Ny. Putri Koster Pastikan Karya Pengrajin Bali “Ditempatkan” dengan Baik

Ketua Dekranasda Turun Langsung Meninjau dan Menata stan kerajinan di Besakih

Karangasem, (Nangunsatkerthilokabali.com) – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster memastikan agar stand Dekranasda yang bertempat di Kawasan Suci Besakih tertata dengan baik. Untuk itu pendamping orang nomor satu di Bali ini pun langsung turun tangan meninjau dan menata langsung stand yang berada di Area Manik Mas, pada Rabu (14/6/2023).

Adapun hal pertama yang dipastikannya pada kesempatan tersebut adalah produk-produk yang ditampilkan haruslah produk asli dari pengrajin Bali. Wanita yang akrab disapa Bunda Putri ini pun memastikan agar produk yang ditampilkan tersebut juga berkualitas. “Kita harus memajang wajah asli Bali di sini, jadi pengunjung bisa melihat jika produk-produk Bali itu bagus dan berkualitas,” tuturnya yang turut juga didampingi oleh Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih I Gusti Lanang Muliarta.

Di sisi lain, Bunda Putri juga turun langsung menata barang-barang kerajinan di bawah binaan Dekranasda Bali tersebut. Tampak ia pun menata tampilan barang kerajinan dan dikelompokkan berdasarkan kategorinya dengan dibantu oleh para pengurus Dekranasda.

Ke depan, ia berharap agar Kawasan Suci Besakih bisa menjadi tempat untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Bali, mengingat saat ini tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit di kalangan wisatawan. Untuk itu Bunda Putri pun meminta Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih untuk benar-benar memperhatikan masalah tersebut. “Dari Besakih ini kita selain memberikan fasilitas kepada para pedagang, juga memberikan edukasi akan produk kerajinan kita. Karena bagaimanapun merupakan tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan dan menyebarkan kerajinan asli kita,” tandasnya.

Selepas meninjau stan Dekranasda, Ny. Putri Koster beserta rombongan juga mengunjungi taman Bunga Kasna (edeleweis) masih di dekat Kawasan Suci Besakih. Kepada pengelola, ia pun berpesan untuk terus mengembangkan Bunga Kasna dan mengajak masyarakat memakainya untuk kepentingan upacara. (AGP/YD)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan:

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *