DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) mengambil peran strategis dalam penguatan pembangunan Bali melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang berpijak pada karakter, potensi, dan kearifan lokal Bali.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 FEB Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).
Dalam sambutannya, Koster menegaskan Universitas Udayana memiliki posisi strategis dalam pembangunan Bali. Selama ini, menurutnya, banyak akademisi dan pakar Unud yang turut memberikan kontribusi pemikiran kepada Pemerintah Provinsi Bali.
“Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari Unud dan secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerja sama antara Pemprov dengan Unud,” ujar Koster.
Menurut Koster, Universitas Udayana merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Bali sekaligus menjadi rujukan pendidikan tinggi di kawasan Indonesia Timur. Nama Udayana juga memiliki akar sejarah yang kuat karena berasal dari salah satu raja yang berpengaruh dalam perjalanan peradaban Bali.
Koster mengatakan, dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan Bali, dirinya banyak mempelajari konsep serta nilai-nilai yang diwariskan para pemimpin Bali terdahulu. Nilai tersebut kemudian menjadi salah satu pijakan dalam implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Ini saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan budaya Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya. Ini yang sedang saya kerjakan dengan sangat serius melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” jelasnya.
Ia menerangkan, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat Bali, mulai dari alam, manusia hingga kebudayaan. Ketiga unsur tersebut harus terus hidup, tumbuh dan memiliki keterkaitan satu sama lain agar Bali dapat terpelihara secara berkelanjutan.
Dalam konteks pendidikan ekonomi, Koster secara khusus menyinggung konsep Ekonomi Kerthi Bali yang dinilainya relevan dengan bidang keilmuan FEB Unud.
Konsep tersebut, kata dia, penting diperkenalkan kepada kalangan akademisi dan mahasiswa sehingga pengembangan ilmu ekonomi tidak terlepas dari karakteristik, kebutuhan dan potensi daerah Bali.
“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus. Supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali. Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” tegasnya.
Koster berharap Universitas Udayana terus memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan Bali. Momentum Dies Natalis ke-59 FEB Unud diharapkan menjadi titik penguatan institusi untuk semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
“Jadikan dies natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyarakat Bali dan Indonesia,” ujarnya.
FEB Unud Perkuat Dampak Kolektif bagi Masyarakat
Sementara itu, Dekan FEB Universitas Udayana Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari menyampaikan sejumlah capaian fakultas yang dipimpinnya. FEB Unud saat ini telah berkembang menjadi salah satu fakultas ekonomi terkemuka di kawasan Indonesia Timur dengan ribuan lulusan yang telah terserap di berbagai sektor.
Dari sisi kualitas akademik, sebanyak 10 dari 12 program studi di FEB Unud telah meraih akreditasi unggul.
Wiwin Setyari menegaskan berbagai capaian tersebut bukan merupakan hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif dan dukungan seluruh komponen FEB Universitas Udayana.
Pada momentum Dies Natalis ke-59, ia mengajak seluruh keluarga besar FEB Unud memaknai tema “Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One” sebagai semangat untuk menghasilkan dampak kolektif yang semakin nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan, tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Puncak perayaan Dies Natalis ke-59 FEB Universitas Udayana ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FEB Unud Ni Putu Wiwin Setyari. Potongan tumpeng pertama kemudian diserahkan kepada Gubernur Bali Wayan Koster sebagai bagian dari rangkaian perayaan dies natalis. (*)
