Perkuat Pengendalian Investasi, DPRD Bali Hadiri Penandatanganan Nota Kesepakatan dengan Kementerian Investasi

DENPASAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali memberikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan iklim investasi dan hilirisasi di Pulau Dewata. Hal ini ditegaskan dengan kehadiran perwakilan lembaga legislatif dalam acara Penandatanganan Naskah Nota Kesepakatan antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Pemerintah Provinsi Bali pada Kamis (22/1/2026).

Mewakili Ketua DPRD Provinsi Bali, Wakil Ketua Komisi II DPRD Bali, Drs. I Gede Kusuma Putra, Ak., MBA., MM., hadir langsung dalam prosesi yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar. Nota kesepakatan tersebut secara khusus mengatur tentang Sinergi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal di wilayah Provinsi Bali guna memastikan investasi yang masuk selaras dengan visi pembangunan daerah.

Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM beserta jajaran, Gubernur Bali, serta unsur Forkopimda Provinsi Bali. Turut hadir pula Ketua Komisi II DPRD Bali yang juga menjabat sebagai Ketua HIPMI Bali, jajaran Bappeda Provinsi Bali, BPKAD Provinsi Bali, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan mekanisme pengendalian investasi yang lebih terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan setiap penanaman modal di Bali dapat terpantau dengan baik, mulai dari perizinan hingga realisasinya di lapangan, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi masyarakat lokal.

I Gede Kusuma Putra menyampaikan bahwa DPRD Bali menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah preventif sekaligus solutif dalam menjaga kualitas investasi. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menarik minat investor, tetapi juga memastikan bahwa setiap proyek investasi mematuhi regulasi lingkungan dan budaya yang menjadi fondasi utama pembangunan Bali.

Penandatanganan nota kesepakatan ini menandai babak baru koordinasi lintas lembaga dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi Bali di masa depan.

(AdminNSKLB)

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai