DENPASAR, NangunSatkerthi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali terus memperluas jangkauan edukasi mitigasi bencana, kali ini menyasar sektor dunia usaha sebagai pilar penting penggerak ekonomi daerah. Saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/1/2026), Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Gede Teja, S.T., M.Si., menyampaikan komitmennya dalam menciptakan ekosistem kerja yang aman dan tangguh bencana di seluruh wilayah Bali.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui kontribusi BPBD Bali dalam Pelatihan Kesadaran Tanggap Darurat Bencana yang digelar di Kantor Huawei Bali. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid, menjangkau peserta secara luring maupun daring yang berasal dari wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT.
Sinergi Lintas Sektor untuk Keamanan Bersama Dalam keterangannya, I Gede Teja menekankan bahwa dunia usaha memiliki tanggung jawab moral dan operasional untuk memahami risiko bencana. Materi pelatihan difokuskan pada penguatan manajemen bencana di lingkungan kerja, mencakup pengenalan klaster bencana, pemetaan kawasan rawan bencana tahun 2026, hingga pengelolaan risiko berbasis komunitas.
“Sektor swasta adalah mitra strategis. Dengan memahami manajemen risiko, pelaku usaha tidak hanya melindungi investasinya, tetapi juga menjamin keselamatan ribuan tenaga kerja. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata atau persahabatan antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun daerah yang tangguh,” ujar I Gede Teja.
Pentingnya Informasi yang Akurat dan Bijaksana Lebih lanjut, I Gede Teja juga memberikan edukasi mengenai penggunaan media online yang bijaksana. Beliau menekankan bahwa dalam situasi darurat, kecepatan informasi harus diimbangi dengan akurasi agar tidak menimbulkan kegaduhan.
“Kami mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu merujuk pada saluran informasi resmi. Mari kita gunakan media sosial secara bijaksana untuk menyebarkan narasi edukatif, bukan informasi yang memicu kepanikan. Hal ini sangat penting untuk menjaga stabilitas dan nama baik pariwisata Bali di mata dunia,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan diskusi interaktif untuk memperjelas peran BPBD, Basarnas, dan Dinas Pemadam Kebakaran dalam sistem penanganan kedaruratan yang terintegrasi, memastikan respons cepat dan tepat sasaran.
