1

Gubernur Bali Keluarga SE Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali

Buleleng (NSKLB) – Dalam upaya perlindungan produk garam tradisional lokal Bali agar tetap terjaga kualitasnya, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 17 tahun 2021 tentang pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali, di Dusun Suka Darma, Desa/ Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Bali, Selasa (28/9).

Gubernur Bali Wayan  Koster dalam sambutannya menyampaikan Produk Garam Tradisional Lokal Bali merupakan produk berbasis ekosistem Alam Bali dan pengetahuan warisan Leluhur sebagai budaya kreatif Krama Pesisir Bali yang wajib dilindungi, dilestarikan, dan diberdayakan, serta dimanfaatkan guna memperkokoh jati diri Krama Bali yang berkarakter dan berintegritas sesuai dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Produk Garam Tradisional Lokal Bali telah dikenal sebagai garam yang higienis, berkualitas tinggi, dan memiliki cita rasa yang khas, sehingga telah terbukti aman dikonsumsi oleh Krama Bali secara turun-temurun, telah memperoleh pengakuan, dan diminati di dunia kuliner, serta telah dipasarkan secara nasional dan internasional melalui marketplace, dan telah diekspor antara lain ke negara: Jepang, Korea, Thailand, Prancis, Swiss, Rusia, dan Amerika Serikat.

Produk Garam Tradisional Lokal Bali di wilayah Kusamba, Kabupaten Klungkung; wilayah Amed dan Kubu, Kabupaten Karangasem; wilayah Tejakula dan Pemuteran, Kabupaten Buleleng; wilayah Gumbrih, Kabupaten Jembrana; wilayah Kelating, Kabupaten Tabanan; dan wilayah Pedungan dan Pemogan, Kota Denpasar telah ada sejak berabad-abad yang lalu, dan masih dengan aktif digeluti sebagai sumber penghidupan bagi Krama Pesisir Bali.

Produk Garam Tradisional Lokal Bali yang diproduksi di wilayah Kusamba, Kabupaten Klungkung; dan wilayah Amed, Kabupaten Karangasem; telah dicatatkan dan mendapat pelindungan Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, masing-masing Nomor 06/IG/IX/2015 tanggal 22 September 2015 dan Nomor 003/F-IG/I/A/2020 tanggal 3 Januari 2020.

Sejak lama, Bali dibanjiri produk garam impor yang dikonsumsi Krama Bali dan dimanfaatkan oleh hotel dan restoran di Bali, serta dipasarkan oleh pasar modern yang mengancam keberadaan Produk Garam Tradisional Lokal Bali, sehingga menurunkan sumber perekonomian dan pendapatan Krama Bali, yang berdampak pada semakin ditinggalkannya kehidupan sebagai petani garam tradisional.

Pemerintah, Pelaku Usaha, dan Krama Bali harus berpihak dan berkomitmen terhadap sumber daya lokal dengan berperan aktif untuk melindungi, melestarikan, memberdayakan, dan memanfaatkan Produk Garam Tradisional Lokal Bali sebagai salah satu basis pengembangan perekonomian Bali untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali secara sakala-niskala.

Dikeluarkannya SE Nomor17 Tahun 2021 Tentang Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali dengan pertimbangan Yuridis sebagai berikut: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

Gubernur Koster Menghimbau Kepada Bupati/Walikota se-Bali, Perusahaan Swasta di Bali, Pelaku Usaha Hotel dan Restoran di Bali, Pelaku Usaha Jasa Boga/Katering di Bali, Pelaku Usaha Pasar Modern di Bali, Pelaku Usaha Pasar Rakyat di Bali, dan Krama Bali, agar: Pertama: Menghormati dan mengapresiasi Produk Garam Tradisional Lokal Bali sebagai warisan budaya masyarakat petani Bali; Kedua, Menggunakan Produk Garam Tradisional Lokal Bali untuk dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari serta untuk kebutuhan spesifik sesuai kearifan lokal Bali, diperdagangkan di seluruh wilayah Bali, di luar Bali, dan di ekspor ke mancanegara; Ketiga, Mendorong dan memfasilitasi pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan Koperasi sebagai lembaga usaha bagi Krama Bali dari hulu sampai hilir guna meningkatkan produksi Garam Tradisional Lokal Bali, serta memfasilitasi pemasaran dan pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali sebagai basis pengembangan Ekonomi Kreatif, sehingga memberi manfaat sebesar-besarnya untuk kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali secara sakala-niskala; Emapat, Secara aktif mempromosikan dan membuka akses pasar Produk Garam Tradisional Lokal Bali di wilayah Bali, perdagangan antardaerah, dan ekspor ke mancanegara guna meningkatkan perekonomian masyarakat Bali; Lima, Melindungi keberadaan sentra produksi Garam Tradisional Lokal Bali dari ancaman penggusuran dan alih fungsi lahan untuk kepentingan usaha lain; dan Memerintahkan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Koperasi UKM, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dan para pihak agar Edaran ini terlaksana secara efektif, berdaya guna, dan berhasil guna.

Kedepan, sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pola ini akan diterapkan dalam pengembangan perekonomian yang diselenggarakan oleh setiap pelaku usaha di Bali; dengan menekankan berlakunya prinsip dasar yaitu : Membangun Bali, Bukan Membangun di Bali.

Edaran ini mulai berlaku sejak hari Selasa, (Anggara Paing, Tolu), tanggal 28 September 2021. Edaran ini disampaikan untuk mendapat perhatian dan dilaksanakan secara tertib, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab, tutup Gubernur Koster dalam sambutannya. (AGP/GS/GS)




Wagub Cok Ace Harap SSC Soedirman Bisa Juga Menjadi Ajang Pencarian Bibit Unggul di Bidang Menembak

Denpasar (NSKLB) – Kehadiran Soedirman Shooting Club (SSC) yang dikelola oleh Korem 163/Wira Satya mendapat apresiasi besar dari Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace). Hal tersebut disampaikannya dalam sambutannya saat meresmikan SSC serta Pameran Pistol Friendship Shooting bertempat di Lapangan Tembak Soedirman Kerem 163/Wira Satya, Jl. Sudirman, Denpasar, Selasa (28/9).

Dalam kesempatan yang turut juga dihadiri oleh Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Harfendi, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, Kepala Perwakilan BI Prov Bali Trisno Nugroho, PERBAKIN Bali, serta undangan yang lain menyampaikan harapannya agar keberadaan SSC ini bisa dimanfaatkan dengan baik tidak hanya oleh anggota TNI, namun juga oleh masyarakat yang memang mempunyai bakat dalam menembak. “Dengan keberadaan lapangan ini, kita juga bisa menjaring calon bibit unggul yang kelak bisa menjadi atlet menembak untuk mengharumkan nama Bali di kancah nasional maupun internasional,” jelasnya.

Selain itu, SSC juga menurut tokoh Puri Ubud itu bisa dijadikan ajang untuk berkumpul dan bertukar pikiran, apalagi fasilitas ini dilengkapi dengan café di atasnya. “Tentu para penggemar menembak bisa berkumpul bersaman di sini, bersenda gurau untuk menaikkan imun di tengah pandemi. Tentu saja harus tetap mentaati protokol kesehatan,” imbuhnya.

Cok Ace melanjutkan, akhir-akhir ini perkembangan kasus COVID-19 di Bali menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Hal itu ditandai dengan jumlah konfirmasi positif harian yang dua hari berturut-turut berada di angka 2 digit, bahkan 27 Septmber kemarin di angka 67 orang. Sementara jumlah pasien sembuh yang semakin meningkat serta jumlah angka kematian yang menurun. “Semoga ini bisa kondisi ini terus berlanjut sehingga ekonomi Bali bisa pulih secepatnya. Memang kita tidak akan bisa membuat kasus menjadi nol karena kelak kita akan terus berdampingan dengan virus ini. Akan tetapi setidaknya kita harus terus jaga trend positif ini,” tandasnya seraya mengatakan pemerintah terus menggenjot vaksinasi agar kesehatan masyarakat pulih dan ekonomi bangkit.

Sementara sebelumnya Danrem Brigjen TNI Husein Sagaf dan Kasdam Brigjen TNI Harfendi mengatakan bahwa pembanguan SSC ini bertujuan untuk mengasah ketrampilan para prajurit TNI khususnya di bidang menembak, serta menjaring bibit unggul TNI untuk dilatih secara intensif. Selain itu SSC juga dijadikan ajang penjajakan para pemuda/remaja dalam bidang menembak untuk diadu di ajang PON atau ajang olah raga lainnya.

Lebih spesifik Husei Sagaf juga berharap melalui SSC ini bisa bermunculan atlet-atlet berprestasi di Bali. Bahkan ia mengatakan SSC juga bisa dijadikan tempat untuk mempertemukan club-club menembak dalam pertandingan persahabatan. (AP/AS)




Untuk Pembukaan Pariwisata Internasional, Dinas Pariwisata Provinsi Bali Segera Siapkan SOP Terintegrasi

Denpasar, (NSKLB) – Terkait adanya wacana dari pemerintah pusat yang akan segera membuka pariwisata internasional untuk Bali direspon cepat oleh kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa dengan berjanji akan menyiapkan buku panduan atau SOP terintegrasi yang dipahami oleh semua komponen terkait, sehingga bisa dilaksanakan dengan standar yang sama di semua lini. Hal ini dimaksudkan agar lebih mudah melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap penyebaran Covid-19 di sector pariwisata.

Hal disampaikannnya pada saat acara Fokus Group Disscusion dalam rangka Selasa Pariwisata yang membahas tentang Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 34 tahun 2021, yang dilaksanakan secara hybrid, di kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Selasa, (28/9).

“Untuk menindaklanjuti usulan dari peserta FGD, saya bersama-sama dengan para pakar khususnya pakar pariwisata akan segera kumpul untuk menyusun SOP bersama/terintegrasi dalam penanganan wisatawan sehingga semua komponen bisa memahami dan bisa bertindak dengan standar yang sama,” tegasnya.

Astawa juga menambahkan bahwa akan dilaksanakan rapat lanjutan untuk membahas persiapan-persiapan lain dalam rangka pembukaan pariwisata internasional untuk Bali, termasuk juga dari pihak imgrasi dimohon untuk membuat sosialisasi resmi melalui media mengenai aturan mengurusan visa bagi wisatawan yang akan masuk Bali sehingga pihak-pihak terkait seperti travel agent, hotel dan sebagainya bisa memberikan informasi yang jelas terkait pengurusan visa.

Menurut Kabid Inteldak Kanwil Inteldak Kumham Prov. Bali, Rachmat, bahwa dengan dikeluarkannya Permenkumham nomor 34 tahun 2021 sebenarnya Pariwisata Indonesia dan Bali sudah buka karena dalam Permenkumham tersebut sudah memberlakukan Visa Kunjungan yang boleh dipergunakan untuk pariwisata. Permen ini diperkuat oleh Kemenkumham nomor: M.HH.02.GR.02.02 Tahun 2021 tentang Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu sebagai tempatmasuk dalam masa penanganan penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi nasional , dimana Bali menjadi salah satu Tempat Pemeriksaan Imigrasi yang dibuka.

Ia menambahkan, selama masa Pandemi Covid-19 kebijakan Visa On Arrival dan bebas visa ditiadakan sedangkan visa yang diberlakukan adalah Visa Elektronik dimana cara mendapatkan visa juga dilakukan dengan cara online dengan persyaratan khusus. Salah satu syarat Visa kunjungan untuk bisnis esensial ke Indonesia adalah adanya penjamin dari Indonesia. Penjamin tersebut bisa perorangan atau perusahaan Dari Airline Operator Committee,

Made Juli, menyampaikan bahwa Bali sudah cukup lama absen dari aktifitas pariwisata sehingga menimbulkan dampak yang sangat luas terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Bali, hanya satu yang harus dilakuan yaitu pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara. Sebagai perbandingan, ada beberapa negara yang sudah mebuka pariwisatanya yaitu: Thailand, Maldive, dan Uni Emirat Arab, dan salah satu penerbangan yaitu Turkish Airline selama masa Pandemi Covid-19 tetap melakukan penerbangan ke 106 negara. Di beberapa negara bahkan tidak menerapkan karantina.

Oleh sebab itu Pemerintah dimohon membuat sebuah buku panduan atau SOP bersama penanganan wisatawan yang nantinya disosialisasikan agar semua komponen bisa memahami dan melaksanakan dengan baik. Dengan bercermin pada beberapa negara yang telah melaksanakan open border for tourism AOC (Airline Operators Committee) telah menyiapkan segala persyaratan untuk dapat diterapkan di Bali dan dijadikan pertimbangan bersama.

Terakhir Ia memeinta meminta agar dalam persiapan pembukaan agar ada peraturan/regulasi yang terintegrasi agar tidak tumpang tindih.dalam pelaksanaannya.

Dari perwakilan perOtoritas Bandara Ngurah Rai , Noviansyah, menyatakan Bandara Ngurah Rai sudah cukup siap dengan adanya penerbangan Internasional kembali dalam masa pandemi. (AGP/AP)




DPRD Bali Setujui Perubahan APBD Semesta Berencana Tahun Anggaran 2021

Denpasar, (NSKLB) – DPRD Provinsi Bali menyetujui perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Semesta Berencana Tahun Anggaran 2021. Selain itu, dewan juga menyetujui penetapan Perda Tentang Retribusi Perizinan Tertentu. Persetujuan penetapan itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama pada Sidang Paripurna ke-26 DPRD Bali Masa Sidang II Tahun 2021 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Senin (27/9/2021).

Ketua DPRD Adi Wiryatama menyampaikan, dengan disetujuinya perubahan APBD Semesta Berencana Tahun Anggaran 2021, postur anggaran Pemprov Bali mengalami penurunan sebesar Rp. 636, 56 miliar yaitu dari Rp. 8,537 triliun menjadi Rp. 7.903 triliun. Bersamaan dengan penetapan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2021, DPRD Bali juga menyetujui penetapan Perda Tentang Perizinan Khusus yang merupakan inisiatif dewan. Dengan keluarnya penetapan persetujuan ini, Adi Wiryatama menambahkan bahwa dua produk hukum ini bisa diproses lebih lanjut agar dapat segera dilaksanakan.

Atas persetujuan penetapan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras jajaran DPRD Bali yang telah membahas dua rancangan peraturan daerah sesuai tahapan dan mekanisme yang berlaku. Dalam proses pembahasan dua Ranperda ini, ia dapat merasakan sinergi yang baik antara jajaran eksekutif dan legislatif sehingga dapat menunjukkan kinerja yang produktif. Ia berpendapat, dinamika yang terjadi selama tahap pembahasan adalah hal yang wajar sebagai bentuk dukungan terhadap optimalisasi kinerja pemerintah dalam melaksanakan tugas pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat. Selama masa pembahasan, pihak eksekutif dan legislatif telah memberikan penjelasan lengkap terhadap ranperda yang diajukan sehingga mengerucut pada persepsi yang sama. Sejumlah catatan yang diberikan oleh dewan akan dijadikan pedoman dalam implementasi kebijakan pembangunan di masa yang akan datang.

Sesuai mekanisme, Ranperda yang telah disetujui oleh dewan akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri dalam waktu paling lambat tiga hari sehingga bulan depan peraturan tersebut diharapkan bisa efektif berlaku. Masih dalam sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi inisiatif dewan mengajukan Ranperda Tentang Perizinan Khusus. Menurutnya, Bali sangat membutuhkan payung hukum agar dapat menggali sumber PAD baru. Berkaitan dengan itu, saat ini gubernur juga tengah membahas sejumlah sumber pendapatan baru diantaranya labelling (penerapan label) produk daerah lain yang diekspor melalui Bali. Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini menyebut, selama ini Bali menjadi hub bagi berbagai jenis produk daerah lain yang akan dieskpor ke berbagai negara. “Nah, dari situ kita belum dapat apa-apa karena belum ada regulasi. Padahal banyak hasil produk pertanian, kelautan dan industri kreatif daerah lain yang diekspor menggunakan nama Bali, tapi kita tak dapat benefit,” ujarnya. Jika regulasi itu bisa diwujudkan, nantinya akan diterapkan sertifikasi label Bali yang diharapkan bisa menjadi sumber PAD baru dan mendongkrak pendapatan Daerah Bali. Selain labelling produk, dirancang pula penerapan portal satu pintu bagi pariwisata Bali.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur jebolan ITB ini menyinggung keberhasilan Bali dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Dia menyampaikan, perkembangan pandemi Covid-19 dalam beberapa hari terakhir sudah semakin membaik. Merujuk data per tanggal 26 September 2021, penambahan angka terkonfirmasi positif Covid-19 hanya sebanyak 85 orang, sembuh 148 orang dan yang meninggal 4 orang. “Ini angka terendah dalam beberapa bulan terakhir. Kesembuhan kita juga telah mencapai 95 persen. Kasus aktif menurun signifikan dari bulan Agustus yang mencapai 12 ribu, saat ini hanya 1.749,” bebernya. Disebutkan olehnya, keberhasilan Bali dalam pengendalian Covid-19 tak terlepas dari dukungan seluruh elemen, khususnya jajaran DPRD Bali yang mendukung Pemprov Bali mendanai isolasi terpusat di kabupaten/kota. Sejalan dengan tingkat kasus yang makin melandai, Pemprov Bali juga terus mengintensifkan program vaksinasi. Berdasarkan catatan yang ia peroleh, realisasi vaksinasi tahap 1 mencapai 97 persen, khusus yang berKTP Bali, 87 persen. “Sedangkan untuk vaksinasi tahap ke-2, realisasi kita telah mencapai 75 persen, khusus yang berKTP Bali sebanyal 70 persen,” urainya. Guna mengoptimalkan capaian vaksinasi, Gubernur juga telah meminta penambahan target kepada pusat. “Awalnya kalau target 70 persen, kan kita mendapat alokasi vaksin untuk 3 juta penduduk. Saya minta target itu ditambah menjadi 3,4 juta penduduk dan itu telah disetujui,” tandasnya. Melalui masifnya program vaksinasi ini, ia berharap herd immunity akan tercapai pada pertengahan bulan Oktober sehingga perekonomian Bali secepatnya pulih. Khusus terkait upaya pemulihan ekonomi Bali, Gubernur juga mengeluarkan Surat Edaran pembukaan objek wisata, mall dan swalayan dengan kapasitas 50 persen. Melalui kebijakan ini, ia berharap pertumbuhan ekonomi makin membaik pada triwulan ke-4 tahun ini. Kendati Covid-19 sudah mulai bisa dikendalikan, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini tetap mewanti-wanti agar kampanye ketaatan menerapkan protocol kesehatan tetap digalakkan di masyarakat. (AGP)

 

 

 

 




Gubernur Koster Ajak Komponen Pariwisata Bali Solid Dukung Pemerintah Bangkitkan Pariwisata

Gubernur Koster Ajak Komponen Pariwisata Bali Solid Dukung Pemerintah Bangkitkan Pariwisata

Denpasar (NSKLB) – Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak semua komponen pariwisata Bali untuk kompak dan berkomitmen penuh mendukung upaya pemerintah mewujudkan bangkitnya pariwisata Bali dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Jadikan ini komitmen Kita bersama agar bisa secepatnya Kita wujudkan one island green zone. Kalau Kita mau lebih cepat, Kita harus sama-sama solid, komit, dan meredam egoisme,” tegas Gubernur Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Atha Ardhana Sukawati saat menerima pelaku pariwisata Bali, asosiasi Pariwisata serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali di Jayasabha, Denpasar pada Kamis (Wraspati Kliwon, Ukir) 16 September.

Kata Gubernur, membangkitkan pariwisata Bali merupakan sebuah keinginan bersama, baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. “Tidak perlu diragukan, bahwa untuk pariwisata Saya dan Pak Wagub punya komitmen untuk membangkitkan pariwisata Bali. Jadi tidak perlu ragu, bahkan 1 persen pun tidak perlu diragukan,” jelas Gubernur Bali seraya mengatakan agar pariwisata Bali bisa bangkit, mari bersama melaksanakan sinergi, gotong royong, dan Saya mengajak semuanya untuk menyatukan kekuatan kolektif, jangan ada yang malah ‘ngerecokin’.

Guna mewujudkan kebangkitan pariwisata Bali, Gubernur Bali jebolan ITB Bandung ini menerangkan bahwa pihaknya bersama jajaran telah berupaya sangat keras untuk mengendalikan pandemi Covid-19 yang disebutnya sempat mengalami lonjakan kasus dalam beberapa bulan terakhir, terlebih sejak masuknya varian delta yang memiliki tingkat penularan tinggi.

