Perkuat Transformasi Digital, Diskominfos Bali Lantik 20 PPPK Paruh Waktu Demi Percepatan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

DENPASAR – Dalam upaya memperkuat pondasi pelayanan publik di era digital sekaligus mempercepat implementasi visi pembangunan daerah, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali resmi melantik 20 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Pelantikan dan upacara mejaya-jaya ini dilangsungkan dengan khidmat di Kantor Diskominfos Provinsi Bali, Jumat (9/1/2026).

Langkah strategis ini dipandang sebagai momentum penting untuk menyelaraskan gerak birokrasi dengan visi besar Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru.

Kepala Dinas Kominfos Provinsi Bali, Gede Pramana, dalam arahannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pemenuhan administrasi kepegawaian, melainkan penambahan energi baru dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam, rakyat, serta kebudayaan Bali melalui transformasi digital.

“Para PPPK yang dilantik hari ini adalah garda depan yang akan membantu mempercepat implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Di era sekarang, menjaga harmoni Bali tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga melalui pengelolaan informasi yang sehat, integrasi layanan digital yang efisien, dan penyediaan data statistik yang akurat untuk kebijakan pembangunan,” ujar Gede Pramana.

Pelantikan ini mencakup 20 orang tenaga profesional yang terbagi ke dalam beberapa fungsi strategis, yakni: 8 Penata Layanan Operasional dan 10 Operator Layanan Operasional yang bertugas memperkuat operasional harian di Diskominfos Provinsi Bali. 2 Penata Layanan Operasional yang ditempatkan secara khusus di UPTD Pengembangan dan Integrasi Layanan Digital untuk memastikan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) berjalan optimal.

Sejalan dengan upaya membangun daerah, para aparatur baru ini juga diberikan tanggung jawab moral untuk mengedukasi masyarakat agar bijaksana dalam bermedia online. Diskominfos Bali menekankan pentingnya membangun narasi yang positif, mempererat tali persahabatan antarwarga, dan menjauhkan masyarakat dari konten negatif yang dapat merusak persatuan.

Upacara mejaya-jaya yang mengawali prosesi pelantikan menjadi pengingat spiritual agar para pegawai selalu bekerja dengan tulus (ngayah). Dengan semangat kebersamaan, para PPPK diharapkan mampu membawa Bali menjadi provinsi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi tetap memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap inovasi yang diciptakan.

Melalui dedikasi para aparatur ini, Pemprov Bali optimis transisi menuju Bali Era Baru yang cerdas, inklusif, dan berdaya saing akan semakin cepat terwujud demi kesejahteraan seluruh krama Bali dan kemajuan Indonesia.

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai