulai menata halaman rumah, karena contoh HATINYA PKK yang ada di setiap desa ini sebagai motivasi membangun halaman yang asri, teratur, indah dan bermanfaat bagi kenyamanan tempat tinggal. Sehingga Rumah Contoh HATINYA PKK ditiru oleh para tetangganya dan rumah tangga yang lainnya,” jelas senimawati multitalenta ini.

Program ini pula menurutnya bagian dari 10 Program Pokok PKK yang merupakan gawang bagi ibu rumah tangga dalam membangun keluarga yang sejahtera dan sehat. Kemudian pada gilirannya diharapkan akan melahirkan generasi sebagai SDM berkualitas.

Supaya tujuan program terlaksana secara menyeluruh, ia meminta kecamatan dan kabupaten agar terus bersinergi guna melaksanakan bagian dari 10 Program Pokok PKK ini. Sehingga  dapat meningkatkan kualitas SDM yang ada, karena Bali tidak memiliki sumber daya alam yang diandalkan kecuali sektor pariwisata. 

Selain itu, program ini pula sangat selaras dengan visi misi Pemerintah Provinsi Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Yaitu menjaga kesucian dan kelestarian Bali beserta isinya, juga  meningkatkan kebutuhan lahir bathin secara sekala dan niskala masyarakatnya. 

“Karena program ini mampu menciptakan keluarga yang mampu menyiapkan tanaman obat dan kebutuhan bahan pokok makanan di halaman rumah mereka sendiri. Ini secara otomatis akan meningkat pendapatan keluarga sekaligus dapat menghemat pengeluaran rumah tangga. Intinya rumah tangga dan keluarga menjadi sehat dan sejahtera. Dan melahirkan SDM berkualitas dimulai dari keluarga,” jelasnya.

Selanjutnya dalam upaya meningkatkan keterpaduan antar kelompok kerja di seluruh desa di Provinsi Bali, TP PKK Provinsi Bali terus melaksanakan harmonisasi dan sinkronisasi program PKK secara rutin di seluruh desa secara bergantian. Dari 57 desa yang memiliki contoh HATINYA PKK, akan terus digenjot agar mampu menjadi pilot project yang patut untuk ditiru oleh lingkungannya, bahkan desa lain yang belum memiliki Rumah Contoh HATINYA PKK.

Selain itu melalui gerakan PUSPASARI HATINYA PKK diharapkan dapat mewujudkan Gerakan Pusat Pangan Sehat dan Lestari. Gerakan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi natah Bali seperti masa-masa lampau.  Di mana natah (halaman) yang asri dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan mampu mempererat persaudaraan karena akan ada interaksi sosial antar keluarga yang satu dengan yang lainnya.

Sementara terkait kunjungannya di Desa Pejarakan, seperti biasa kegiatan harmonisasi dan sinkronisasi kali ini juga diisi dengan meninjau Rumah Contoh HATINYA PKK yang ada di desa tersebut. Kali ini, Ny. Putri Suastini Koster beserta rombongan mengunjungi Rumah Contoh  HATINYA PKK milik Luh Sedana yang berlokasi tidak jauh dari kantor desa setempat.

Selain tertata, Rumah Contoh HATINYA PKK yang sudah tiga kali mengikuti lomba mewakili desa setempat ini, juga lengkap dengan tanaman obat keluarga, seperti daun sirih, buah tibah, cabai, dan tanaman sayur mayur, daun temen, daun pucuk, daun gelombang cinta bahkan bunga yang mempercantik halaman di bagian depan.

Kunjungan Rumah Contoh HATINYA PKK di akhiri dengan penanaman pohon purna jiwa oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali.

Pada kesempatan yang sama, Ny. Putri Suastini Koster juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 15 juta bagi desa yang menjadi lokasi percontohan HATINYA PKK sebagai tempat belajar bagi desa-desa sekitar tentang bagaimana cara menata pekarangan agar dapat bermanfaat, namun tetap indah dipandang mata. 

Selain itu Ny. Putri Suastini Koster juga menyerahkan bantuan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan lansia sebesar Rp 12 juta rupiah per desa percontohan, yang bertujuan untuk memberikan asupan gizi agar tercapainya status gizi yang baik untuk balita dan lansia.

Namun Ny. Putri Suastini Koster tetap meminta agar adanya kerjasama antara Pokja II dan Pokja IV, dimana Pokja II dapat menyiapkan bahan makanan untuk pemenuhan gizi dari bahan makanan yang disiapkan dari HATINYA PKK. 

“Sehingga nantinya makanan yang di konsumsi oleh oleh keluarga kita khususnya balita dan lansia adalah makanan yang sehat, jauh dari bahan pengawet dan bersifat ekonomis,” tutupnya.
#NangunSatKerthiLokaBali
#KramaBali




Gubernur Koster Ingin Gerakan Resik Sampah Plastik Diatur Awig-Awig

NangunSatKerthiLokaBali Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster terus mendorong gerakan masif memerangi timbulan sampah plastik sekali pakai yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Agar hasilnya lebih signifikan, ia ingin gerakan resik sampah plastik diatur dalam awig-awig/pararem Desa Adat se-Bali. Harapan itu dikemukakannya dalam sambutan yang dibacakan Sekda Provinsi Bali Dewa Indra pada Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik yang dipusatkan di Pasar Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Minggu (19/5/2019).

Menurut Gubernur Koster, ia sangat serius dalam upaya penanganan sampah plastik yang telah lama menjadi isu global. Gerakan ini adalah langkah awal yang baik untuk membebaskan Bali dari cemaran sampah plastik sekali pakai seperti kantong plastik, sedotan plastik dan styrofoam. Namun ia menyadari, upaya pemerintah tak akan membuahkan hasil optimal tanpa dukungan dari seluruh komponen masyarakat, utamanya Desa Adat yang memiliki kekuatan di mengikat krama adat. Oleh karena itu, ia sangat berharap gerakan resik sampah plastik ini ditindaklanjuti dengan memasukkan program pengelolaan sampah dalam awig-awig/pararem Desa Adat se-Bali.

Masih dalam sambutannya, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam mendukung gerakan mengurangi timbulan sampah plastik sekali. Ia menambahkan, gerakan ini merupakan implementasi Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Lebih dari itu, program ini adalah bagian tak terpisahkan dari upaya memelihara dan melestarikan keagungan, kesucian dan taksu alam Bali yang meliputi tempat suci, laut, danau, sungai, sumber mata air, gunung, hutan, tumbuh-tumbuhan dan lingkungan alam secara sekala. “Kegiatan ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga kesucian alam Bali berserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama (warga) Bali yang sejahtera, bahagia sekala (jasmani) dan rohani,” terangnya.

 

Masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu sudah seharusnya melaksanakan ajaran Weda dengan baik, yang salah satunya mengamanatkan agar umat tidak membuang sampah sembarangan. Bertolak dari hal tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat merubah perilaku. “Jangan membuang sampah sembarangan, mari ikut aktif melakukan edukasi terkait pentingnya upaya menjaga lingkungan,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja menerangkan bahwa gerakan resik sampah plastik digelar serentak di seluruh Bali dengan melibatkan tak kurang dari 26.500 orang. Sebelumnya, Pemprov Bali sukses melaksanakan gerakan bersih sampah plastik di Areal Pura Agung Besakih, 2 Februari 2019 dan Lapangan Umum Kintamani Kabupaten Bangli, 7 April 2019.

Sekda Dewa Indra dalam wawancaranya dengan sejumlah awak media menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah plastik secara signifikan di seluruh Bali. Ia menyebut, agenda resik sampah plastik ke depannya akan makin diintensifkan dan dilakukan rutin sebulan sekali. Sejalan dengan itu, pihaknya juga terus melakukan evaluasi terhadap efektifitas Pergub Nomor 97 Tahun 2018. “Badan Lingkungan Hidup telah melaksanakan survei dari bulan Februari hingga April 2019, hasilnya timbulan sampah plastik turun signifikan,” ujarnya. Dewa Indra mengakui, butuh proses dan waktu untuk mengubah perilaku masyarakat yang sudah sangat lama tergantung dengan plastik. Namun dengan berbagai upaya dan edukasi yang terus dilakukan, pihaknya yakin perlahan-lahan masyarakat akan terbiasa mengganti plastik dengan bahan-bahan ramah lingkungan. Untuk itu, Dewa Indra juga ingin barang-barang penganti plastik diproduksi secara simultan dilakukan sejalan dengan gerakan edukasi.

Dewa Indra didampingi Kepala BLH Made Teja juga berkesempatan berdialog dengan sejumlah pedagang di Pasar Pancasari untuk memberikan edukasi agar mereka menyediakan kantong kain di tempat berjualan. “Tolong sediakan juga kantong kain dan sarankan pembeli untuk menggunakannya,” sarannya kepada seorang pedagang buah.

Kegiatan resik sampah plastik di Pasar Pancasari melibatkan jajaran OPD Pemprov Bali, Pemkab Buleleng,pelajar, mahasiswa, masyarakat sekitar dan sejumlah organisasi. Jajaran OPD Kabupaten Buleleng dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Selain di Pasar Pancasari, kegiatan resik sampah plastik yang melibatkan OPD Pemprov Bali juga dilaksanakan dilingkungan Pelabuhan Tanah Ampo, Ulakan, Karangasem.  Asisten Administrasi Umum I Wayan Suarjana selaku pimpinan kegiatan mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, saat diwawancara awak media menyampaikan tingkat timbunan sampah plastik di Bali sudah pada tahap mengkhawatirkan. Hal inilah yang menurutnya mendasari Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Pergub Nomor 97 Tahun 2018 dan secara berkala diimplementasikan kedalam kegiatan-kegiatan yang tujuannya mengurangi timbunan sampah plastik seperti kegiatan resik sampah plastik yang dilaksanakan di Tanah Ampo.  “Dengan pelaksanaan kegiatan ini yang disinergikan dengan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat XVI, diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah plastik diseluruh lingkungan di Bali. Seperti yang sudah kita saksikan bersama disini banyak juga sampah plastik yang bertebaran, dilihat dari sifatnya plastik itu kan susah terurai, dan didalamnya mengandung zat-zat kimia yang berbahaya bagi kehidupan. Inilah yang perlu dihindari kedepan, kurangi pemakaian berbahan plastik, bersihkan lingkungan secara berkala agar terwujud jati diri masyarakat dan daerah Bali yang bersih,” ungkapnya.

 

Sementara itu, OPD dilingkungan Pemkab Karangasem juga turut terlibat yang dipimpin langsung oleh Bupati Karangasem IGA. Mas Sumantri dan Wakil Bupati Karangasem Wayan Arta Dipa serta beberapa Pimpinan OPD Pemkab Karangasem. Mas Sumantri pada kesempatan itu mengharapkan kegiatan yang dilaksanakan bisa menjadi contoh dan memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk diterapkan dalam keseharian agar lebih bijak dalam memanfaatkan sarana berbahan plastik dan tidak membuang sampah plastik secara sembarangan. “Kami berterima kasih Kabupaten Karangasem sudah dipilih sebagai daerah pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong, kami pun sudah menindaklanjuti dengan memberikan seruan dan ajakan kepada seluruh masyarakat Karangasem untuk melaksanakan kegiatan secara berkala dilingkungannya secara rutin dimulai dari lingkungan keluarga, semoga kegiatan ini menjadi tauladan yang baik,” ujarnya.   

Khusus untuk Minggu (19/5/2019), kegiatan bertajuk Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik dipusatkan di Pasar Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng diikuti oleh 2.500 peserta. Pada jam yang sama, kegiatan serupa juga dilaksanakan di seluruh Kabupaten/Kota. Untuk Kota Denpasar, kegiatan dipusatkan di GOR Ngurah Rai/Lila Bhuana hingga Kreneng dengan peserta 2.500 orang, sementara di Kabupaten Badung, resik sampah plastik dilaksanakan di beberapa titik yaitu Pura Pucak Mangu, Taman Mumbul, Pura Sadha, Pura Mukti Pecatu dengan total peserta 2.500 orang. Di Kabupaten Gianyar, kegiatan dipusatkan di Pantai Siyut dan Tulikup dengan total peserta 2.500 orang, sedangkan untuk Tabanan dilaksanakan di Pasar Induk Baturiti, Pasar Candikung hingga objek wisata Candikuning dengan peserta 2.000 orang. Kabupaten Klungkung menurunkan peserta terbanyak dalam kegiatan kali ini yaitu  10.500 peserta yang tersebar di Pantai Batu Tumpeng dan Desa Gelgel. Sementara untuk Kabupaten Bangli, Karangasem dan Jembrana masing-masing jumlah peserta yang terlibat adalah 2.000, 1.500 dan 1.000 orang.

#KramaBali
#NangunSatKerthiLokaBali




Ny. Putri Koster Ajak Kaum Ibu Perangi Sampah Plastik Mulai Rumah Tangga

NangunSatKerthiLokaBali Buleleng – Ny Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali turun langsung untuk melakukan sinkronisasi dan harmonisasi 10 Program Pokok PKK yang berlangsung di Desa Tajun, Kubutambahan, Buleleng pada Jumat (17/5). 

Menurut Ny Putri Koster, Tajun merupakan desa kelima di Kabupaten Buleleng yang dikunjunginya langsung untuk mensinkronkan 10 program pokok PKK di tengah masyarakat. Salah satu program adalah gerakan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINya) PKK, di mana halaman rumah mestinya tidak hanya menjadi nyaman dan asri, namun juga memberi manfaat bagi anggota keluarga. 

Halaman rumah hendaknya ditata sedemikian rupa dengan berbagai tanaman bermanfaat, seperti di halaman Parahyangan yang bisa ditanami tanaman bunga-bungaan, sedang di halaman dekat dapur bisa ditanami sayur mayur dan bumbu masak. 

“Halaman rumah hendaknya kita atur layaknya taman, namun memberi manfaat. Kita tanami dengan tanaman bermanfaat. Di samping rumah menjadi asri, kita juga  bisa menghemat uang dapur,” ujarnya. 

Di samping itu, melalui peranan PKK Putri Koster yang juga selaku Nyonya Gubernur Bali mengajak ibu rumah tangga untuk ikut terlibat memerangi sampah plastik.

Dia mengatakan, keberadaan sampah plastik di pulau yang menjadi surganya wisatawan itu, kini sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah, maka Tim Penggerak PKK Provinsi Bali memiliki kepedulian tinggi melanjutkan program pemerintah dalam memerangi sampah plastik.

“Sosialisasi sudah sering, sekarang kita sedang merumuskan teknis pengelolaan sampah plastik di masing-masing rumah tangga,” ucap Ny Putri Koster. 

Ny Putri Koster menilai, ancaman sampah plastik yang paling tinggi berawal dari rumah tangga. Mendukung program yang sedang digencarkan Gubernur I Wayan Koster itu, dia akan selalu turun bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya laten sampah plastik.

Bagai gayung bersambut, di sela-sela peninjauan rombongan PKK Provinsi Bali, Perbekel Desa Tajun Gede Ardana menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki tempat pengolahan sampah terpadu yang dikelola oleh masyarakat desa sendiri. 

“Sampah-sampah itu kami beli dari limbah rumah tangga di mana para ibu-ibu ini sudah mengklasifikasikan jenis sampahnya, jadi ketika kami ambil tinggal diolah saja menjadi pupuk,” ujarnya. 

Ia menyatakan, pupuk yang dihasilkan selanjutnya dijual kembali kepada masyarakat sebagai pupuk organik perkebunan, mengingat sebagian besar masyarkat Tajun masih berprofesi sebagai petani. Ia menyatakan, semenjak melakukan kolaborasi dengan ibu-ibu PKK terhadap pengelolaan sampah, ternyata memberikan dampak positif bagi Desa Tajun. Di antaranya, memberikan pemasukan bagi desa dengan penjualan pupuk serta penghasilan pada rumah tangga dengan menjual sampahnya, mengedukasi masyarakat terkait bagaimana cara mengelola sampah dan tentunya lingkungan Tajun menjadi bersih, indah dan asri. 
Ia berharap, kolaborasi ini akan tetap terjaga, terlebih dengan program Hatinya PKK yang sangat memberikan dampak positif terhadap kehidupan rumah tangga. 

Sementara itu, selain melakukan peninjauan ke tempat pengelolaan sampah, Ny Putri Koster beserta rombongan juga melaksanakan hal serupa ke tempat percontohan Hatinya PKK, Bumdes Tajun, SD N 1 Tajun dan UP2K Desa Tajun.

#KramaBali
#NangunSatKerthiLokaBali




Ny. Putri Koster Ajak Kaum Ibu Perangi Sampah Plastik Mulai Rumah Tangga

NangunSatKerthiLokaBali –  Ny Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali turun langsung untuk melakukan sinkronisasi dan harmonisasi 10 Program Pokok PKK yang berlangsung di Desa Tajun, Kubutambahan, Buleleng pada Jumat (17/5). 

Menurut Ny Putri Koster, Tajun merupakan desa kelima di Kabupaten Buleleng yang dikunjunginya langsung untuk mensinkronkan 10 program pokok PKK di tengah masyarakat. Salah satu program adalah gerakan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINya) PKK, di mana halaman rumah mestinya tidak hanya menjadi nyaman dan asri, namun juga memberi manfaat bagi anggota keluarga. 

Halaman rumah hendaknya ditata sedemikian rupa dengan berbagai tanaman bermanfaat, seperti di halaman Parahyangan yang bisa ditanami tanaman bunga-bungaan, sedang di halaman dekat dapur bisa ditanami sayur mayur dan bumbu masak. 

“Halaman rumah hendaknya kita atur layaknya taman, namun memberi manfaat. Kita tanami dengan tanaman bermanfaat. Di samping rumah menjadi asri, kita juga  bisa menghemat uang dapur,” ujarnya. 

Di samping itu, melalui peranan PKK Putri Koster yang juga selaku Nyonya Gubernur Bali mengajak ibu rumah tangga untuk ikut terlibat memerangi sampah plastik.

Dia mengatakan, keberadaan sampah plastik di pulau yang menjadi surganya wisatawan itu, kini sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah, maka Tim Penggerak PKK Provinsi Bali memiliki kepedulian tinggi melanjutkan program pemerintah dalam memerangi sampah plastik.

“Sosialisasi sudah sering, sekarang kita sedang merumuskan teknis pengelolaan sampah plastik di masing-masing rumah tangga,” ucap Ny Putri Koster. 

Ny Putri Koster menilai, ancaman sampah plastik yang paling tinggi berawal dari rumah tangga. Mendukung program yang sedang digencarkan Gubernur I Wayan Koster itu, dia akan selalu turun bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya laten sampah plastik.

Bagai gayung bersambut, di sela-sela peninjauan rombongan PKK Provinsi Bali, Perbekel Desa Tajun Gede Ardana menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki tempat pengolahan sampah terpadu yang dikelola oleh masyarakat desa sendiri. 

“Sampah-sampah itu kami beli dari limbah rumah tangga di mana para ibu-ibu ini sudah mengklasifikasikan jenis sampahnya, jadi ketika kami ambil tinggal diolah saja menjadi pupuk,” ujarnya. 

Ia menyatakan, pupuk yang dihasilkan selanjutnya dijual kembali kepada masyarakat sebagai pupuk organik perkebunan, mengingat sebagian besar masyarkat Tajun masih berprofesi sebagai petani. Ia menyatakan, semenjak melakukan kolaborasi dengan ibu-ibu PKK terhadap pengelolaan sampah, ternyata memberikan dampak positif bagi Desa Tajun. Di antaranya, memberikan pemasukan bagi desa dengan penjualan pupuk serta penghasilan pada rumah tangga dengan menjual sampahnya, mengedukasi masyarakat terkait bagaimana cara mengelola sampah dan tentunya lingkungan Tajun menjadi bersih, indah dan asri. 
Ia berharap, kolaborasi ini akan tetap terjaga, terlebih dengan program Hatinya PKK yang sangat memberikan dampak positif terhadap kehidupan rumah tangga. 

Sementara itu, selain melakukan peninjauan ke tempat pengelolaan sampah, Ny Putri Koster beserta rombongan juga melaksanakan hal serupa ke tempat percontohan Hatinya PKK, Bumdes Tajun, SD N 1 Tajun dan UP2K Desa Tajun.
#NangunSatKerthiLokaBali
#KramaBali




Putri Suastini Koster Inginkan Generasi Cerdas di Bidang Keilmuan dan Terampil dalam Berkesenian

NangunSatKerthiLokaBali – Membangun karakter anak yang cerdas diperlukan kerjasama yang baik antara orang tua. Apalagi dijaman globalisasi yang penuh dengan persaingan, keluarga menjadi benteng pertama dalam menghasilkan individu yang berkualitas. Hal ini disampaikan Ny. Putri Suastini Koster saat menghadiri Pembukaan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) Pelatihan Pendekatan Saintifik Dalam Membangun Ekosistem Literasi di Sekolah Guru-Guru Bahasa Indonesia se-Kabupaten Buleleng, di Gedung Pasca Sarjana Undiksha, Buleleng, Sabtu (27/4). Selain pendidikan karakter secara formal terkait dengan bidang keilmuan, etika dan moral lembaga pendidikan juga harus serta merta menunjang sekaligus mengembangkan karakter seni yang dimiliki oleh seorang anak. Sehingga selain memiliki bekal pendidikan seorang anak juga tumbuh menjadi individu yang terampil.

 

Orangtua yang percaya bahwa anaknya bisa meraih mimpi akan membuat anak lebih baik. Apalagi jika anak tahu orangtuanya menaruh keyakinan bahwa dirinya akan menjadi sukses dan meraih cita-citanya. Sebab, keyakinan yang ditaruh pada orangtua kepada anak akan menambah motivasi dan kepercayaan dirinya. Jika orangtuanya saja sudah tidak yakin dan tidak mendukung mimpi anaknya, maka anak akan merasa rendah diri dan tidak termotivasi, imbuh Ny. Putri Koster saat membagikan pengalaman hidupnya didepan puluhan mahasiswa-mahasiswi bidang pendidikan Guru Bahasa di Undiksha Singaraja.

 

Anak adalah harta yang paling berharga bagi setiap orangtua. Memiliki anak yang berkarakter adalah hal yang membahagiakan. Oleh karena itu, janganlah melewatkan kesempatan yang tidak datang dua kali ini. Buat lingkungan keluarga yang positif, berikan teladan dan jadilah teman yang baik bagi anak. Peran orangtua untuk memberikan pendidikan karakter anak sangat penting. Di usia dini, nilai-nilai yang ditanamkan orangtua kepada anak akan terus dipegang teguh seumur hidupnya. Secara naluriah, perilaku-perilaku yang dimunculkan oleh setiap orang saat dewasa nanti sebagian besar dipengaruhi oleh masa kecilnya.