“Namun berkat kerja keras, sekarang sudah mulai melandai. Meskipun demikian, Kita harus memahami betul, bahwa kasus positif sangat berpengaruh dengan kedatangan wisatawan. Jika kasus sudah rendah tanpa diundang pun, pasti akan datang wisatawannya. Karena itulah tidak ada pilihan lain selain mengendalikan kasus di Bali,” terang Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Untuk itu program penanganan pasien yang terkelola dengan baik, lalu diikuti oleh kegiatan vaksinasi dan dibarengi dengan penerapan prokes yang ketat di masyarakat, disebut Gubernur Bali hal itu akan menjadi elemen vital untuk memastikan terkendalinya kasus Covid-19 di Bali. “Jadi Saya minta dukungan, terutama para pelaku pariwisata untuk mensukseskan kebijakan-kebijakan ini,” ajaknya.

Gubernur juga meyakini para pelaku pariwisata di Bali adalah orang-orang profesional yang sangat unggul dari sisi SDM yang oleh karenanya akan sangat berkompeten nantinya di dalam mendukung pengembalian pariwisata Bali menjadi bangkit. “Pelaku pariwisata adalah orang-orang berpengalaman. Saya yakin jika pandemi berlalu, Kita akan segera bangkit, karena Kita punya pengalaman seperti ada Bom Bali 1, Bom Bali 2, lalu virus SARS, ada erupsi Gunung Agung, dan semua bisa Kita lalui,” tuturnya sembari mengingatkan di masa pandemi ini Kita harus jadikan ajang untuk berbenah diri, menata dengan lebih baik lagi tata kelola pariwisata Bali, agar nantinya bisa dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat Bali dan tentunya menjadi pariwisata yang berkualitas.

Mendengar hal itu, Yoga Iswara yang menjadi perwakilan pelaku pariwisata Bali menyatakan pelaku pariwisata serta asosiasi pariwisata di Bali kompak untuk mendukung segala upaya dan kebijakan yang diambil Gubernur Bali beserta jajarannya guna memperjuangkan nasib pariwisata di Pulau Dewata.

“Kami memberi dukungan kepada Bapak Gubernur dan Wagub yang tidak hentinya memperjuangkan Kami. Kita lewati proses luar biasa selama pandemi ini dan Kita semua belum pernah menghadapi situasi seperti ini. Untuk itu Saya aplause untuk Bapak Gubernur, mudah-mudahan momentum ini menjadi momentum kebangkitan Kita bersama,” kata Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali ini. (GP)




Gubernur Koster Dukung International Youth Football Tournament 2021 Terselenggara di Stadion Kapten I Wayan Dipta

Gubernur Koster Dukung International Youth Football Tournament 2021 Terselenggara di Stadion Kapten I Wayan Dipta

Denpasar , (NSKLB)  – Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut baik rencana International Youth Football Tournament 2021 yang sedianya akan dilaksanakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Desember 2021 mendatang.

“Saya sangat setuju sekali (digelarnya International Youth Football Tournament 2021, red) ini. Saya tentu menyambut baik,” ujar Gubernur Koster saat menerima perwakilan penyelenggara turnamen, Gede Widiade di Jayasabha, Denpasar, pada Kamis (Wraspati Kliwon, Ukir) 16 September 2021.

Guna mensukseskan International Youth Football Tournament 2021 tersebut, Gubernur Bali mengharapkan seluruh peserta, official dan segenap tim yang hadir agar tetap menjalankan prokes dengan baik, mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Dengan adanya turnamen sepakbola berkelas internasional seperti ini, Gubernur Bali jebolan ITB memandang turnamen ini akan menjadi momentum kebangkitan Bali yang tengah memulihkan diri dari pandemi, dan turnamen ini juga sejalan dengan program yang dicanangkannya, yakni menggeliatkan sport tourism di Pulau Dewata.

Sementara itu, Perwakilan Penyelenggara International Youth Football Tournament 2021, Gede Widiade menjelaskan turnamen ini akan menghadirkan tim usia dibawah 20 tahun dari klub-klub raksasa eropa. Selain digelar di Bali, juga akan berlangsung di Jakarta. Dimana untuk babak penyisihan akan dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

“Ini momentum untuk mempromosikan Bali dan Indonesia pada umumnya, karena turnamen ini akan menghadirkan tim U-20 seperti Real Madrid (Spanyol), Arsenal (Inggris), Inter Milan (Italia), hingga tim dari Belanda, dan Tim Indonesia All Star. Kita ingin klub-klub yang hadir ini bisa menceritakan langsung bagaimana kondisi Bali, bisa menceritakannya kepada dunia luar,” ujar Widiade.

Mantan owner Persija Jakarta ini juga memastikan seluruh peserta dan staf yang terlibat akan diatur dalam prokes yang disiplin dan ketat guna mencegah resiko penularan Covid-19. “Turnamen juga kita setting untuk dilaksanakan tanpa npenonton di stadion, namun lebih secara virtual,” jelasnya dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster seraya menegaskan kembali bahwa untuk tahun ini yang sudah memastikan hadir adalah Real Madrid, Barcelona dan Chelsea. (GP)




Memasuki Level III, Bupati Tabanan Dorong Kebangkitan Sektor Pariwisata Dari Keterpurukan

Memasuki Level III, Bupati Tabanan Dorong Kebangkitan Sektor Pariwisata Dari Keterpurukan

Tabanan, (NSKLB) Memasuki PPKM level III, dimana para wisatawan sudah dapat berkunjung meski tetap beberapa ketentuan menjadi angin segar bagi Kabupaten Tabanan. Mendengar hal tersebut, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, berencana akan menggeliatkan kembali sektor pariwisata dari keterpurukan.

Selama Pandemi berlangsung, sejumlah DTW (Daya Tarik Wisata) yang ada di Kabupaten Tabanan, seperti Tanah Lot dan Danau Beratan mati suri akibat tidak adanya wisatawan. Hal inipun berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat, utamanya yang bekerja di sektor pariwisata.

Prihatin akan hal ini, Bupati Sanjaya berupaya akan membangkitkan kembali pariwisata. Apalagi banyak wilayah di Kabupaten Tabanan yang berpotensi memunculkan Lokawisata baru. Salah satunya yakni Pantai Cinta yang awalnya dibentuk oleh masyarakat pekerja di sektor pariwisata yang terkena PHK.

“Dari sejumlah daya tarik wisata yang saat ini mati suri, saya harap dalam waktu dekat akan kembali tumbuh, ” Ungkap Bupati Sanjaya, Kamis (16/9/2021).

Lanjut Bupati Sanjaya, jika dalam mendatangkan kembali wisatawan ke sejumlah DTW Di Kabupaten Tabanan tentu saja tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dan aturan-aturan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Corona Virus Disease 2019 dalam tatanan kehidupan era baru di Provinsi Bali, tertanggal 7 September 2021. (BLKN) . (GP)




Ny. Putri Koster Ajak Keluarga Bergerak Amalkan HATINYA PKK

Ny. Putri Koster Ajak Keluarga Bergerak Amalkan HATINYA PKK

Singaraja, (NSKLB)  – Untuk mewujudkan halaman rumah yang Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA PKK) melibatkan peran serta seluruh anggota keluarga. Anggota keluarga secara gotong-rotong bergerak bersama-sama menata halaman rumahnya masing masing sehingga nantinya rumah akan menjadi asri dan memberi kenyamanan bagi seluruh anggota keluarga.

Demikian disampaikan oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di RRI Singaraja , Kamis (16/9).

Lebih jauh wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menyampaikan bahwasannya dalam menata halaman rumah diperlukan kreativitas serta pergerakan seluruh anggota keluarga termasuk di dalamnya anak-anak sehingga akan tumbuh rasa saling membantu serta rasa cinta akan lingkungan sejak usia dini.

Dengan demikian menata halaman rumah tidak saja akan menjadikan halaman asri, indah dan nyaman, tetapi juga menjadi momen kebersamaan anggota keluarga sehingga keharmonisan keluarga akan terjaga.

Ny. Putri Koster Ajak Keluarga Bergerak Amalkan HATINYA PKK
“Menata halaman rumah tidak hanya secara fisik, kasat mata halaman menjadi asri tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan keluarga akan bumbu dapur, sayur serta obat-obatan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga akan menjadi momen kebersamaan bersama keluarga. Mungkin kita bisa buat Minggu Berkebun, sehingga kita akan bersama-sama bergotong-royong menata halaman rumah ,” imbuhnya.

Pendamping Orang Nomor Satu di Bali ini juga mengajak seluruh keluarga untuk berani bergerak memulai untuk menata halaman . Penataan halaman rumah juga memerlukan kreativitas dari masing-masing anggota keluarga yang tentu saja disesuaikan dengan kondisi pekarangan serta kebutuhan dari masing masing keluarga .

” Ayo seluruh keluarga kita mulai bergerak, kita kukuhkan dan amalkan penataan halaman rumah kita masing-masing, sehingga setiap halaman rumah akan tertata, keluarga menjadi sehat, nyaman dan ketahanan pangan keluarga dapat terwujud,” tuturnya.

Dalam dialog yang mengangkat tema “Gerakan AKU HATINYA PKK Mendukung Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19” juga menghadirkan narasumber Prof Dr. I Wayan Supartha, M.Si selaku Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali Bidang Pangan, Sandang dan Papan. Dalam paparannya, Prof. Supartha menyampaikan secara konseptual halaman asri, teratur indah dan nyaman sangat luar biasa . Pekarangan ditata agar sedap dipandang sehingga terlihat indah dan asri . Tidak hanya hasil panen yang dapat dinikmati anggota keluarga tetapi juga halaman yang asri menyediakan suplai oksigen yang memberi kesejukan, kenyamanan serta ketenangan bagi anggota keluarga. Namun hal tersebut jangan hanya dikonsepkan semata, tetapi harus dikukuhkan dan diamalkan.

“Jangan hanya diwacanakan menata halaman rumah, tetapi semua harus berani bergerak, mengamalkan dan mengukuhkannya. Perlu kecerdasan dan kreativitas dari anggota keluarga untuk menata halaman rumahnya masing-masing, kita bangun keharmonisan keluarga dari menata halaman rumah,” ungkapnya. (GP)




Urus Perizinan Tak Perlu Pakai Calo

Urus Perizinan Tak Perlu Pakai Calo

(NSKLB) – Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim ramah investasi bagi pelaku usaha melalui penyempurnaan regulasi di bidang perizinan. Salah satu sistem perizinan termuktahir yang secara resmi diluncurkan Presiden RI Joko Widodo pada 9 Agustus 2021 lalu adalah sistem online single submission (OSS) berbasis risiko berusaha. Terkait dengan sistem OSS, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP) Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana meminta pelaku usaha yang hendak mengurus perizinan, bisa melakukannya secara mandiri dan tak perlu menggunakan calo dengan mengeluarkan biaya tertentu. Karena sebagian besar jenis perizinan berusaha (kecuali izin tertentu yang diatur undang-undang,red), pengurusannya tak dikenakan biaya alias gratis. Penegasan itu disampaikan Agung Sutha Diana saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/9/2021). Menurutnya hal ini perlu disosialisasikan karena masih banyak pihak yang menawarkan pengurusan izin dengan pengenaan tarif tertentu.

