DENPASAR, 1 JANUARI 2026 – Memasuki hari pertama tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., mempertegas komitmen berkelanjutan dalam menjaga eksistensi Pulau Dewata. Melalui visi fundamental “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, pembangunan Bali diarahkan secara konsisten untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam beserta isinya, guna mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara Sakala-Niskala.
Visi ini bukan sekadar narasi, melainkan janji bakti yang telah diwujudkan melalui 42 program strategis yang mencakup berbagai sendi kehidupan:
I. Bidang Adat, Budaya, dan Digitalisasi: Menjaga Jati Diri
Pemerintah telah meletakkan landasan hukum kuat melalui Perda No. 4/2019 tentang Penguatan Kedudukan Desa Adat, yang disinergikan dengan perlindungan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Inovasi Keyboard Aksara Bali menjadi tonggak digitalisasi budaya agar tetap relevan di era modern. Secara fisik, penataan masif dilakukan pada Kawasan Suci Pura Agung Besakih (Tahap I & Lanjutan) serta Pura Ulun Danu Batur. Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung kini menjadi pusat peradaban seni. Dukungan teknologi melalui Bali Smart Island menyediakan internet gratis di seluruh Bali, serta pemasangan CCTV terintegrasi di titik strategis untuk keamanan Krama.
II. Bidang Infrastruktur dan Transportasi: Membangun Konektivitas
Pemerataan ekonomi dipercepat melalui Shortcut Singaraja-Mengwi dan pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas (Sanur, Sampalan, Bias Munjul) beserta kawasan parkir terintegrasi di Sanur. Sektor maritim diperkuat melalui Bali Maritime Tourism Hub Benoa. Kehadiran Turyapada Tower menjadi ikon telekomunikasi dan wisata baru, didukung oleh pembangunan Bendungan Sidan dan Danu Kerthi untuk ketahanan air. Untuk mengurai kemacetan, pembangunan Underpass di titik strategis dan optimalisasi Bus Trans Metro Dewata menjadi solusi transportasi publik modern yang efisien.
III. Bidang Pendidikan dan Kesehatan: Investasi SDM Unggul
Fokus pada masa depan generasi Bali diwujudkan melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang dilengkapi bantuan uang saku. Pembangunan SMA/SMK baru dilakukan secara masif untuk memeratakan akses pendidikan. Pemerintah juga bersinergi dengan pusat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem serta menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.
IV. Bidang Ekonomi dan Produk Lokal: Kedaulatan Rakyat
Keberpihakan tegas ditunjukkan dengan pembatasan izin toko modern berjejaring untuk melindungi warung rakyat dan pengendalian alih fungsi lahan bagi petani. Produk lokal kini memiliki legalitas dan perlindungan, mulai dari Arak Bali, Garam Tradisional, hingga pemberdayaan UMKM melalui Pameran Bali Bangkit dan digitalisasi koperasi. Sektor perikanan diperkuat melalui Pelabuhan Pengambengan Jembrana. Selain itu, Pungutan Wisatawan Asing kini menjadi instrumen pendanaan mandiri untuk pelestarian alam dan budaya Bali.
V. Bidang Lingkungan Hidup dan Energi: Mewujudkan Bali Hijau
Bali menjadi pelopor energi bersih dengan kebijakan Bali Mandiri Energi Bersih dan penggunaan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai. Pengelolaan sampah kini diwajibkan berbasis sumber di desa/desa adat, selaras dengan larangan ketat penggunaan plastik sekali pakai dan penerapan Sistem Pertanian Organik untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang sehat.
Landasan Hukum dan Haluan 100 Tahun
Seluruh capaian ini dipayungi secara konstitusional oleh Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali dan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan (100 Tahun Bali Era Baru). Pembangunan Jalan Tol Jagat Kerthi Bali (Gilimanuk-Mengwi) terus dikawal intensif sebagai urat nadi ekonomi baru yang menghubungkan ujung barat hingga pusat Bali.