Menurut Ny. Putri Koster, hal ini sangat penting ditularkan kepada seluruh khalayak publik agar tumbuh generasi muda yang bertanggungjawab dalam membangun bangsa.
#KramaBali
#NangunSatKerthiLokaBali




Nyoblos di TPS 11, Gubernur Koster Ajak Masyarakat Kawal Pemilu Serentak

NangunSatKerthiLokaBali Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ny. Putri Suastini Koster serta Putri Pertamanya Ni Putu Dhita Pertiwi, Rabu (17/4) pagi menggunakan hak pilihnya di TPS 11 Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng. Tiba sekitar pukul 9.40 Wita, kedatangan Gubernur Koster disambut oleh Perbekel Desa Sembiran, I Nengah Sariada yang selanjutnya melakukan pendaftaran dan menentukan pilihannya dibalik bilik suara berdampingan dengan Ny. Putri Suastini Koster dan sang putri Ni Putu Dhita Pertiwi.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat yang memiliki hak suara untuk menggunakan hak suaranya memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota. Ia berharap agar Pemilu 2019 ini dapat berjalan mulus, damai, aman dan lancar. Koster yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal jalannya Pemilu Serentak 2019 dengan baik agar kondusifitas Bali tetap terjaga. “Mudah-mudahan masyarakat Bali bisa menggunakan hak pilihnya dengan bebas untuk menentukan pemimpin bangsa kita kedepan,” ujar Koster.

Dengan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak politik secara bertanggung jawab, secara tak langsung menurut Koster akan membuat indeks demokrasi di Bali membaik. “Saya berharap masyarakat di Bali totalitas datang ke TPS menggunakan hak pilihnya agar target partisipasi pemilih di Bali 80 persen bisa tercapai sebagai bentuk kontribusi politik didalam berdemokrasi untuk memilih pemimpin kita 5 tahun kedepan.” jelasnya.

Dari data yang diperoleh, Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 11 yang berlokasi di kantor Perbekel setempat ini berjumlah 299 jiwa. Sedangkan untuk DPT di Desa Sembiran sendiri berjumlah 4.308 jiwa dimana 1 pemilih merupakan Tuna Daksa.
#KramaBali
#NangunSatKerthiLokaBali

 

 




Sosialisasi Program “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, Gubernur Koster Siap Wujudkan Bali Era Baru

Dukung Fakultas Kedokteran Undiksha Difungsikan Sebagai Pelayanan Kepariwisata

NangunSatKerthiLokaBali – Arah kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Bali yang akan dilaksanakan adalah Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Melalui pola pembangunan semesta berencana, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkun kehidupan krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sekala-Niskala menuju kehidupan krama dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Nilai-Nilai pancasila 1 Juni 1945.

Visi tersebut dimaksudkan untuk menuju Bali Era Baru dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup Tiga aspek utama yakni Alam, Krama dan Kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi. Mewujudkan Bali Era Baru tersebut ditandai dengan tatanan kehidupan baru, Bali yang Kawista, Bali kang tata-titi tentram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi, yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi 3 (Tiga) dimensi utama yakni Dimensi Pertama bisa menjaga keseimbangan Alam, Krama dan Kebudayaan Bali, Genuine Bali. Dimensi Kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi Krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan serta Dimensi Ketiga merupakan manajemen resiko atau risk management yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap dimasa yang akan datang. Demikian dipaparkan Gubernur Bali Wayan Koster saat melaksanakan sosialisasi Program “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Kamis (28/3).

Dijelaskan Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, sejumlah peraturan telah dikeluarkan untuk menata pundamental pembangunan Bali secara menyeluruh. Saat ini Ia telah mengeluarkan 5 (lima) Peraturan Gubernur (Pergub), yakni Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 Tentang Hari Penggunaan Busama Adat Bali, Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 Tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 Tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Selain itu juga ada Peraturan Gubernur Bali Nomor 104 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan Nasional – krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) serta Peraturan gubernur Bali Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Integrasi Sistem dan Data Pajak Hotel dan Restoran Kabupaten/Kota se-Bali secara online.

Lebih lanjut disampaikan Koster, Pemerintah Provinsi Bali telah membuat kebijakan dan program pembangunan yang siap di implementasikan diantaranya pada bidang Pangan, Sandang, Papan, Kesehatan, Pendidikan, Jaminan Sosial, Ketenagakeriaan , Adat, Agama, Tradisi, Seni, Budaya serta bidang Pariwisata. “Lima bidang prioritas tersebut tentunya didukung dengan pembangunan lnfrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi. Saat ini shortcut Singaraja-Mengwitani sudah mulai dibangun, Kita berdoa agar semua ini bisa segera selesai, nantinya pemerataan ekonomi seluruh Bali akan terwujud,” ujarnya.

Terkait bidang Kesehatan, Koster mengatakan telah mengeluarkan program Jaminan Kesehatan Nasional – Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) bekerjasama dengan kabupaten/ kota se-Bali. Program ini memastikan bahwa 95% dari jumlah penduduk se-Bali mendapat Program jaminan Pelayanan Kesehatan. Sementara dibidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan pelaksanaan Program Wajib Belajar 12 tahun. Untuk mendukung hal itu, Pemprov Bali akan membangun SMK baru diwilayah Kubu, Karangasem. Selain itu, akan disiapkan Beasiswa untuk pendidikan Dokter Spesialis Radiologi Onkologi untuk Kanker, Kandungan dan Anak serta Beasiswa Pendidikan S1, S2, S3 bagi Mahasiswa Bali yang kuliah di Bali dan Luar Bali.

Untuk mewujudkan itu semua, Koster berharap dukungan serta komitmen kuat, kesungguhan serta kesujatian dan keluhuran hati dari Semeton Krama Bali tak terskecuali perguruan tinggi yang menjadi tempat mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) andal. Untuk itu, Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini berharap agar perguruan tinggi bisa bersinergi dengan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyukseskan pembangunan yang telah Ia rancang. Terkait dengan keberadaan Fakultas Kedokteran (FK) Undiksha, Koster berharap kedepan FK Undiksha bisa difungsikan sebagai pelayanan kepariwisata daerah Bali. Hal ini dikatakan Koster mengingat Bali sebagai salah satu tujuan wisata dunia sudah seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan baik Mancanegara maupun domestik ke Bali.

“Bali sebagai destinasi wisata dunia, sudah seharusnya memberikan pelayanan kepada wisatawan khsusunya pada pelayanan kesehatan. Kita harus bisa mengantisipasi segala hal yang bisa saja terjadi selama mereka melakukan kunjungan di Bali. Selain sebagai program studi yang berkaitan pengembangan dengan ilmu kedokteran, juga difungsikan sebagai pelayanan kepariwisataan. Karena Kami akan membuat Peraturan Daerah mengenai standar pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan bagi para wisatawan. Yang melakukan diving rawan tenggelam, yang naik gunung bisa kecelakaan atau terjatuh, itu perlu penanganan khusus. Itu perlu penanganan khusus, dan itu program studi yang akan diberikan untuk pelayanan kepariwisataan. Ini memang berbeda dari fakultas kedokteran lainnya, ada sekitar 30 persen materi berkaitan dengan pariwisata, itu keunggulannya,” terang mantan anggota DPR RI tersebut.

Untuk itu, Koster mengajak Semeton Krama Bali ikut mewujudkan cita-cita bersama menuju Bali Era Baru tersebut sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab terhadap eksistensi dan keberlanjutan Bali.

Sementara itu, Rektor Undiksha dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Rektor 1, Ida Bagus Putu Arnyana mengatakan jika Program “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” sejalan dengan Visi Undiksha “Menjadi Universitas Unggul berlandaskan Falsafah Tri Hita Karana di Asia tahun 2045”. Menurutnya, falsafah Tri Hita Karana yang dimaksud adalah menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Falsafah Tri Hita Karana ini menjadi landasan bagi seluruh sivitas akademika dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Untuk menjadi unggul, Undiksha harus mampu bersaing dengan universitas-universitas lainnya baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Undiksha haru mampu melahirkan lulusan-lulusan yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ditambahkannya, Undiksha sebagai institusi akademik di pulau dewata, harus ikut berkontribusi dalam mewujudkan Visi Misi Pemerintah Propinsi Bali untuk mencapai “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Undiksha menurutnya harus ikut berkontribusi mewujudkan kehidupan karma dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia melalui pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai dharma yang menjadi kewajiban bagi seluruh sivitas akademika.

“Membangun sebuah bangsa, kita harus membangun sumber daya manusianya. Generasi-generasi yang sudah dan akan dilahirkan oleh Undiksha adalah generasi-generasi yang akan membangun Bali ini ke depan. Saya berharap Undiksha sebagai institusi akademik dapat bersinergi dengan pemerintah daerah baik di tingkat propinsi maupun kabupaten dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bali memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage), it’s given by God (yang diberikan oleh Tuhan), alam yang indah, adat istiadat, budaya, dan kesenian yang beraneka ragam. Oleh karena itu, kita sebagai krama Bali harus menjaga keindahannya dan kelestariannya, serta mampu memanfaatkannya untuk kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali,” ungkapnya.
#NangunSatKerthiLokaBali
#KramaBali




Hadiri HUT KE-31 WHDI, Ny. Putri Koster Harap Wanita Hindu Mampu Mainkan Peran

NangunSatKerthiLokaBali – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) sebagai salah satu organisasi wanita sosial kemasyarakatan yang berlandaskan spiritual agama Hindu dan tumbuh di tengah-tengah kemajemukan kehidupan beragama serta kompleksitasnya masalah sosial masyarakat, mengemban tugas yang semakin berat. Berbagai peran harus dilaksanakan oleh para wanita Hindu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di era pengarusutamaan gender seperti saat ini, wanita Hindu diharapkan mampu memainkan perannya baik sebagai seorang wanita, istri, ibu di ranah domestik maupun berkarir di ranah publik. Demikian disampaikan Pembina WHDI Provinsi Bali, Putri Sustini Koster pada HUT ke-31 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Tahun 2019 Tingkat Provinsi Bali yang mengambil tema “Mari Kita Tingkatkan Peran Wanita Hindu Dharma Indonesia Dalam Melaksanakan Dharma Negara”, di Auditorium Kampus Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Buleleng, Senin (25/2).

“Berbicara masalah wanita dalam Hindu nampaknya tidak bisa lepas dari konsep Tattwa tentang Ketuhanan Hindu. Wanita dianggap sebagai Dewi yang juga sebagai penerang bagi dunia. sebagai seorang Dewi maka wanita Hindu memiliki tugas yang amat berat. Bahkan karena tugasnya tersebut wanita dikatakan lebih berat dari bumi. Tugas berat inilah yang menjadikan wanita memiliki kedudukan yang mulia dalam Hindu,” ujar Ny. Putri Koster dalam sambutannya.

Dikatakan Ny. Putri Koster yang juga ketua TP PKK Provinsi Bali ini, kemunculan dan perkembangan organisasi WHDI ini memainkan peranan penting dalam meningkatkan kualitas diri wanita, seperti meningkatkan kemampuan manajemen, memperluas wawasan, dan mengembangkan jaringan. “Organisasi dan gerakan wanita ini meningkatkan posisinya terlihat dari frekuensi keterlibatan para pemimpin organisasi-organisasi tersebut dalam berbagai kegiatan pembangunan, yang dilaksanakan oleh masyarakat, pemerintah dan institusi lainnya. WHDI merupakan suatu wadah yang dibentuk untuk melihat berbagai persoalan dalam kehidupan bermasyarakat umat Hindu. Organisasi ini ada untuk melihat segala macam persoalan, baik pribadi maupun orang banyak,” jelasnya.

Ia berharap kedepan WHDI bisa terus bersinergi dengan organisasi keagamaan lainnya agar mampu mewujudkan Indonesia sejahtera dan tetap terjaga toleransi antar umat beragama.

Disisi lain, Ketua Umum WHDI Pusat, Ny. Rataya B. Kencanawati Suwisma dalam sambutannya mengatakan jika tema yang diambil pada peringatan HUT ke-31 kali ini sangat relevan ditengah situasi politik bangsa Indonesia jelang Pemilu 2019 pada 17 April mendatang. Menurutnya, keyakinan umat hindu memiliki 2 (dua) kewajiban yang sering diaebut swadarma hidup yakni dharma agama dan dharma negara. “Untuk dapat melaksanakan kedua dharma ini tentu harus dilandasi kesadaran pribadi umat hindu termasuk wanita hindu itu sendiri. Pada konteks menjalankan dharma negara dan dari sisi partisipasi pemilu dan politik, masyarakat hindu khususnya wanita hindu sudah dewasa politik. Dengan partisipasi aktif umat hindu dalam kontestasi politik, maka akan terasa kewajibannya dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ungkapnya.

Ditambahkan Ny. Rataya B. Kencanawati Suwisma, sebagai warga negara umat Hindu adalah bagian integral bangsa Indonesia. Yang artinya bahwa masyarakat Hindu sama dengan masyarakat lainnya dalam tanggungjawab dan haknya kepada negara. Di dalam konteks demokrasi, peran aktif umat Hindu terletak pada kontribusinya pada pemilu.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Ketua WHDI Kabupaten Buleleng, Ny. Ida Ayu Wardhany Sutjidra dalam laporannya menyampaikan dalam rangka memperingati HUT ke-31 yang dipusatkan di kabupaten Buleleng ini, diselenggarakan berbagai lomba yang diikuti oleh WHDI Kabupaten/Kota se-Bali. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan sosial dengan mengunjungi Panti Asuhan Narayan Seva di Desa Kerobokan, Sawan, Buleleng, Minggu (24/2).

Pada kesempatan tersebut hadir pula Ketua WHDI Provinsi Bali, Bintang Dharmawati Puspayoga, Penasehat WHDI Kabupaten Buleleng, Ny. Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra.
#NangunSatKerthiLokaBali
#KramaBali




Peringati Hari Baden Powell ke-162, Dewa Indra Harap Pramuka Jadi Generasi Tangguh Membangun Bali

NangunSatKerthiLokaBali – Gerakan Pramuka sebagai Lembaga Pendidikan Non Formal diluar Sekolah dan diluar Keluarga memiliki sistem Pendidikan yang sangat Holistik dengan Dasa Darma dan Tri Satyanya. Selain itu Pramuka juga turut melaksanakan Pembinaan Karakter bagi generasi muda kita, dengan harapan bahwa dapat mewujudkan generasi muda yang lebih Tangguh dan Maju sebagai calon – calon Pemimpin Bangsa di masa yang akan datang. Dengan demikian, Gerakan Pramuka diharapkan dapat ikut berperan dalam mewujudkan Program Pembangunan di Daerah Bali. Harapan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang juga sebagai Kakak Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali pada Peringatan Hari Baden Powell ke-162 yang berlangsung di SMK Negeri Bali Mandara, Kubutambahan, Buleleng, Jumat (22/2) sore.
 
“Seperti kita ketahui bersama bahwa Baden Powel merupakan Tokoh Pramuka Dunia, berasal dari Inggris dan Tokoh yang memberikan Inspirasi kepada beberapa Negara dalam Pembinaan kepada Generasi Muda dan terbentuknya Gerakan Pramuka di Indonesia. Pemerintah telah mempercayakan Pendidikan Karakter Generasi Muda kita kepada Gerakan Pramuka dengan ditetapkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 dan PP Nomor 63 tahun 2013, dimana Pendidikan Kepramukaan merupakan Kurikulum Ekstra Wajib disemua jenjang Pendidikan dari Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA/SMK,” jelasnya.
 
Menurut Dewa Indra, hal ini disebabkan karena Organisasi Gerakan Pramuka merupakan Organisasi yang solid dari tingkat Desa (Gugus Depan), tingkat Kecamatan (Kwartir Ranting), tingkat Kabupaten (Kwartir Cabang), tingkat Provinsi (Kwartir Daerah) sampai ke Tingkat Pusat (Kwartir Nasional) dan Presiden RI sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) Gerakan Pramuka. “Saya memberikan Apresiasi kepada Gugus Depan yang berpangkalan di SMK Negeri Bali Mandara ini, yang telah melakukan Orientasi kepada Adik-adik Pramuka sebagai Relawan Pramuka Peduli Kwarda Bali. Hal ini akan menambah jumlah Relawan Pramuka Peduli yang telah kita bentuk sebanyak 900 orang se- Bali,” terangnya.
 
Ia juga bersyukur terhadap Organisasi dan Lembaga Masyarakat yang sangat Peduli dan membantu Gerakan Pramuka selama ini, baik kepedulian terhadap Kebencanaan (Relawan Pramuka Peduli), Kepedulian terhadap Sampah (kerjasama dengan PT. Bali Wastu Lestari), kepedulian terhadap Pengawasan Obat dan Pangan Aman dengan membentuk Pramuka POPA (Balai Besar POM Denpasar), Kepedulian terhadap Bahaya Narkoba (kerjasama dengan BNN Provinsi Bali) serta bantuan dari GM. Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali serta bantuan dari PT. Yamaha Denpasar.
 