Lebih jauh ia menjelaskan, sesungguhnya sistem OSS bukanlah hal yang baru dalam pelayanan perizinan dan sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ditambahkan Agung Sutha Diana, pembaharuan sistem ini sejalan dengan semangat UU Cipta Kerja yang mengamanatkan pengurusan izin menjadi pasti, mudah dan cepat bagi pelaku usaha.

Menurut Agung Sutha Diana, OSS berbasis risiko ini memberi kemudahan bagi mereka yang ingin mengurus izin usaha. Selain SOPnya jelas, permohonan juga bisa dilakukan dari mana saja dan kapanpun karena berbasis digital. Pengusaha tinggal mengaploud persyaratan yang diperlukan, kalau sudah lengkap dan benar, tunggu 10 menit izin sudah jadi (seperti yang disiarkan saat peluncuran sistem OSS oleh Presiden Joko Widodo, red). “Jadi, tak perlu mencari pihak ketiga atau bertemu petugas di kantor perizinan,” urainya. Ia menambahkan, prinsip kemandirian pengurusan izin ini merujuk pasal 11, PP 6 Tahun 2021 yang mengamanatkan bahwa pelayanan perizinan berusaha dengan sistem OSS di daerah dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha. Pelayanan secara mandiri dilakukan dengan perangkat/fasilitas sendiri atau yang disediakan oleh DPMPTSP. Melaksanakan amanat pasal ini, DPMPTSP Bali menyediakan perangkat komputer bagi pemohon izin yang belum memiliki fasilitas sendiri. Lebih dari itu, saat ini juga masih ada pendampingan bagi mereka yang belum begitu paham dalam penggunaan sistem OSS.

Selain kemudahan dalam pengurusan, pelayanan perizinan berusaha oleh DPMPTSP juga tidak dipungut biaya alias gratis. Kecuali, perizinan berusaha tertentu dikenakan retribusi daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini mengacu pada ketentuan Pasal 9 PP 6 Tahun 2021. Agung Sutha Diana mengimbuhkan, mengacu pada Pergub 63 Tahun 2019 Tentang Standar Pelayanan Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, ada beberapa izin yang berbayar yaitu Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) dan Izin Penggunaan Tenaga Kerja Asing. “Nominalnya sesuai ketentuan yang diatur dan dilakukan secara online, jadi saat mengurus izin, cukup upload bukti pembayaran. Taka da penyerahan uang kepada petugas kami di perizinan,” imbuhnya.

Selain sistem OSS, pada kesempatan itu Agung Sutha Diana juga menerangkan tentang e-Perizinan yang telah diterapkan DPMPTSP Bali. Diuraikannya, dalam rangka memberikan pelayanan perizinan secara elektronik sebagaimana amanat Permendagri 138/2017, sejak tahun 2020 Pemprov Bali mengembangkan sistim e-Perizinan. Keunggulan dari e-Perizinan adalah mudah, transparan dan aman. Mudah, pengajuan izin tanpa tatap muka dan tanpa dokumen cetak, sistem e-Perizinan dapat diakses kapan pun dan dimana pun dan tersedia layanan berbantu serta konsultasi. Transparan, pemohon dapat mengetahui proses berkas secara real-time dan terdapat fitur konsultasi dan pengaduan yang dapat dilihat seluruh pengguna serta 100% gratis. Aman, sistem e-Perizinan menggunakan Secure Socket Layer/SSL untuk menjamin keamanan data pengguna. Selain itu, produk izin menggunakan tanda tangan elektronik BSrE/BSSNRI.

Digitalisasi perizinan ini diharapkan mencegah peluang terjadinya tindak pidana korupsi. Saat ini, kata Sutha Diana, e-Perizinan sudah siap diakses untuk pengurusan 84 jenis perizinan dan non perizinan dari 7 OPD teknis dan masing-masing OPD Teknis sudah dilengkapi dengan hak akses. (GP)




Wagub Cok Ace Apresiasi Penyelenggaraan Indonesia Marketeers Festival 2021

Wagub Cok Ace Apresiasi Penyelenggaraan Indonesia Marketeers Festival 2021

(NSKLB) – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati secara resmi membuka acara Event Roadshow Marketing pertama dan terkini yaiti “Indonesia Marketeers Festival 2021” secara daring pada Kamis (16/9).

Wagub Cok Ace Apresiasi Penyelenggaraan Indonesia Marketeers Festival 2021

Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace mmeberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan event positif ditengah situasi pandemi saat ini. Menurutnya, gelaran pemasaran yang digelar sejak tahun 2013 tersebut mampu menjadi ajang bagi pelaku pemasaran untuk mendapatkan ilmu dan insight menarik serta paling update untuk diaplikasikan di dunia pemasaran Indonesia. Terlebih tahun 2021, Indonesia Marketeers Festival hadir dengan konsep baru dan dilaksanakan secara serentak di lima kota besar di Indonesia, yaitu Semarang, Denpasar, Solo, Bandung, dan Surabaya dalam bentuk online event. Melalui event ini, diharapkan masyarakat tetap dapat kreatif dan produktif di masa pandemi dengan memaksimalkan berbagai peluang.

Selain itu, Indonesia Marketeers Festival 2021 dengan tema “Winning In The Recovery Era: 5 Jurus Memenangkan Persaingan Pasar”. Di sini, MarkPlus, Inc. akan mengupas tuntas mengenai bagaimana mengoptimalkan lima jurus memenangkan persaingan pasar melalui 5 Magic Words yaitu Digital, Human, Local, Global, Balance.

Untuk itu, dengan tema yang sangat menarik Wagub Cok Ace berharap para peserta dapat mengikuti dengan baik dan kemudian dapat mengaplikasikan ilmu tersebut kedunia pekerjaan sehingga dapat berimbas positif dalam pengembangan usaha ekonominya.

Untuk diketahui, Pada IMF 2021 terdapat tiga sesi pembahasan yang tak kalah menarik, yaitu Marketing compass session, Year of Opportunity & Investment Session, dan Entrepreneurial Marketing Session dengan menghadirkan banyak pembicara dari berbagai industri, dan tentunya akan lebih banyak melibatkan partisipasi peserta.

Pada Indonesia Marketeers Ferstival 2021, selain menghadirkan Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya, hadir pula Shandy Purnamasari, Founder and Owner MS Glow yang akan berbagi tips dan jurus jitu marketing dalam membesarkan brand paling fenomal selama pandemi Ms Glow. Hadir pula Local Marketing Champion dari berbagai kota yang akan berbagi taktik mereka memenangkan persaingan di masing-masing daerah. (GP)




RILIS – PENGUATAN PROTOKOL KESEHATAN PADA PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) LEVEL 3

  1. Bersama ini perlu disampaikan informasi penting terkait dengan perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali. Sejak tanggal 30 Agustus 2021, penambahan kasus baru Covid-19 sudah mulai menurun, dimana penambahan kasus harian sudah dibawah 250 kasus perhari, tingkat kesembuhan mencapai angka 93%, kasus aktif terus menurun sampai mencapai angka dibawah 3.000 orang (2,5%). Namun kita tetap harus waspada karena tingkat kematian masih tinggi diatas 10 orang perhari.
  2. Dengan mulai menurunnya kasus baru Covid-19, meningkatnya angka kesembuhan, menurunnya angka perawatan di Rumah Sakit(hospitality rate), dan menurunnya tingkat kematian akibat Covid-19, Pemerintah Pusat telah mengumumkan bahwa mulai tanggal 14 September 2021, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Bali diturunkan ke level 3.
  3. Namun demikian, kita tidak boleh menyikapi dengan euphoria yang berlebihan tetapi harus tetap waspada mengingat perkembangan Covid-19 ini masih sangat berbahaya dengan adanya varian baru Mu yang telah ditemukan di beberapa negara.
  4. Perlu diketahui bahwa, meskipun warga sudah mengikuti vaksinasi tidak sepenuhnya menjamin terbebas dari penularan Covid-19. Data menunjukkan warga yang sudah mengikuti vaksinasi, sebanyak 40% masih mengalami penularan Covid-19 dan 92% yang meninggal belum divaksinasi. Namun dengan telah divaksinasi, warga yang tertutar
    Covid-19 risikonya lebih rendah yaitu lebih cepat sembuh, terhindar dari gejala berat yang berisiko kematian. Data juga menunjukkan bahwa warga yang terkena Covid-19 tanpa gejala/gejala ringan yang mengikuti isolasi terpusat lebih cepat sembuh dan tidak menularkan kepada anggota keluarga yang lain, daripada mengikuti isolasi mandiri.
  5. Berkaitan dengan hal tersebut, Saya menghimbau, mengingatkan, menegaskan, dan mengajak seluruh masyarakat agar:
    • Tetap mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat bebas Covid-19 dengan 6 M : Memakai masker standar dengan benar, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi bepergian, Meningkatkan imun, dan Mentaati aturan;
    • Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pegawai/karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan terkait. Pengunjung yang diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan adalah pengunjung yang telah memperoleh vaksinasi Covid-19 suntik ke-2;
    • kelompok masyarakat risiko tinggi (wanita hamil, penduduk usia di bawah 12 tahun dan diatas 70 tahun) tidak diizinkan memasuki pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan;
    • Tetap memperketat aktifitas masyarakat, upacara adat, ngaben, pernikahan, dan kerumunan sesuai Surat Edaran Parisada dan MDA Bali.
    • Bagi Krama Bali yang belum mengikuti vaksinasi suntik ke-1 atau suntik ke-2 agar segera mengikuti vaksinasi di wilayah masing-masing untuk mengurangi resiko penularan Covid-19. Khususnya untuk usia lanjut, warga yang punya penyakit bawaan (komorbid), ibu hamil, dan difabel.
    • Bagi Krama Bali yang melakukan kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif agar berinisiatif dan bersedia untuk mengikuti Tracing yang dilaksanakan oleh Aparat TNI dan POLRI, selanjutnya melaksanakan Testing.
    • Bagi Krama Bali yang mengalami gejala awal (demam, pilek, batuk, sesak nafas, hilang indra penciuman dan perasa) agar segera melakukan testing swab berbasis PCR.
    • Bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan agar segera berinisiatif melakukan isolasi terpusat yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, dilarang melakukan isolasi mandiri dirumah, agar tidak menular kepada keluarga. Bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat agar segera ke Rumah Sakit Rujukan di wilayah masing-masing guna menghindari terjadinya kondisi yang memburuk dan membahayakan bagi diri sendiri. Kami perlu menyampaikan bahwa banyak kasus kematian terjadi karena warga terlambat melakukan testing swab PCR dan masuk ke Rumah Sakit dalam kondisi sudah parah sehingga sangat membahayakan nyawanya, bahkan tidak bisa diselamatkan ketika mengalami perawatan di Rumah Sakit.
    • Krama Bali agar selalu Ngrastiti Bhakti, memohon kerahayuan dan Pandemi Covid-19 segera berakhir.
  6. Daya Tarik Wisata (DTW) Alam, Budaya, Buatan, Spiritual, dan Desa Wisata dilakukan uji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50% (lima puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi;
  7. Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara dapat menunjukkan hasil negatif Antigen H-1 dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi suntik ke-2, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksinasi suntik ke-1. Bukti telah mengikuti vaksinasi ditunjukkan melalui Aplikasi PeduliLindungi;
  8. Kepada Walikota/Bupati, Camat, Kepala Desa/Lurah, dan Bandesa Adat se-Bali serta seluruh komponen Masyarakat agar terus bekerja keras, tanpa lelah, melakukan upaya serius dengan mengambil langkah secara bersama-sama bergotong-royong untuk mencegah penyebaran Covid-19.
  9. Marilah Kita terus memanjatkan Doa dengan keyakinan masing-masing memohon kehadapan Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa agar Alam Bali beserta Isinya selalu dalam kondisi nyaman, aman, dan damai sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Bali, Rabu (BudaWage, Ukir), 15 September 2021




