Serahkan Tali Kasih kepada Umat Khonghucu, Bupati Satria Perkuat Kerukunan melalui Program Satria Peduli

KLUNGKUNG — Bupati Klungkung I Made Satria menyerahkan tali kasih berupa lampion kepada umat Khonghucu dalam rangkaian Peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi Tahun 2577 Kongzuli/2026 Masehi di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Jumat (9/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi Satria Peduli, program Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk mempererat kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menjelaskan bahwa program Satria Peduli merupakan hasil kolaborasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung. Program tersebut diluncurkan pada 2026 sebagai bentuk perhatian dan apresiasi pemerintah daerah kepada seluruh umat beragama.

“Program ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Klungkung kepada seluruh umat beragama. Ke depan, program ini akan terus berlanjut. Bantuan yang diberikan jangan hanya dilihat dari nilainya, tetapi juga dari ketulusan dan perhatian pemerintah kepada umat beragama,” ujar Bupati Satria.

Ia berharap tali kasih tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat kemitraan antara pemerintah daerah dan umat beragama dalam mewujudkan visi Klungkung yang Maju, Harmonis, Tenteram, dan Makmur (Mahottama).

Bupati Satria juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menebarkan kedamaian, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Menurutnya, peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi hendaknya menjadi kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

“Mari kita maknai peringatan ini tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai kemanusiaan, kebijaksanaan, dan cinta kasih yang diajarkan oleh Sang Guru Besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berpedoman pada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membangun sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh umat beragama dalam mendukung pembangunan serta kesejahteraan bersama. Selain itu, program Satria Peduli diharapkan dapat mempererat silaturahmi dan memperkokoh persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Klungkung.

Menurutnya, inovasi tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan prinsip Tri Kerukunan Umat Beragama sebagai landasan untuk menjaga kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

“Melalui program Satria Peduli, pemerintah daerah berupaya hadir secara adil dan proporsional bagi seluruh umat beragama. Kami berharap kerukunan dan kedamaian yang selama ini terjaga di Kabupaten Klungkung dapat terus dipelihara,” ujarnya.(gpl-NSKLB)

Salam Mahottama

Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai