DENPASAR – Memasuki Dasarian II Januari 2026, wilayah Provinsi Bali kini sepenuhnya berada dalam periode musim hujan. Berdasarkan data prakiraan cuaca terbaru, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi akan menyelimuti sebagian besar wilayah Pulau Dewata dalam sepuluh hari ke depan.
Kondisi ini menuntut kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyikapi informasi cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Potensi Cuaca 10 Hari ke Depan Prakiraan menunjukkan bahwa pada rentang tanggal 11 hingga 16 Januari 2026, potensi hujan lebat masih menghantui hampir seluruh kabupaten/kota di Bali, mulai dari Jembrana di ujung barat hingga Karangasem di ujung timur. Memasuki tanggal 17 hingga 20 Januari, intensitas hujan diprediksi sedikit menurun menjadi ringan hingga sedang, namun tetap memerlukan kewaspadaan tinggi.
Edukasi dan Mitigasi: “Siap Untuk Selamat” Menyikapi fenomena alam ini, masyarakat diharapkan tidak hanya sekadar menerima informasi, tetapi juga melakukan langkah nyata mitigasi di lingkungan masing-masing. Memastikan saluran air lancar, memangkas dahan pohon yang rimbun, serta menghindari berteduh di bawah baliho atau pohon besar saat angin kencang adalah bentuk nyata dari sikap bijaksana dalam bermedia dan beraktivitas.
“Mari kita bangun Bali yang tangguh bencana dengan semangat ‘Siap Untuk Selamat’. Pastikan setiap informasi yang kita bagikan adalah valid dan berasal dari instansi berwenang demi menjaga ketenangan dan keselamatan bersama,” tulis imbauan resmi tersebut.