Hadiri Pembukaan Pameran Bali Bangkit III, Ny. Putri Koster Minta IKM-UMKM Jaga Kualitas Supaya Mampu Bersaing

Denpasar, (NSKLB) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak pelaku IKM dan UMKM di Pulau Dewata untuk menjaga kualitas produksi dan SDM, supaya tetap dapat meneruskan kerajinan warisan budaya leluhur.

Hal itu disampaikan Ny. Putri Koster dalam pembukaan Pameran IKM Bali Bangkit Tahap III Tahun 2021, di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Rabu (15/9).

“Keunggulan warisan budaya dalam bidang kerajinan tangan harus kita jaga dengan menunjukkan kualitas produksi yang baik dengan kemasan yang menarik dan sumber daya manusia yang berkualitas tentunya, sehingga kita tidak ragu dalam bersaing dengan dunia luar.,” terangnya.

Selain itu, supaya Bali tetap mampu menjadi daerah yang memiliki kerajinan khas yang dapat bersaing di kancah nasional dan internasional, maka produsen wajib mempertimbangkan bahan baku digunakan (berkualitas dan terjamin), cara mengemas produk sebelum dipasarkan, label harga yang tidak berubah (harga tidak menyesuaikan kalangan yang membeli) dan dihasilkan dari tangan-tangan perajin yang juga berkualitas dan memiliki daya seni mumpuni.

“Menjaga warisan budaya itu harus kita mulai dari diri kita sendiri. Dengan membeli bahan dari daerah kita sendiri, sehingga ciri khas warna dan motif akan mudah dikenali, diproduksi oleh tenaga lokal, dan digunakan pertama juga oleh warg lokal asal perajinnya, dengan maksud akan memperkenalkan secara tidak langsung kepada masyarakat diluar wilayahnya dengan langsung,” kata Ny. Putri Koster.

Dengan mengangkat tema “Bangga Pakai Buatan Krama Bali” Ny. Putri Koster mengajak semua pihak untuk mulai mencintai dan menggunakan produksi local. Hal ini agar perputaran ekonomi Bali kembali bangkit dan dirasakan semua pihak.

“Jangan pernah malu untuk berkreasi demi kemajuan daerah sendiri. Jangan kita teledor agar karya-karya seni hasil kreativitas warga lokal tidak diakui pihak luar. Pertahankan kreasi dan ciri khas tenun, logam dan kerajinan tangan lainnya sesuai dengan ciri khas wilayahnya sendiri, kemudian perkenalkan kepada warga sekitar untuk digunakan sebelum dilakukan pemasaran keluar,” ajak Ny. Putri Koster.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta sebelum membuka pameran secara resmi, mengatakan melalui pameran Bali Bangkit Tahap III Tahun 2021 ini diharapkan memberikan motivasi bagi semua pelaku IKM dan UMKM untuk bangkit dan menambah kreasi kerajinan tangannya.

“Produksi jangan hanya menonton, agar memiliki harga jual yang tinggi dan layak untuk bersaing diluar negeri. Semakin banyak jenis yang diproduksi maka dengan kuantitas yang terbatas akan memberikan nilai tambah pada produksi tertentu,” ungkapnya.

Sementara Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan bahwa Indonesia dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional, ke depan, maka lembaga keuangan akan mengalokasikan minimal dana 30% untuk UMKM hingga tahun 2023. Sehingga ekonomi kreatif berbagai jenis akan tumbuh optimal, seperti lukisan, tenun, logam dan lain-lain.

Pameran Bali Bangkit Tahap III 2021 berlangsug dari 15 September – 14 Oktober mendatang dengan melibatkan 70 IKM se-Bali, dan sejak tahap I total telah melibatkan 300 IKM dan UMKM.

Untuk menggairahkan motivasi dan kreasi pelaku IKM dan UMKM, kali ini Dekranasda berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Se-Bali, dan dapat disaksikan selain pameran produksi berupa benda, juga dapat dijumpai sejumlah kuliner dari sembilan kabupaten/kota se-Bali di Pameran Bali Bangkit ini. (AGP/GS/AP)




Wagub Cok Ace Paparkan Strategi Pertanian 4.0 Provinsi Bali

(NSKLB) – Belajar dari pandemi Covid-19 yang menekan pertumbuhan ekonomi Bali hingga titik nadir, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mendorong upaya penguatan sektor pertanian. Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi salah satu narasumber pada 2nd Webinar Transformasi Bali Nusra “Balinusra Menuju Pertanian 4.0” yang diselenggarakan oleh Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali, secara daring pada Selasa (14/9).

Menurut Wagub Cok Ace, Bali mengalami kontraksi ekonomi paling hebat jika dibandingkan provinsi lain di Indonesia karena sangat bergantung pada sektor pariwisata. Ia menyebut, 54 persen PDRB bersumber dari sektor ini sehingga di masa pandemi, Bali kehilangan devisa hingga Rp. 9,7 triliun setiap bulan. “Bali sangat terpuruk karena ketergantungan pada sektor pariwisata. Sementara daerah lain lebih tahan,” ucapnya. Menurut Cok Ace, hal ini perlu dijadikan bahan evaluasi untuk menggenjot sektor alternatif selain pariwisata. Salah satu sektor alternatif yang menurutnya harus digarap lebih serius adalah pertanian. Untuk menggairahkan sektor pertanian, ia mendorong pemanfaatan teknologi. “Penerapan teknologi di bidang pertanian sangat penting untuk menarik minat generasi muda menekuni sektor ini,” imbuhnya. Dengan demikian, ke depan ia berharap sektor pertanian bisa memberi kontribusi yang sama besar dengan pariwisata. “Jika kedua sektor ini bisa dijadikan lokomotif perekonomian secara imbang, saya yakin kita tak akan menghadapi keterpurukan seperti ini,” sebutnya.

Untuk itu, Wagub Cok Ace masyarakat Bali untuk kembali menekuni pertanian dan membangkitkan kerajinan lokal di tengah kondisi pandemi covid-19. Harapannya bisa mendongkrak aktivitas perekonomian yang kini tengah tertekan.

Padahal, menurutnya, Bali pada awalnya hidup di sektor agraris kemudian beralih pada sektor pariwisata, dan secara tanpa sengaja melompati sektor industri pengolahan (sekunder). Kontribusi sektor pariwisata sebelum pandemi mencapai 68 persen, sedangkan sektor pertanian dan pengolahan berkisar 15 hingga 17 persen.

“Oleh karena itu, beberapa langkah yang saat ini bisa dilakukan yakni kembali menekuni sektor pertanian, kelautan, perikanan, dan membangkitkan kerajinan lokal sebagai mata pencaharian penopang ekonomi rakyat,” ucapnya

Menurut pria yang biasa disapa Cok Ace itu, hikmah yang dapat dipetik saat ini, salah satunya harus kembali kepada sektor pengolahan hasil-hasil pertanian yakni di antaranya memetik buah yang ditanam contohnya jeruk dan salak yang masing-masing buah ini dapat diolah menjadi jus yang kemudian bisa dijual untuk masyarakat lokal.

Selain itu, Cok Ace juga mendorong masyarakat Bali untuk menggunakan transaksi digital dalam kegiatan jual beli hasil produksi. “Dengan begitu perputaran ekonomi juga akan kembali tumbuh,” katanya.

Untuk mendukung peningkatan produk pertanian lokal, maka sebagai payung hukum Pemerintah Provinsi Bali juga telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali (Pergub) no 99 Tahun 2018 Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali, petani lokal Bali akan memiliki kepastian harga dan keuntungan dalam menjual hasil panennya. Dengan adanya payung hukum tersebut, Wagub Cok Ace berharap masyarakat semakin semangat dalam menekuni dunia pertanian sehingga sektor pertanian dan pariwisata menjadi satu kesatuan mata rantai yang tidak terpisahkan dan saling menguatkan.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Provisni Bali Trisno Nugroho menyampaikan bahwa sejak triwulan II 2020 hingga triwulan I 2021, ekonomi Balinusra mengalami kontraksi. Namun pada triwulan II 2021, mulai menunjukkan pemulihan dengan tumbuh 3,70% (yoy). Apabila dilihat secara spasial, waktu pemulihan berbeda diantara masing- masing provinsi. Ekonomi NTT sudah mulai tumbuh positif sejak triwulan I 2021, sedangkan ekonomi NTB dan Bali baru tumbuh positif pada triwulan II 2021. Momentum pemulihan ini perlu terus kita jaga dan dorong dengan menggali potensi sumber- sumber pertumbuhan ekonomi. Untuk melihat potensi tersebut, kita perlu meilhat struktur ekonomi masing-masing provinsi di Balinusra. Secara umum terdapat kemiripan dimana lapangan usaha (LU) pertanian menjadi salah satu penopang perekonomian di masing-masing provinsi.

Di NTB dan NTT, lapangan usaha pertanian menjadi penyumbang utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan pangsa masing-masing 23% dan 29% pada tahun 2020. Sementara itu, di Bali, lapangan usaha pertanian memiliki pangsa 15% terhadap PDRB tahun 2020, terbesar kedua setelah lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan-minum. Apabila dilihat lebih rinci, struktur PDRB Balinusra untuk lapangan usaha pertanian terutama ditopang oleh peternakan dengan pangsa 28%, tanaman pangan (26%), perikanan (24%), Tanaman Hortikultura (11%) serta Tanaman Perkebunan (8%). Tingginya kontribusi sektor pertanian dalam ekonomi Balinusra menunjukkan bahwa lapangan usaha pertanian memiliki potensi sebagai pendorong pemulihan ekonomi Balinusra.
Pentingnya peranan lapangan usaha pertanian dalam ekonomi Balinusra juga tergambar dari penduduk yang bekerja di sektor pertanian. Di Bali, 23% penduduk bekerja di sektor pertanian, sedangkan di NTB dan NTT, pekerja di sektor pertanian masing-masing sebesar 35% dan 54%. Dengan struktur ini, secara total, 54% pekerja Balinusra bekerja di sektor pertanian.

Potensi sektor pertanian Balinusra juga bisa kita lihat dari sisi ekspornya. Pada tahun 2020, ekspor komoditas pertanian dan kelautan Balinusra memiliki pangsa 13,5% dari total ekspor Balinusra, menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 18,9%. Berbagai komoditas pertanian dan kelautan yang menjadi penopang ekspor Balinusra antara lain komoditas kelautan seperti kepiting, udang, ikan tuna, mutiara, rumput laut serta komoditas hortikultura dan perkebunan seperti tanaman obat, buah-buahan, panili, kopi, kakao.
Dengan adanya komoditas unggulan pertanian Balinusra tersebut, potensi pengembangan sektor pertanian di Balinusra ke depan masih sangat besar. Namun demikian, sejumlah tantangan juga masih menghadang. Pertama, dari sisi faktor produksi, teknologi produksi masih rendah dengan kapasitas SDM yang terbatas sehingga produktivias masih rendah dan nilai tambah pengolahan komoditas juga terbatas.Kedua, dari sisi kelembagaan, peran kelembagaan kelompok tani juga masih belum optimal baik dari sisi hulu seperti pengawasan praktek bertani yang baik (Good Agriculture Practices) maupun dari sisi hulu seperti implementasi korporatisasi petani untuk mencapai skala ekonomi, mendapat pembiayaan, dan pasar yang lebih pasti. Ketiga, tantangan terkait kerjasama perdagangan luar negeri (ekspor) yang mencakup hambatan non tarif seperti pemenuhan persyaratan/sertifikasi pasar internasional maupun hambatan tarif yang dikenakan oleh negara pasar.

Terkait tantangan-tangan diatas, terutama terkait peningkatan produktivitas dan nilai tambah, maka perlu transformasi pertanian ke arah digitalisasi pertanian (pertanian 4.0). Penerapan digitalisasi pertanian di sisi hulu diharapkan akan mengubah cara bertani, perilaku petani, hingga cara penyediaan input. Kemudian, digitalisasi sisi hilir akan memperluas cakupan pasar, efisiensi harga, hingga cara penjualan produk.

Upaya digitalisasi pertanian ini sudah mulai kita lihat di Indonesia melalui berbagai model dan inovasi seperti pertanian vertikal, pertanian presisi, dan pertanian pintar (smart farming). Di wilayah Balinusra sendiri, penerapan Pertanian 4.0 masih terbatas. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali tahun 2020, implementasi pertanian digital di Balinusra masih didominasi pada sisi hilir yaitu pemanfaatan e-commerce untuk penjualan produk. Selain itu, implementasi pertanian digital tersebut belum dilakukan secara end to end. Bila dilihat secara spasial, tingkat implementasi pertanian 4.0 di Bali relatif lebih tinggi dibandingkan NTB dan NTT. Hal ini dipengaruhi oleh faktor struktural seperti ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia.

Selain Wagub Cok Ace, sejumlah narasumber juga dihadirkan pada kesempatan tersebut diantaranya Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementrian PPN/Bappenas Arifin Rudyanto dan Guru Besar IPB, Prof.Muhammad Firdaus. (SW)




Dinilai Tim KemenPAN-RB, Sekda Dewa Indra Paparkan Terobosan Reformasi Birokrasi Pemprov Bali

(NSKLB) – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra didampingi Kepala Biro Organisasi Setprov Bali I Wayan Sarinah memaparkan berbagai terobosan di bidang Reformasi Birokrasi (RB) dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Pemprov Bali. Paparan itu disampaikan secara online melalui aplikasi zoom meeting kepada Tim KemenPAN-RB di Jakarta, Selasa (14/9/2021). Paparan juga diikuti Kepala OPD Pemprov Bali di kedudukan masing-masing yang terhubung secara virtual.

Mengawali paparan, Sekda Dewa Indra menyampaikan salah satu terobosan Pemprov Bali dalam RB adalah optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi. “Wajah birokrasi kami telah berubah dari konvensional menjadi birokrasi milenial,” ucapnya. Bila diibaratkan metaformosis kupu-kupu, RB Pemprov Bali saat ini telah melewati proses kepompong dan telah berubah menjadi kupu-kupu yang mengepakkan sayap. Dewa Indra menyebut, semangat RB dan SAKIP sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, tepatnya misi nomor 22 yaitu mengembangkan sistem tata kelola pemerintahan daerah yang efektif efisien, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih serta meningkatkan pelayan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah. Dalam implementasinya, Misi tersebut diimplementasikan melalui penggunaan media digital dalam berbagai sistem layanan publik Pemprov Bali. Kata Dewa Indra, Pemprov Bali telah menggunakan sarana e-office dengan tanda tangan elektronik dalam surat menyurat. “Selain surat keputusan, semua surat menggunakan tanda tangan elektronik, ” ucapnya. Lebih dari itu, Biro Hukum Setprov Bali juga memanfaatkan sistem elektronik dalam tugasnya memfasilitasi penyusunan produk hukum pemerintah kabupaten/kota. Selanjutnya dalam layanan perijinan, pengadaan barang dan jasa dan pembayaran pajak kendaraan bermotor, Pemprov juga telah menerapkan sistem online dan telah nyaman digunakan oleh masyarakat. Sejalan dengan itu, Pemprov Bali juga melakukan penataan kelembagaan yang disesuaikan dengan arahan serta kebijakan Kemendagri dan KemenPAN-RB. Masih dalam semangat penataan birokrasi, Pemprov menerapkan sistem absensi online berbasis GPS yang telah nyaman digunakan oleh pegawai. “Penilaian kinerja juga diterapkan secara online melalui aplikasi sikepo,” imbuhnya sembari meyakinkan bahwa transformasi birokrasi di Pemprov Bali bukan hanya sebatas wacana, tapi benar-benar telah dilaksanakan.

Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kemenpan RB, Kamaruddin,AK mengapresiasi berbagai terobosan Pemprov Bali dalam optimalisasi RB dan SAKIP. Ia berharap, evaluasi tahunan yang dilaksanakan KemenPAN-RB memberi manfaat positif bagi transformasi birokrasi di seluruh lembaga pemerintahan mulai pusat hingga daerah. Tim evaluasi selanjutnya menyampaikan sejumlah pertanyaan untuk memperdalam paparan Sekda Dewa Indra. (SW)




Meriahkan Hari Jadi Perdana, PAKIS Bali Gelar Donor Darah

(NSKLB) – Memeriahkan hari jadi pertamanya, Pasikian Paiketan Krama Istri Desa Adat (PAKIS) berkolaborasi dengan Pasikian Pecalang dan Pasikian Yowana Bali menggelar kegiatan donor darah, Senin (13/9/2021). Kegiatan yang didukung Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Bali ini dilaksanakan di Wantilan Gedung Pers K.Nadha dan diikuti puluhan pendonor yang sudah mendaftar secara online atau langsung datang ke lokasi.
Manggala (Ketua Harian) PAKIS Bali TIA. Kusuma Wardhani yang meninjau langsung pelaksanaan donor darah menyampaikan bahwa kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan dalam rangka mensyukuri momentum satu tahun keberadaan PAKIS Bali, Pasikian Yowana dan Pasikian Pecalang Bali. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin memberikan sumbangsih di bidang kesehatan. Karena sebagaimana diketahui, di tengah situasi pandemi, banyak orang yang membutuhkan sumbangan darah dan kesulitan memperolehnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra menyampaikan, kegiatan yang digagas PAKIS Bali bekerja sama dengan Pasikian Pecalang dan Yowana Bali ini patut diapresiasi. Ia menyebut, donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang mulia. Karena setetes darah yang disumbangkan akan sangat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Ia berharap, ke depannya kegiatan semacam ini bisa kembali dilaksanakan oleh PAKIS Bali dan organisasi kemasyarakatan lainnya untuk membantu pemerintah dalam program peningkatan derajat kesehatan.

Pada kesempatan itu, Kadis PMA juga menyinggung situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih dihadapi masyarakat dunia, tak terkecuali Daerah Bali. Kendati perkembangan Covid-19 sejauh ini telah menunjukkan tanda-tanda melandai, ia tetap mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan Baga Kreativitas dan Perekonomian Pasikian Yowana Bali Made Rian Dwi Ananda. Disebutkan olehnya, semangat yang ditunjukkan kaum perempuan yang tergabung dalam wadah PAKIS patut diteladani oleh generasi muda.


Pada bagian lain, Ketua PDDI Bali Ketut Pringgantara menyampaikan terima kasih atas teladan yang ditunjukkan PAKIS Bali. Kata dia, kegiatan ini sangat membantu PMI dan PDDI Bali dalam mengumpulkan stok darah yang agak terkendala di tengah situasi pandemi. “Kebutuhan darah meningkat, idealnya kami harus mengumpulkan 160 kantong setiap hari. Tapi di sisi lain, banyak yang takut mengunjungi fasilitas kesehatan sehingga kegiatan donor menjadi terkendala, “ucapnya. Oleh sebab itu, kegiatan donor darah yang difasilitasi organisasi atau lembaga kemasyarakatan seperti PAKIS sangat dirasakan manfaatnya. Pada kesempatan itu, ia mengetuk rasa kepedulian masyarakat untuk menyumbangkan setetes darah yang tentunya sangat bermanfaat bagi mereka yang tengah berjuang untuk sembuh dari sakit. Sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih, PMI dan PDDI Bali menyerahkan piagam penghargaan untuk PAKIS, Pasikian Yowana dan Pecalang Bali.
PAKIS Bali memberikan bingkisan berupa paket sembako bagi para pendonor yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. (agp/gs)




Mampu Bantu Perekonomian Masa Pandemi, Dekranasda Kembali Gelar Pameran Bali Bangkit

Denpasar – Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster mengatakan bahwa Pameran Bali Bangkit yang lalu telah terbukti membantu perekonomian Bali yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. Ia sangat mengapresiasi dan bangga dengan capaian para perajin pada pameran sebelumnya.

Demikian dikatakannya dalam technical meeting bagi calon peserta Pamerna Bali Bangkit bertempat di Ruang Rapat Gedung Gajah Jayasaba, Kediaman Resmi Gubernur Bali, Denpasar, Minggu (12/9).

Akan tetapi, menurutnya pencapaian itu tidak harus membuat perajin berpuas diri. Karena para perajin harus tetap menjaga kualitas kerajinan daerah Bali yang merupakan warisan leluhur. Ia menekankan, kerajinan yang dipameroan dan jual merupakan cerminan sebagai masayrakat Bali.

Ny. Putri Koster juga mengatakan kepada para pelaku UMKM/IKM yang dibagi menjadi dua sesi bahwa selama pelaksanaan Pameran Bali Bangkit, Dekranasda Provinsi Bali telah menetapkan berbagai aturan bagi pelaku UMKM/IKM yang berpameran. “Hal-hal yang perlu diperhatikan seperti, tidak boleh memaerkan produk kerajinan tiruan songkek/endek serta berbagai jenis kerajinan dari alpaka,” tegasnya dalam rapat yang juga dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta.

Pendamping Orang Nomor Satu di Bali itu menegaskan hal tersebut penting ditetapkan. Sebagaimana telah dijalankan pada pameran-pameran sebelumnya. Hal in sebagai upaya memuliakan warisan leluhur. “Tugas kita mempertahankan warisan leluhur yang sudah dibuat susah payah. Salah satunya dengan mempertahankan kualitas. Jangan malah kita sendiri yag merusaknya hanya karena terguir untung sesaat,” tegasnya seraya mengatakan barang kerajinan Bali sudah mulai merosot sehingga perlu dibangkitkan lagi.

Tidak hanya itu, Ny. Putri Koster yang dikenal sebagai seniman serba bisa ini juga mengungkapkan bahwa semenjak diangkat menjadi Ketua Dekranasda, pihaknya terus berupaya memperjuangkan produk kerajinan agar bisa sejajar dengan berbagai produk mewah di pusat perbelanjaan. “Bayangkan, dulu barang kerajinan kita digelar begitu saja di pinggir mall. Saya tidak mau, lalu saya berjuang agar bisa di-display menyamai produk mewah di mall,” teragnya. Selain itu, ruang pameran juga sudah dibuat semakin banyak oleh Dekranasda. “Sekarang para pengerajin sudah bisa buka stand di mall-mall di seluruh Bali. Kami juga sudah membuat e-commerce yaitu BaliMall.id untuk pelaku UMKM/IKM memasarkan produknya secara online. Manfaatkan itu semua,” ajaknya.

Lebih lanjut, Ia juga berpesan kepada para perajin untuk selalu berbuat jujur saat berjualan. Karena, menurutnya hal tersebut bisa menjadi salah satu penilaian para pembeli. “Jangan barang yang harganya Rp 1 juta dijual Rp 10 juta kepada istri pejabat. Itu salah. Rejeki sudah ada yang mengatur, jika seperti itu berarti anda sudah mengambil rejeki anda duluan dan tentu nantinya susah jualan lagi,” tandasnya.

Sementara sebelumnya, Kadis I Wayan Jarta mengatakan bahwa Pameran Bali Bangkit 2021 yang akan dibuka tanggal 15 September 2021 mendatang akan diisi dengan pameran luring dan daring (melalui balimall.id) bertempat di Taman Budaya, Denpasar. Dalam pameran yang berlangsung satu bulan itu, menurutnya ada beberapa aturan tambahan yang ketat yang perlu dipatuhi para peserta. “Peserta pameran sudah harus divaksin dua kali dan harus mengunduh aplikasi pedulilindungi.id untuk menunjukkan barcode sudah divaksin,” jelasnya.
Senada Dengan Ketua Dekranasda, ia pun mengatakan tujuan dari Pameran Bali Bangkit ini untuk membangkitkan perekonomian Bali saat dan paska pandemi COVID-19 dengan meningkatkan produktivitas para UMKM/IKM di Bali. Selain itu, pameran ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses pasar produk para perajin di dalam maupun luar daerah. (GS/AGP)




Gubernur Bali Luncurkan Keyboard Aksara Bali ‘Lestarikan Aksara Bali Melalui Teknologi Digital’

Denpasar, NSKLB – Pertama kali dalam sejarah dan pertama kali di Indonesia, Aksara Bali sebagai salah satu aksara asli nusantara ditransformasikan ke dalam bentuk digital dengan menggunakan media berupa Papan Ketik (Keyboard) Aksara Bali, yang diluncurkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Landep, Sabtu (Saniscara Kliwon, Landep), 11 September 2021 di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar.  Keyboard Aksara Bali ini merupakan ide kreatif dan original Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menugaskan untuk dikembangkan oleh Tim Peneliti dari Program Studi Informatika Fakultas MIPA Universitas Udayana (Cokorda Rai Adi Pramartha, Ph.D, I B Ary Indra Iswara, M.Kom, I Putu Gede Hendra Suputra, M.Kom, dan IB Gede Dwidasmara, M.Cs.). Acara dilaksanakan pada Hari Suci Tumpek Landep, karena merupakan hari upacara untuk menajamkan pikiran secara niskala.

Acara peluncuran Keyboard Aksara Bali dilaksanakan secara hibrid (luring dan daring) diikuti oleh 45 siswa SD, SMP, SMA/SMK, SLB Kabupaten/Kota Se-Bali, dan 4 orang perwakilan mahasiswa dari Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia Denpasar, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, dan Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Acara ini dihadiri Bupati/Wali Kota, Rektor Perguruan Tinggi serta diikuti secara virtual oleh Satuan Pendidikan SMA, SMK, SLB Negeri dan Swasta Se-Bali sejumlah 329 Sekolah. Acara peluncuran Keyboard Aksara Bali ini juga merupakan pencapaian tiga tahun kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Sukawati.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menegaskan ide/gagasan mengembangkan Keyboard Aksara Bali merupakan kelanjutan pelaksanaan kebijakan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Adapun tujuannya adalah untuk melindungi keberadaan Aksara Bali sebagai warisan adi luhung dari Leluhur Bali yang diawali dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 Tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali serta Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Lebih lanjut, Gubernur Bali menegaskan bahwa Keyboard Aksara Bali merupakan perpaduan antara kearifan lokal Bali dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi digital dalam era globalisasi dunia saat ini. Perkembangan teknologi digital yang mengglobal tidak boleh mematikan/menenggelamkan kebudayaan dan kearifan lokal Bali yang sangat kaya dan unik seperti Aksara Bali, melainkan justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk melestarikan Aksara Bali melalui teknologi digital yang digemari oleh para generasi muda melenial guna memajukan kebudayaan dan kearifan lokal Bali. Ini program yang sangat KEREN, dengan sarana Keyboard Aksara Bali ini, Aksara Bali, tidak hanya dikenal oleh Krama Bali, tetapi akan meluas ke pergaulan masyarakat nasional, bahkan memasuki pergaulan masyarakat dunia.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Bali menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan para siswa dan mahasiswa, memberikan soal untuk diketik dalam Aksara Bali, sebanyak 7 soal, yaitu : 1) Bali Dwipa Jaya; 2) Nama Gubernur Bali, Wayan Koster; 3) Nama Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Sukawati; 4) Gunung Agung; 5) Pura Besakih; 6) Tumpek Landep; dan 7) Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Di luar dugaan, ternyata para siswa dan mahasiswa dengan sigap mampu menuliskan soal-soal tersebut secara benar dan cepat dari laptop masing-masing yang ditayangkan langsung dalam layar virtual. Kebenaran penulisan Aksara Bali dinilai oleh Tim, terdiri dari; Ketut Sumarta (Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali), Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, dan Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali.

Gubernur Bali sangat mengagumi kemampuan para siswa dan mahasiswa yang ternyata masih sangat fasih dan peduli terhadap Aksara Bali. Sebagai bentuk apresiasi Gubernur Bali secara spontan memberikan penghargaan berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp.1.000.000 kepada 49 perwakilan siswa dan mahasiswa yang akan dikirim melalui rekening masing-masing di Bank Pembangunan Daerah Bali.

Keyboard Aksara Bali diyakini akan mendunia, karena memiliki 7 keunggulan fungsi,
yaitu : 1) menggunakan koneksi WiFi (USB dongle) atau Bluetooth; 2) dapat digunakan untuk menuliskan Aksara Bali secara natural (tanpa auto correction, red); 3) dapat digunakan untuk menuliskan Aksara Bali pada sistem operasi yang berbeda seperti Apple MacOS dan Microsoft Windows; 4) dapat digunakan untuk membuat dan menyimpan dokumen digital pada berbagai macam aplikasi seperti Microsoft Office, Google Office (Docs, Spreadsheet, Presentation), Notes, iWork dan lain-lain dengan menggunakan Aksara Bali; 5) dapat digunakan untuk menuliskan dokumen pada website/Internet dengan Aksara Bali; 6) dapat digunakan untuk menuliskan pesan pada media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dengan Aksara Bali; dan 7) hasil pembuatan dokumen atau pesan yang dihasilkan dapat dibagikan ke orang lain tanpa merubah tampilan Aksara Bali yang telah dibuat sebelumnya.

Gubernur Bali meyakinkan Krama Bali khususnya generasi muda milenial bahwa Aksara Bali bisa sejajar dengan aksara-aksara negara lain yang telah mendunia, seperti; Tiongkok, Jepang, Korea, Thailand dan India. Negara-negara ini, yang memiliki Aksara tersendiri menunjukkan tingkat peradabannya di masa lalu, mampu bertahan sampai saat ini, dan akan mampu bersaing menghadapi dinamika global, ditandai kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakatnya. Oleh harena itu, Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak generasi muda milenial, Kita harus bersyukur diberikan warisan budaya berupa Aksara Bali oleh Leluhur Bali yang sangat hebat. Semua aktifitas kehidupan dimulai dari Aksara, tidak ada kata tanpa Aksara, tidak ada kalimat/narasi tanpa Aksara, dan tidak akan ada kerja tanpa Aksara. Untuk itu dengan sekuat tenaga dan penuh komitmen, Kita harus mampu memelihara, memuliakan, dan menjadikan Aksara Bali sebagai kebanggan bersama dan keunggulan Krama Bali untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas secara nasional dan global. Dengan kuatnya peradaban Bali, Gubernur Bali meyakinkan bahwa Krama Bali akan terus bergerak maju dan mampu menghadapi persaingan dalam dunia global. Oleh karena itu, ke depan, Gubernur Bali akan menyelenggarakan program penyediaan  Keyboard Aksara Bali dalam bentuk Laboratorium Praktik Aksara Bali ke sekolah-sekolah, sehingga para guru dan siswa akan lebih mudah melaksanakan pembelajaran Aksara Bali.

Pada acara peluncuran Keyboard Aksara Bali, Ketua Pengelola Domain dan Internet Indonesia (PANDI), Prof. Yudho Giri Sucahyo, P.hd menyampaikan apresiasi dan bangga pada komitmen dan pencapaian Gubernur Wayan Koster dalam melestarikan Aksara lokal. Menurutnya ini merupakan sebuah langkah besar terhadap kemajuan digitalisasi Aksara Bali sekaligus upaya pelestarian nilai-nilau budaya bangsa khususnya budaya Bali. Hal ini sangat sesuai dengan program kerja yang sedang dikampanyekan PANDI yaitu program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN), dimana Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah hingga UNESCO turut mendukung secara penuh program tersebut. Saat ini PANDI sedang berusaha mempromosikan aksara nusantara ke ranah internasional, sehingga diharapkan proses digitalisasi aksara nusantara bisa lebih mudah. “Untuk itu dengan diluncurkannya Keyboard Aksara Bali, ini merupakan kemajuan yang luar biasa, dan PANDI akan terus mendukung pendaftaran Aksara Bali serta upaya standarisasi keyboard agar sesuai dengan standar nasional dan internasional,” tandasnya. (AGP)




Wagub Cok Ace Apresiasi Kegiatan Vaksinasi Oleh Polsek Dentim dan BVD

(NSKLB) – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, pagi ini Sabtu (11/9) berkesempatan untuk meninjau langsung vaksinasi covid-19 atas kerjasama antara polsek Denpasar Timur dengan Bali Volkswagen Devision (BVD), bertempat di Sekar Jambu-Denpasar.

Dalam kesempatan itu, Wagub Cok Ace mengucapkan terimakasih kepada polsek Dentim dan BVD telah membantu Pemerintah dalam penyelenggarakan vaksinasi. Wagub Tjok Ace berharap semakin banyaknya keterlibatan pihak yang menyelenggarakan vaksinasi, maka niscaya vaksinasi 1&2 di Bali akan segera tuntas. “Dengan bergotong royong kita pasti bisa, dan semoga Bali kembali pulih dan perekonomian dapat berjalan sebagaimana mestinya”, ungkapnya.
Selanjutnya, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa sampai dengan Jumat 10 September 2021, total vaksin yang didistribusikan sebanyak 5.765.894, untuk vaksin-1 sudah mencapai 108,12%, vaksin-2 sudah mencapai 72.38% dan vaksin-3 untuk tenaga kesehatan mencapai 72.68%.
“Vaksinasi diseluruh Kab/Kota di Bali masih terus kita gencarkan, sampai tuntas”, ungkap Cok Ace yang merupakan salah satu Guru Besar di ISI Denpasar tersebut.

Disamping itu, Wagub Cok Ace saat menyapa para paserta vaksin, mengingatkan agar selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada, walaupun telah menerima vaksin pertama ataupun kedua. Menurutnya vaksin bukan berarti tubuh tidak bisa terkena covid-19, melainkan vaksin berfungsi untuk meningkatkan sistem imun yang ada dalam tubuh. Untuk itu, Wagub Cok Ace minta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, dimanapun berada. (AGP/GS)




Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata, Wagub Cok Ace ‘Blusukan’ ke Pantai Kuta

Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata, Wagub Cok Ace ‘Blusukan’ ke Pantai Kuta

Badung (NSKLB) – Setelah sempat malam-malam mengecek pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di pusat perbelanjaan atau mall dua hari yang lalu, Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati kembali melakukan ‘blusukan’ untuk mengecek pelonggaran sektor non essensial di Bali. Kali ini Wagub yang akrab disapa Cok Ace hanya didampingi ajudannya datang ke tempat wisata Pantai Kuta untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan uji coba pembukaan tempat wisata pasca diberlakukannya SE Gubernur Bali No. 15 Tahun 2021.

Sesuai SE tersebut, Daya Tarik Wisata (DTW) Alam, Budaya, Buatan, Spiritual, dan Desa Wisata dilakukan uji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50% (lima puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat dan menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi.

Sebagai salah satu ikon pariwisata di Bali, dibukanya Pantai Kuta memang cukup menjadi berita yang viral di media sosial. Tak heran sudah ada pengunjung yang kembali menikmati keindahan pantai Kuta.

Namun dari beberapa pengunjung yang disapa Wagub Cok Ace, rupanya tidak ada yang mengetahui tentang penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi. Ini menjadi evaluasi tersendiri bagi tokoh pariwisata yang juga Ketua PHRI Bali ini.

“Saya berharap ke depan sosialisasi penggunaan aplikasi Peduli Lindungi lebih ditingkatkan sehingga pariwisata kembali bisa berjalan dengan tetap menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung,” ujar tokoh Puri Ubud ini.

Dengan tren kasus aktif Covid-19 yang semakin menurun dan capaian vaksinasi yang tinggi, mantan Bupati Gianyar ini optimis PPKM di Bali akan semakin dilonggarkan. Oleh karena itu Ia berharap tempat wisata di Bali mempersiapkan diri dengan baik pelaksanaan protokol kesehatan khususnya penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi.

Selain ke pantai Kuta, Wagub Cok Ace juga mengamati situasi salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Kuta. (GP)




Masa Pandemi, Ny Putri Koster Ajak Para Ibu untuk Mantapkan Program AKU HATINYA PKK

Masa Pandemi, Ny Putri Koster Ajak Para Ibu untuk Mantapkan Program AKU HATINYA PKK

Denpasar (NSKLB) – AKU HATINYA PKK yang berarti ‘Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman’ ini merupakan kelanjutan dari program HATINYA PKK. Melalui program ini, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Prov Bali Ny Putri Koster mengajak para ibu di Bali untuk lebih memantapkan gerakan yang telah diinisiasinya sejak tahun 2018 yang lalu.

Masa Pandemi, Ny Putri Koster Ajak Para Ibu untuk Mantapkan Program AKU HATINYA PKK

Ajakan itu disampaikannya dalam acara dialog interaktif Bali TV dengan tema “Gerakan AKU HATINYA PKK Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19”, bertempat di studio Bali TV, Denpasar, pada Jumat (10/9).

“Setelah ditetapkannya program AKU HATINYA PKK pada Rakornas PKK terakhir, ini berarti kita harus lebih guyub lagi membuat halaman rumah kita asri dan hijau dengan ditanami tanaman sayur dan kebutuhan sehari-hari. Kata AKU memberikan penekanan, PKK harus lebih mensosialisasikan lagi,” bebernya pada acara yang juga menghadirkan Prof Dr I Wayan Supartha MSi, kelompok ahli pembangunan Pemprov Bali di bidang pertanian sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, pendamping orang nomor satu di Bali itu mengatakan bahwa program yang telah ia sosialisasikan dari awal menjadi Ketua TP PKK Prov Bali, hingga turun ke desa-desa telah banyak memberikan keuntungan terutama di kalangan keluarga. “Bayangkan saat pandemi ini masyarakat tidak dipusingkan lagi dengan pemenuhan kebutuhan pokok karena sudah tersedia di rumah. Ibu-ibu tidak mengeluh harga cabai mahal lagi karena sudah tinggal metik. Itu keuntungannya,” ujarnya.

Masa Pandemi, Ny Putri Koster Ajak Para Ibu untuk Mantapkan Program AKU HATINYA PKK

Selain itu, wanita yang dikenal sebagai seniman serba bisa ini juga menekankan begitu banyak keuntungan dari program AKU HATINYA PKK selain sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari. “Halaman tentu lebih indah dan tertata, dengan banyaknya tanaman yang itu juga menyehatkan kita karena bisa memberikan kita oksigen gratis. Apalagi di masa pandemi ini, halaman yang indah dan bermanfaat sangat baik untuk kesehatan,” bebernya seraya mengatakan karakter seorang ibu bisa dilihat dari penataan halaman yang indah dan baik.

Dengan program ini, Ny Putri Koster menambahkan, banyak hal positif yang bisa diambil, seperti lebih menjaga kedekatan keluarga. Karena di sini kegiatan menata halaman bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bersama keluarga, sekaligus meningkatkan aktivitas fisik. “Di saat sekarang yang mengharuskan kita untuk banyak di rumah saja, tentu banyak waktu yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya, dengan menata halaman bersama keluarga,” imbuhnya.

Ke depan, ia berharap setiap halaman rumah di Bali bisa benar-benar asri dan hijau oleh tanaman sayur, bumbu dan obat. Bukan hanya sekadara persiapan untuk lomba ataupun acara tertentu saja. “Yuk semuanya kita ubah agar halaman kita menajdi hijau royo-royo sampai seluruh Bali. Jadi, sudah tidak ada lagi rumah contoh untuk AKU HATINYA PKK, namun semua rumah sudah menjadi AKU HATINYA PKK,” tandasnya.

Masa Pandemi, Ny Putri Koster Ajak Para Ibu untuk Mantapkan Program AKU HATINYA PKK

Sementara itu Prof I Wayan Supartha sangat mengapresiasi gerakan massif PKK yang diketuai Ny Putri Koster dalam mengajak masyarakat terutama ibu-ibu mulai menanam kebutuhan pokok di rumah. Menurutnya, hal ini sangat sesuai dengan program kerja Pempov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster untuk mewujudkan ketahanan pangan. “Jadi kita mulai dari rumah. Semangat PKK telah ditularkan ke ibu-ibu sehingga bisa mulai bercocok tanam di rumah. Setelah itu bisa menyebar hingga tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga seluruh provinsi Bali bisa hijau dan halaman bisa termanfaatkan,” jelasnya.

Mengenai program kerja pemerintah dalam memajukan pertanian, ia pun mengaku itu menjadi salah satu program prioritas Gubernur Wayan Koster yang ingin ke depan Bali tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan, dengan cara menggenjot sektor pertanian. “Sudah banyak hal disusun oleh beliau, dan karena kepiawaiannya melobi pemerintah pusat, akhirnya BAPPENAS setuju untuk membantu dengan berbagai kajian, sehingga program ini bisa segera diluncurkan,” katanya. (GP)