“Khusus kepada Kakak Kepala SMK Negeri Bali Mandara, saya sampaikan terima kasih, karena telah memfasilitasi Penyelenggaraan Peringatan Hari Baden Powel tahun 2019 ini, serta melaksanakan Kegiatan Lomba Abimanyu – Utari Scout Competition untuk memperebutkan piala bergilir Kwarda Bali. Mudah-mudahan Peringatan Hari Baden Powel tahun 2019 yang dirangkai dengan Lomba Abimanyu – Utari Scout Competition untuk memperebutkan PIALA BERGILIR KWARDA BALI dapat mendorong Gerakan Pramuka melaksanakan Pembinaan Karakter bagi generasi muda kita, dengan harapan bahwa generasi muda kita, dapat mewujudkan generasi muda yang lebih Tangguh dan Maju sebagai calon – calon Pemimpin Bangsa di masa yang akan datang,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara I Wayan Agustiana dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Baden Powell tingkat daerah bali yang pelaksanaanya dikaitkan juga dengan Kegiatan Abhimanyu – Uttari Scout Competition memperebutkan piala Bergilir kwarda gerakan pramuka daerah bali.
 
Ditambahkan Agustiana, kegiatan Abimanyu – Uttari Scout Competition bagi pramuka penggalang dan penegak se-kwartir daerah bali untuk memperebutkan piala bergilir kwartir daerah bali diikuti oleh 248 peserta pramuka penggalang dari 15 Sekolah SMP se-Provinsi Bali  yang mengikuti 4 kriteria Lomba meliputi LKKB Tongkat, Lomba Kreasi Semaphore, Lomba Miniatur Pionering dan Lomba Senam Pramuka Jilid 2.
 
“Sedangkan untuk Pramuka Penegak diikuti oleh 128 peserta pramuka penegak yang berasal dari SMA/SMK se-Bali pada babak penyisihan Lomba Video Pendek dan Media Pembelajaran Pendidikan Kepramukaan, selanjutkan kami mengundang 6 finalis untuk mempresentasikan karyanya,” ungkapnya.
 
Usai acara ceremony, dilanjutkan dengan kegiatan Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL) berupa Penghijauan dilingkungan sekolah dengan menanaman buah – buahan dan beberapa jenis tanaman penghijau.
#KramaBali
#NangunSatKerthiLokaBali




Pemprov Bali Bantu Kakek Dokal dan Nenek Nari asal Banjar Dinas Alasharum, Bungkulan, Buleleng

NangunSatKerthiLokaBali – Terkait adanya informasi warga kurang mampu di media sosial yakni Kakek Dokal dan Nenek Ketut Nari asal Banjar Dinas Alasharum, Desa Bungkulan, Kec. Sawan, Buleleng yang tinggal disebuah gubuk yang tidak layak huni, langsung direspon Dinas Sosial Propinsi Bali. Secara khusus, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra turun langsung memastikan informasi tersebut pada Selasa (19/2) pagi.

Dari hasil peninjauan kelokasi, memang benar Kakek Dokal dan Nenek Nari tinggal di sebuah gubuk tidak layak huni. Namun  informasi yang beredar dimedia sosial dikatakan keduanya ditelantarkan oleh keluarga tidaklah benar. Dikatakan Dewa Mahendra, kakek Dokal dan Nenek Nari tinggal di gubuk tersebut atas permintaan mereka sendiri.

“Mereka memang tinggal di gubug yang jauh dari hunian layak untuk dua orang lansia yang sudah renta dan sakit-sakitan ini. Tapi semua itu bukan karena ditelantarkan oleh anak, mantu dan cucunya seperti beredar di media sosial,” ujar Dewa Mahendra.

Ditambahkan Dewa Mahendra, sejatinya sang anak yang kesehariannya bekerja di  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di  Desa Bengkala, Kubutambahan, Buleleng ini telah meminta kepada orang tuanya untuk tinggal bersamanya dirumah yang lebih layak, namun ditolak oleh mereka. Untuk makan sehari-hari keduanya juga ditanggung oleh sang anak.

“Kakek dan nenek sendiri yang tidak mau merepotkan anak dan menantunya. Menurut kakek dan nenek, mereka lebih nyaman tinggal di gubug itu karena lebih leluasa dan bebas. Terlebih digubug itu mereka setiap hari bisa “Ngidu” (menghangatkan badan didekat api),” jelas mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali ini.
#NangunSatKerthiLokaBali
#KramaBali




Wagub Cok Ace Harap Sri Chinmoy Peace Run Bisa Jadi Awal yang Baik Untuk Pariwisata Desa Sudaji

NangunSatKerthiLokaBali – Event Sri Chinmoy Peace Run yang mengambil start di Bali, tepatnya di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, dilepas secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) didampingi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana di Lapangan Desa Sudaji, Jumat (25/1).
Pada kesempatan tersebut, Cok Ace  mengucapkan terimakasih atas dipilihnya Bali sebagai tuan rumah kegiatan internasional yang tahun 2019 telah memasuki pelaksanaan ke 4 kalinya. Dengan dipilihnya Bali khususnya Desa Sudaji sebagai lokasi pelaksanaan, maka diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi Desa setempat khususnya dalam pengembangan pariwisata Desa.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk pengembangan pariwisata di Desa Sudaji dan pastinya juga kan memberikan dampak positif bagi pariwisata Buleleng maupun Bali kedepan. Terimakasih sudah memilih Bali untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraannya,” ujar Cok Ace.
Ditambahkan Cok Ace, Ia berharap agar kedepan banyak kegiatan-kegiatan internasional yang diselenggarakan di Desa agar bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Untuk itu, Ia meminta kepada masyarakat maupun perangkat Desa untuk mempersiapkan diri menyambut hal tersebut.
Sementara itu, Direktur Peace Run Salil Wilson mengatakan bahwa acara ini adalah sebuah ajang untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian ke seluruh dunia. Dengan mengambil start di Desa Sudaji, Buleleng, Bali, dan nantinya api obor Peace Run tersebut akan diarak keliling dunia.
#KramaBali
#NangunSatKerthiLokaBali