DENPASAR – Tepat pada 1 Januari 2026, langkah pembangunan di Pulau Dewata semakin kokoh dan terukur. Dalam upaya menata Bali dan membangun masa depan, Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., menegaskan bahwa visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali bukan sekadar rencana, melainkan aksi nyata yang telah, sedang, dan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi kesejahteraan Krama Bali.
Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan ketegasan dalam mengawal 42 program strategis yang mencakup berbagai lini kehidupan. Hal ini dilakukan guna memastikan Bali tetap ajeg di tengah tantangan global, dengan mengandalkan sinergi kuat antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam satu tata kelola yang terintegrasi.
Berikut adalah uraian mendalam mengenai 42 program strategis yang dirancang untuk memastikan Bali tetap Ajeg, Lestari, dan Sejahtera:
I. Bidang Adat, Budaya, & Digitalisasi (Menjaga Akar Budaya di Era Modern)
-
Penguatan Desa Adat: Memberikan payung hukum kuat agar Desa Adat mandiri mengelola wilayahnya.
-
Bahasa & Sastra Bali: Melestarikan jati diri lewat Bulan Bahasa Bali agar bahasa ibu tidak punah.
-
Keyboard Aksara Bali: Memasukkan budaya ke dunia digital; mengetik aksara Bali kini semudah mengetik huruf biasa.
-
Busana Adat Bali: Menghidupkan kebanggaan identitas setiap hari kerja/kegiatan tertentu.
-
Kain Tenun Endek: Mewajibkan penggunaan Endek agar penenun lokal sejahtera dan ekonomi berputar.
-
Penataan Besakih Tahap I: Membuat kawasan suci Pura terbesar di Bali menjadi rapi, bersih, dan agung.
-
Perbaikan Parahyangan Besakih: Melanjutkan pemeliharaan bangunan suci demi kenyamanan umat sembahyang.
-
Fasilitas Pura Batur: Penataan parkir dan area agar pemedek tidak terjebak kemacetan dan semrawut.
-
Pusat Kebudayaan Bali (PKB): Membangun panggung seni megah di Klungkung sebagai pusat peradaban dunia.
-
Bali Smart Island: Menyediakan Wi-Fi gratis di pelosok desa agar warga mudah mengakses informasi.
-
CCTV Terintegrasi: Memasang kamera pengawas di titik strategis agar lingkungan aman dari kriminalitas.
II. Bidang Infrastruktur & Transportasi (Mempercepat Konektivitas)
-
Bendungan Sidan: Menjamin ketersediaan air bersih untuk wilayah Badung, Bangli, dan Gianyar.
-
Bendungan Danu Kerthi: Menjaga pasokan air untuk pertanian dan kehidupan di Buleleng.
-
Shortcut Singaraja-Mengwi: Memperpendek waktu tempuh dan menghilangkan kelokan tajam di jalur Utara-Selatan.
-
Pelabuhan Segitiga Emas: Menghubungkan Sanur-Nusa Penida-Nusa Lembongan dengan dermaga modern.
-
Gedung Parkir Sanur: Solusi agar area pelabuhan tidak macet dan tertata rapi.
-
Maritime Tourism Hub Benoa: Menjadikan pelabuhan Benoa sebagai tempat sandar kapal pesiar kelas dunia.
-
Turyapada Tower: Menara tinggi di Buleleng untuk siaran TV jernih sekaligus tempat wisata ikonik.
-
Jalan Underpass: Membangun terowongan di titik macet agar perjalanan masyarakat lebih lancar.
-
Bus Trans Metro Dewata: Menyediakan angkutan umum yang nyaman dan terjangkau bagi warga.
III. Bidang Pendidikan & Kesehatan (Membangun Manusia Unggul)
-
Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS): Memberi beasiswa dan uang saku agar anak dari keluarga kurang mampu bisa kuliah.
-
SMA/SMK Baru: Membangun gedung sekolah baru agar semua anak Bali dapat sekolah dekat rumah.
-
Sarana Belajar Unggul: Melengkapi sekolah dengan alat modern agar siswa Bali siap bersaing global.
-
Sekolah Rakyat Karangasem: Mengawal bantuan pusat untuk pendidikan di wilayah pelosok.
-
Program Makan Bergizi (MBG): Menjamin gizi anak sekolah agar tumbuh cerdas dan bebas stunting.
IV. Bidang Ekonomi & Produk Lokal (Melindungi Hak Rakyat)
-
Batasi Toko Modern: Tegas membatasi gerai ritel besar agar warung-warung kecil milik warga tetap laku.
-
Lindungi Lahan Pertanian: Melarang sawah subur dibangun gedung agar ketahanan pangan terjaga.
-
Koperasi Merah Putih: Membangun kekuatan ekonomi warga lewat koperasi yang sehat.
-
Pelabuhan Pengambengan: Memajukan industri perikanan di Jembrana agar nelayan lebih makmur.
-
Pungutan Wisatawan Asing: Hasil dana dari turis digunakan kembali untuk menjaga kebersihan alam Bali.
-
Legalisasi Arak Bali: Menjadikan minuman tradisional sebagai industri sah yang mengangkat ekonomi petani.
-
Garam Tradisional Bali: Melindungi petani garam agar produk lokal tidak kalah dari garam impor.
-
Pameran Bali Bangkit: Memberikan ruang gratis bagi UMKM untuk memamerkan karya terbaiknya.
-
Digitalisasi UMKM: Mengajari pedagang kecil cara berjualan secara online agar pasar lebih luas.
V. Lingkungan Hidup & Energi (Menjaga Alam Bali)
-
Batasi Plastik: Melarang tas plastik sekali pakai demi laut dan tanah Bali yang bersih.
-
Sampah Berbasis Sumber: Mengajak warga mengolah sampah di desa masing-masing agar TPA tidak penuh.
-
Pertanian Organik: Mengurangi bahan kimia agar hasil panen lebih sehat dan tanah tetap subur.
-
Bali Mandiri Energi Bersih: Menggunakan energi matahari dan gas alami agar udara tetap segar.
-
Kendaraan Listrik: Mendorong penggunaan motor/mobil listrik yang tidak berisik dan tanpa polusi.
VI. Regulasi Strategis (Payung Hukum Masa Depan)
-
UU Provinsi Bali: Aturan kuat dari Pusat yang mengakui kekhasan Bali dalam menjaga budaya.
-
Haluan 100 Tahun: Rencana jangka panjang agar pembangunan Bali tetap konsisten hingga anak cucu.
-
Tol Jagat Kerthi Bali: Mengawal pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi sebagai urat nadi ekonomi.
