Pura yang diempon tujuh subak di Petang dan Abiansemal menjadi pengingat pentingnya perlindungan pertanian serta budaya subak.
PETANG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri prosesi Nodya Caru Rsi Gana, melaspas, dan mendem pedagingan serangkaian Karya Ngenteg Linggih di Pura Pucak Arantaja, Banjar Petang Suci, Desa Petang, Senin (19/10/2026). Kehadiran Bupati merupakan bentuk dukungan terhadap kelangsungan adat sekaligus kehidupan masyarakat petani.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis bantuan hibah upakara Rp1,7 miliar dari APBD Induk Tahun 2026 kepada Ketua Panitia Karya I Wayan Lasya. Bantuan diharapkan meringankan kebutuhan pelaksanaan rangkaian upacara yang disiapkan bersama oleh krama pengempon.
Pura Pucak Arantaja diempon tujuh subak yang tersebar di Kecamatan Petang dan Abiansemal, dengan lahan pertanian sekitar 810 hektare dan jumlah krama mencapai 2.025 orang. Keberadaannya memperlihatkan hubungan erat antara praktik keagamaan, tata kelola air, dan kehidupan sosial masyarakat pertanian.
Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya kesejahteraan petani agar keberlanjutan subak tetap terjaga. Ia juga mengaitkan dukungan pemerintah terhadap keluarga petani dengan program bantuan pendidikan, termasuk beasiswa bagi anak petani.
Karya ini menjadi momentum mengingatkan bahwa perlindungan subak perlu dilakukan tidak hanya melalui ritual dan penguatan budaya, tetapi juga melalui perhatian terhadap penghidupan petani serta keberlanjutan lahan. (NSKLB)
Foto: Humas Badung/Updatebali. Sumber dokumentasi.
